Jimmy Bersamaku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 6 October 2017

Tiga tahun aku sudah aku bersahabat dengan Jimmy Mahendra, kakak kelasku. Walau lebih tua dia dariku, aku tak biasa memanggilnya kak. Sulit kalau jadi anak yang ngehits di kelas seperti dia. Ke mana mana selalu direbutin para cewek cewek konyol yang sukanya minta foto dan tanda tangannya. Sebelumnya perkenalkan namaku Fadli Alamsyah, kelas 10 MIPA 2. Aku dan Jimmy bersekolah di SMA Purnama, Jakarta.

“Jim sabtu besok ada acara nggak” tanyaku
“Menurut schedule yang kubuat sih tidak ada. Emangnya ada apa.”
“Climbing yuk.”
“Asyik juga tuh. Aku mau kok”
“Oke sip. Besok aku jemput dari rumah jam 8 yah.” ajakku.
“Ya.”

Sabtu yang dinantikan telah tiba. Aku dan Jimmy bergegas menuju tempat hunting. Terpukaunya kami dengan panorama yang tiada banding itu. Jimmy langsung merogoh tasnya dan mengambil sebuah kamera bermerek Canon itu langsung dipotretnya panorama tersebut. Setelah 10 menit aku menunggunya mengambil gambar. Akhirnya kami pun bergegas segera climb di arena tersebut. Kami segera memasang alat mainnya. “Jim ayo kita mulai”. “Ayo!”. Aku dan Jimmy dengan gesit memanjat lubang demi lubang. Dan kejadian tragis ini terjadi. Jimmy terpeleset dari pijakannya, kepalanya terbentur tembok clim dan dia jatuh melayang karena alat climbnya masih mengikat tubuhnya. “Jimmy!!!” teriakku.

“Aku a.. ada di mana Li.”
“Tenang Jim, kamu sekarang di rumah sakit.”
“Kamu tadi jatuh.”
“Kepalaku terasa sakit Li. Pusing.”
“Iya memang tadi kepalamu terbentur dinding.”
“Cobalah tetap tenang Jim. Ada aku dan dokter di sini.”

Setelah tiga hari dirawat. Jimmi pun diperbolehkan pulang oleh dokter. Jimmy kembali sekolah bersamaku. Jimmy pernah mengatakan kalau dia lahir pada tanggal 18 September. Dan hari itu adalah besok. Jimmy pun lupa dengan ulang tahunnya, ya mungkin karena benturan keras di kepalanya membuat dia lupa sementara. Hari itu pun tiba. Sepulang sekolah aku dan teman teman yang lain segera pulang awal menuju rumah Jimmy mendahuluinya pulang untuk memberinya kejutan.

“Tok… tok… tok. Mah mamah Jimmy pulang Mah.” Setelah lima menit menunggu tak ada jawaban si mama. Tak sabar Jimmy pun membuka pintunya yang tak terkunci itu. “Kenapa lampunya mati, mah.. mah Mamah ke mana?” ujarnya dengan wajah pucat usai sembuh dari sakitnya. Tiba tiba Jimmy pun terkejut ketika lampu menyala terang. “Happi birthday Jimmy.” Semua teman teman sekelasnya mengucapkan selamat pada Jimmy termasuk aku. “Fadli.. Teman teman… Mamah.”
“Mamah sayang kamu nak.” pelukan mamahnya membuatnya terharu melihat kejutan tersebut.
“Sudah cepat tiup lilinnya Jim, keburu mati.”
“Baiklah.”

“Tiup lilinnya.. Tiup lilinnya… Tiup lilinnya sekarang…” belum selesai kami menyanyi. Jimmy pun jatuh terkapar lemas di lantai. “Jimmy!!!” teriak mamahnya. Karena panik, aku gelagapan menelepon dokter. Kami segera membawanya ke rumah sakit.

“Dok tolong selamatkan anak saya dok!” mohon mamahnya. Dokter menekan hening nadinya. “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Dia sudah tiada bu”. “Jimmy!!!” jerit mamanya dan seketika pingsan.

“Jim aku akan selalu bersamamu. Walau kita beda dunia.” ujarku memegang tangan dingin Jimmy dan menangis.

Cerpen Karangan: Nanda Dwi Irawan
Facebook: Nanda Dwi Irawan
Saya bersekolah di SMKN 4 Semarang. Tolong terima cerpen saya ini karena sudah banyak cerpen yang saya kirimkan belum lolos moderasi.

Cerpen Jimmy Bersamaku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bertemu Hantu Kepala Buntung (Part 2)

Oleh:
Mereka pun menelusuri jalan hutan belantara tersebut dengan harap-harap cemas. Setelah 1 jam mereka berjalan, mereka baru menemukan jalan berjalur warna merah. “Eh, lihat deh, itu jalur warna merahnya!”

Mama Adalah Segalanya

Oleh:
Ada seorang anak bernama lia. Lia adalah anak yang cerdas, baik dan kreatif. Ia tinggal di dalam keluarga yang sederhana. Lia termasuk kedalam anak yatim, karena ayah meninggal pada

Senyuman Seorang Sahabat

Oleh:
Hari ini cuaca sangat cerah. Seperti hari-hari biasanya, aku menyusuri jalanan untuk berangkat sekolah, aktivitas pedagang dipinggir jalan dan para pengamen dilampu merah sudah menjadi pemandanganku setiap hari. Letak

Buku Diary Dari Ibu

Oleh:
Dengan mata tersayut sayut tanganku tak hentinya merangkai kata demi kata yang kutulis kedalam buku diaryku yang hampir rampung. masih teringat dengan jelas ketika pertama kali aku mendapatkan buku

Ibu Apa Aku Anugerah Untukmu?

Oleh:
Pagi, namaku Nina, aku tinggal di Desa sukaraja bersama ibuku. Ibuku bekerja sebagai Desaigner baju, ibu juga sangat sibuk bekerja di sebuah griya butique Melati, karena kesibukan ibuku tersebut

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *