Kecewamu Menjadi Kecewaku Juga

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 27 April 2016

Aku menangis dengan diamku, tertawa di balik kesedihanku, aku tegar di pandangan tetapi aku rapuh di baliknya. Aku membutuhkan genggaman tetapi mereka yang ku harapkan seolah tak mengerti kesedihanku. Pengorbananku begitu cepat diabaikan tetapi kesalahan begitu mudah untuk selalu dikenang. Inilah aku gadis yang berumur 17 tahun, gadis yang berhijab dengan kulit yang hitam manis. Pagi begitu cerah jam menunjukkan 05:45, aku bangun dari tempat tidurku dan bergegas ke sekolah.

Hari ini aku tidak boleh terlambat seperti hari kemarin karena hari ini hari UAS-ku. Uhh.., aku pikir pagi ini aku terlambat lagi ke sekolah tapi untung aku tidak terlambat. UAS ini agak tidak menyenangkan karena aku duduk berjauhan dengan sahabatku yang bernama Aqilah karena gara-gara meja diurut sesuai urutan absen lagi. Tapi tak mengapa kami masih bisa kode-kodean jawaban hmm ini memang curang tapi mau bagaimana lagi keadaan yang membuatnya begitu. Aku dengan Aqilah bagaikan sepasang saudara kembar orang beranggapan seperti itu mungkin karena kita sering bersama.

Mata pelajaran UAS pertama selesai dilanjut lagi dengan Sejarah, mata pelajaran ini cukup susah untukku karena maklum gurunya menerangkan aku malah asyik dengar musik menggunakan headset jadi tidak kentara oleh gurunya. Aku pun bereaksi dengan aksi curangku, aku menyontek dengan teman yang berada di belakangku ia bernama Ita, tapi Ita ini orangnya paling tidak suka kalau jawabannya diperlihatkan orang lain. Nah kebetulan Ita ini dengan sahabatku Aqilah tidak terlalu akrab. Aqilah menkodeku, “No. 21?” Aku seolah tak peduli karena jawaban no. 21 itu jawaban dari Ita. Tapi aku tidak menyangka hal itu membuat Aqilah marah ia mengabaikanku, Aku terheran sampai sepulang sekolah karena ia pun tidak menungguku untuk pulang. Perjalanan pulang aku terus kepikiran tentang itu so aku mencoba meminta maaf lewat SMS tapi sayangnya ia mengabaikan pesanku. Aku tak menyerah aku terus mengiriminya pesan permintaan maaf hampir 10 kali sampai ia merespon pesanku.

“Tidak apa, tidak usah minta maaf kamu tidak salah,”
Lalu aku membalasnya lagi, “Kamu marah sama saya kan, maafkan aku!”
Aqilah meresponya lagi dengan kata yang membuatku terluka, “Aku tidak marah dengan kamu, tapi aku kecewa, tapi tidak mengapa aku sudah terlatih mengalami perasaan seperti ini,” aku terdiam bertanya apa yang telah ku perbuat akhirnya aku kepikiran tadi di sekolah, aku yakin pasti karena itu so aku menjawab pesannya.
“Aku tidak bermaksud seperti itu tadi, tapi aku bingung bagaimana aku bisa memberitahukan jawabannya tanpa diketahui oleh Ita, aku minta maaf.”

Aku tidak menyangka hanya karena itu ia mengabaikanku, aku terus menunggu respon pesanku dari Aqilah. Tak lama ada pesan baru di hpku dan itu pesan Aqilah aku bergegas membukanya, “Tidak usah terlalu salahkan dirimu, aku yang salah karena berharap denganmu, sahabat macam apa kamu? apakah ini namanya sahabat?” Aku terdiam membaca pesannya apa maksud pesan dari dia sampai-sampainya dia mengatakan hal seperti itu, aku tidak mampu merespon pesannya lagi.

Apa persahabatanku harus berakhir sampai di sini, kata-katanya seolah tidak ingin berharap lagi aku menjadi sahabatnya. Dia sahabatku yang terbaik, sahabat yang selalu menghapus air mataku tapi sekarang sampai hatinya ia mengatakan hal seperti itu. Aku rela mendahulukannya dibanding diriku sendiri tapi hal seperti ini dia harus mengabaikanku. Dia masih sahabatku atau bukan lagi, saat ini aku harus berjalan sendiri tanpa dia lagi di sampingku atau nantinya ia akan kembali padaku aku pun tidak tahu hal itu. Aku akan mencoba mengerti yang ia minta untuk tidak membuatnya terlalu berharap dengan diriku.

Semoga hal ini membuatnya lebih baik dan lebih senang. Sahabat yang menghapus air mataku dulunya kini ia yang membuatnya mengalir. Sahabat jika kesalahanku sudah membuatmu lelah selalu bersamaku maka aku akan yang menjauh agar aku tidak menjadi orang yang membuatmu terbebani. Canda dan tawa kita semoga akan terbangun kembali lagi nantinya. Meski kita nantinya tidak terlihat seperti sahabat lagi, tapi dalam hatiku engkau masih sahabatku. Aku senang kamu ada dalam kisahku. Aku menyayangimu, Sahabat.

THE END

Cerpen Karangan: Raoda
Facebook: Raodhaa Thul’Ruwaidah AqiLah

Cerpen Kecewamu Menjadi Kecewaku Juga merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sepatu Terbaik

Oleh:
“bangun, bangun. kita hampir sampe nih. heii” tubuhku diguncang-guncang dengan menyebalkan. membuatku reflek mendorong dan mencubit gumpalan daging yang bisa kugapai “AWWSS! sial dicubit” kudengar suara menggerutu di sela

The Competition

Oleh:
Sella menutup pintu kamarnya secara perlahan. ia pun menaruh tas dan merebahkan tubuhnya di atas kasur. ia mencoba memejamkan mata untuk membayangkan kembali kejadian hari ini. dimana dirinya teringat

Cowok Gila Satu Itu

Oleh:
“Ren, jalanmu terlalu cepat”, Andre berteriak sambil menguap karena mengantuk. Mendengar teriakan Andre, Reni menjawabnya dengan sewot, “EGP”. Kruuyuuk… kruuyuuk… “A… aduh… perutku lapar, aku belum sempat sarapan” “Huh!

Impian (Part 2)

Oleh:
Pesawat yang aku tumpangi sedang lepas landas. Alhamdulillah pesawat yang aku tumpangi lancar sampai Jepang. Ku segera turun, tiba-tiba ada seseorang yang bertanya kepadaku. “Apakah anda Cici Nuraeni?” tanyanya.

Nasib Si Anjing

Oleh:
Suatu hari di sebuah rumah, tinggallah seorang majikan bersama anjing betinannya yang sedang mengandung. Tak lama kemudian anjing betina itu pun melahirkan. Ia melahirkan 3 ekor anak anjing, hanya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *