Kehendak Tuhan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati, Cerpen Remaja, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 7 June 2015

Saya hanyalah seorang manusia biasa yang tidak sempurna dan penuh dengan kekurangan. April Tanggal 17 itu tanggal ulang tahunku, aku tak suka jika ulang tahun ku ini dirayakan atau dijadikan hari besar untuk diri ku. Dan tahun ini usia ku genap 15 tahun, aku masih tinggal bersama orangtua. Rumah yang ditinggali oleh keluarga ku cukup nyaman dan sederhana, dan menurutku itu tempat yang paling baik ke-2 dalam hidup ku, tapi kehidupan di sekolah adalah mimpi buruk bagi ku.

Kriiinggg!!!, Alarm berbunyi, aku segera beranjak dari tempat tidur ku dan segera menyiapkan barang barang untuk pergi sekolah. Mandi, makan dan akhirnya aku berangkat ke sekolah menuju tempat yang paling aku benci, tapi mau bagaimana lagi itu merupakan kewajiban ku. Gerbang sekolah selalu terbuka, tapi tidak untuk gerbang pertemanan. Di sekolah aku selalu diejek dan dikucilkan oleh teman-teman yang lain dan sering kali aku dijahili. Aku tak bisa berbuat banyak aku hanya pasrah. Di kelas aku bukanlah murid yang pintar, aku tak mempunyai sahabat dekat atau pun teman orang orang mengajak ku berbicara hanya untuk tanya jawab atau tugas saja selain itu tak pernah.

Indah sekali. Walaupun aku tak punya teman dan tidak merasakan hangatnya persahabatan, tapi untungnya aku masih bisa merasakan cinta. Ada seorang anak perempuan yang aku suka, dia berada di kelas sebelah, dia cantik dan pintar, tapi aku sebaliknya. Apakah mungkin? Sebenarnya aku sudah menyukainya sejak setahun kebelakang dan aku sudah menyukainya tapi aku tak pernah mengungkapkan rasa yang aku rasakan kepadanya. Mungkin dia satu-satunya penghibur ku di sekolah. Apes sekali hidup ku. Orang yang ku sukai kini sudah memiliki pacar dan aku iri terhadapnya. Sekarang sudah tak ada lagi hiburan di sekolah, rasanya aku ingin segera ke rumah dan menuju tempat terbaik ku yaitu “kamar ku sendiri”.

Aku mulai kecapean memikirkan orang yang aku sukai itu aku pun mulai berbaring di tempat tidur ku, inilah satu-satunya surga bagi ku. Mata ku sudah tak kuat lagi menahan rasa kantuk ini akhirnya aku tertidur. Ya, aku mulai tidur aku bisa merasakan aku mulai tidur, tapi mengapa aku bisa sadar aku mulai tertidur?! Tiba-tiba aku berada dalam dunia yang entah berantah. Suara ledakan tepat terdengar di sebelah telingaku, cahaya warna-warni yang tak jelas menghalangi pandanganku, tak ada jalan untuk diinjak dan… mengapa badan ku tak bisa ku gerakan?! Sulit sekali rasanya, tapi aku tetap rileks, rileks… sedikit demi sedikit tempat yang mengerikan ini menjadi tempat yang kosong dan gelap. Dan di tempat yang gelap ini aku mulai memikirkan orang yang paling ku benci dan di sana sedikit demi sedikit orang itu muncul, aku mulai memukulnya, dia melawan tapi aku di sini jauh lebih kuat, aku memikirkan senjata, dan senjata itu muncul di tangan ku, tanpa basa-basi lagi aku mulai membredelnya. Setelah itu semua, semua menjadi gelap kembali dan aku mulai tersadar dalam tidur, aku merasa puas karena bisa membalaskan dendam ku ini walau hanya dalam tidur.

Aku baru tersadar bahwa itu adalah mimpi dan anehnya aku bisa mengaturnya! Sesuka hati ku! “Hahahhahah” tertawa kepuasanku terlisankan. Mungkin hal yang sama ini bisa aku lakukan lagi malam besok, dan besok dan besoknya lagi dan terus sampai kepuasan ku terpuaskan. Mungkin nanti aku bisa memunculkan orang yang aku cintai, dan aku bisa bersamanya dalam dunia mimpi dengan kehendak yang bebas atau “Kehendak Tuhan”

Cerpen Karangan: Farhan Muharam Saleh
Blog: faktamuharam.blogspot.com
Seorang admin faktamuharam.blogspot.com

Cerpen Kehendak Tuhan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Warisan Duka

Oleh:
Malam pekat tanpa rembulan, mendung hitam menggantung di langit senja sejak tadi. Hujan seperti tercurah dari langit. Hatiku seperti mendung itu, sedari tadi aku menahan sesak di dalam dada

Drummer Band

Oleh:
DB Band baru kelar menyuguhkan lagu ‘Resigned’ dari Blur. Hmm sekali-kali bawa lagu Inggris Raya tidak apa-apa kan. Nick, pemain drum baru saja membereskan sound system di acara peluncuran

6 Desember

Oleh:
“Ya ampun.. Kakak belum bangun juga!” Terdengar suara Viza sedikit kesal karena melihat tempat tidur kami yang masih berantakan. Ditambah dengan sekujur tubuh yang tergeletak masih terlelap di atasnya.

My Secrets

Oleh:
Rhythm begitu indah terdengar. Genre musik apapun terdengar sama indahnya walau makna berbeda. Untuk malam yang sepi, hanya ditemani rhythm indah. Cerita hidup yang tak patut ditiru. berhenti melakukan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Kehendak Tuhan”

  1. abid navare says:

    itu namanya LD (LUCID DREAM) coy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *