Kejadian Almh Supiah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kisah Nyata, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 4 December 2014

Ku pandangi jalan yang pernah memakan korban. Memandangi jalan itu air mataku menitik terasa sedih mengingat kejadian 4 bulan yang lalu.

Alkisah…
Pas di hari jumat, ku lihat banyak sekali sepeda motor berhenti di jalan itu. Tak kusangka kecelakaan itu terjadi pada kak supiah (ixa) dan pada kak tasya (viiib). Semua orang yang mengenal kak supiah dan kak tasya menangis, termasuk aku dan sahabatku sendiri. Lalu, ayahku menelepon salah satu saudara kak supiah bahwa kak supiah dan kak tasya kecelakaan. Mereka pun dibawa menggunakan mobil yang menabrak mereka ke puskesmas setempat.

Sesampainya di puskesmas, kak maya menangis dengan keadaan kak tasya. Aku pun menangis karena aku gak sangup membendung air mataku. Lalu kak supiah dibawa ke rumah dukun urut. Dan kak tasya dibawa ke rumah sakit umum.

Setelah beberapa hari…
Kami pun mau menjengguk kak tasya di rumah sakit. Tapi, karena kak tasya gak ada lagi di rumah sakit. Katanya kak tasya yang dibawa ke rumah sakit pekanbaru. Maka, kami pun menjenguk kak supiah ke rumah dukun urut. Rupanya dugaan kami salah, justru kak supiah dibawa ke rumah sakit pekanbaru karena penyakit kak supiah sudah parah. Dan hanya kak tasya di rumah itu.

Besok paginya…
“ye… Ye kak supiah meninggal jadi… Kita bisa pulang cepat” sorak zizi temanku. “apa zi.. Kak supiah meninggal?” tanya latifah sahabatku pada zizi. “iya tadi aku dengar dekat kelas ixa kakak kakak pada nangis semua” jawab zizi dengan santai. Tiba tiba sahabatku terjatuh lemas dari tempat duduknya sambil menangis. Aku pun gak sanggup menahan air mata ini. Aku dan latifah sudah menagis, tinggal mazni yang tidak menangis. “kita keluar kelas yuk!” bujuk mazni pada aku dan latifah.

Ketika aku, latifah dan mazni keluar kakak kakak kelas pada nangis semua. Dan kami pun pada jatuh lemas dan menangis histeris pada kejadian itu. Akhirnya kami pun sudah siap acara kenduri kak supiah. Dan menziarahi makamnya kak supiah.
Walaupun kak tasya udah sehat wal afiat aku masih sedih…

Ibu guru kami cerita pada kami bahwa kak supiah ingin sekali sepeda motor baru dan hp baru. Orangtuanya masih belum sanggup membeli sepeda motor baru. Tetapi hp impiannya sudah terbeli

Tamat

Cerpen Karangan: Tiara Rinanty
Nama: Tiara rinanty
Kelas: VIIA
Sekolah: MTsN pelintung kota Dumai
“Maaf kak jika kakak marah pada Tiara tapi ini kisah paling menyedihkan semasa hidup Tiara”

Cerpen Kejadian Almh Supiah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Membenam Rasa Kepedihan

Oleh:
Hati ini belumlah lupa bagaimana ia menilaiku. Tak melihatku dan semakin melupakanku, terdiam tiba-tiba aku di tepi jembatan kota jakarta ini. Dengan berlinangan air mata dalam hati ku pantulkan

7 Kata Terakhir Dari Sahabatku

Oleh:
Namaku Febri, aku berumur 13 tahun. Aku tinggal bersama ayah dan ibuku di sebuah rumah sederhana di pinggiran kota. Aku mempunyai seorang sahabat yang bernama Dwi. Aku kenal dia

Sakit Ya Mas?

Oleh:
Aku menghempaskan tubuhku kasar. Dress merah marun masih melekat di tubuhku yang berkeringat. Benar-benar mengecewakan. Rasa sakit ini kurang ajar sekali. Sangat menusuk ulu hati. Dasar nggak tahu diri.

Saya Margareta

Oleh:
Nama saya Margareta saya berumur 14 tahun. Nama Margareta diambil dari nama seorang Santa, dalam agama Khatolik nama Santa atau Santo sangat penting. karena dengan nama itu kita diharapkan

Setangkai Mawar untuk Afsha (Part 1)

Oleh:
Bogor masih terlelap. Bulan masih bersembunyi di balik awan gelap. Afsha membuka matanya perlahan. Jantungnya masih berdetak. Nadinya masih berdenyut. Mulutnya masih mampu mengucap kata hamdallah. “Alhamdulillahirabbil’alamin.” Afsha mengucap

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *