Kenangan Pada Sebuah Sapu Tangan Hijau

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 4 September 2017

Jam dinding menunjukkan pukul 4 sore. Aku mulai membersihkan kamarku, karena besok pagi aku akan pindah ke daerah Bandung. Aku mulai membersihkan lemari pakaianku, kasurku, dan almari kenanganku bersama sahabat sahabatku. Ketika aku mulai mengemas almari kenanganku, aku menemukan sebuah sapu tangan berwarna hijau. Aku teringat akan sesuatu hal dengan sapu tangan itu. Aku menerimanya dari salah satu sahabatku yang bernama Andi. Ketika itu aku berada di rumah nenekku yang berada di Malang, Jawa Timur.

Ketika aku sedang duduk di teras, Andi mengantarkan kue lapis pesanan nenekku. Saat ia akan masuk ke rumah nenekku, aku mencegatnya dari pintu. Aku ingin berkenalan dengan Andi. Andi orangnya memang pemalu, ketika pertama aku tanyai, Andi tidak menjawab, bahkan ia menundukkan kepalanya. Aku pun segera mengatakan bahwa aku ingin menjadi sahabatnya. Andi pun mengenalkan dirinya dengan malu malu.

Suatu hari, aku mengajaknya ke alun alun kota Malang. Andi merasa senang ketika aku mengajaknya ke alun alun Kota. Namun, ketika aku mengajaknya berlari lari, tiba tiba hidung Andi mengeluarkan darah. Ia pun mengajakku pulang ke rumah. Sebelum pulang ke rumah aku dan Andi sudah berjanji bahwa besok pagi akan bertemu di Balai Desa. Namun, ketika aku ingin menemuinya yang aku temui adalah sepucuk surat dan sapu tangan berwarna hijau. Isi suratnya adalah seperti ini.

Sahabatku, maaf jika aku tidak memberitahu kamu tentang hal ini, karena aku tidak ingin membuatmu sedih. Sebenarnya selama ini aku mengidap kanker yang sangat ganas. Kata dokter, kanker itu bernama rabdomiosarkoma, dan kini aku sudah mencapai stadium 3. Kata dokter, aku tidak akan bisa hidup lama lagi. Mungkin, saat kamu telah membaca surat ini, aku sudah tenang di sisi tuhan. janganlah engkau bersedih atas kepergianku, selamat tinggal sahabatku.

Aku membaca surat itu dengan menangis. Tak lama setelah itu, aku pergi ke rumah andi. Ketika aku memanggil andi, yang keluar adalah wanita separuh baya, yang ternyata wanita itu adalah ibu andi. Aku bertanya “di mana andi, tante?” lalu ibu andi pun menjawab “andi sudah meninggal, dan jenazahnya kemarin dikuburkan. Aku bertanya lagi “di mana jenazah andi dikuburkan tante?” lalu ibu andi pun menjawab “ibu tidak tahu namanya, mari saya antarkan saja ke kuburan andi”
Sesudah sampai di kuburan andi, aku mendoakannya dengan penuh tangisan.

Tak terasa, jam dinding di kamarku sudah menunjukkan pukul 8 malam, dan aku pun meneteskan air mata yang sangat banyak. Aku kembali mengemas barang barangku, dan segera tidur. Selamat tinggal sahabatku, semoga dirimu bahagia di sisi tuhan.

Cerpen Karangan: Galang Riki Ramadhan
Facebook: RikiRama
Galang Riki Ramadhan SMP 1 Ungaran

Cerpen Kenangan Pada Sebuah Sapu Tangan Hijau merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Menjaring Matahari

Oleh:
Senja ini begitu memukau rupanya, sinar mentari yang menghiasi Desa Segea, Maluku Utara. Capung yang terbang bebas di mega semesta, menari tarian bidadari jelita, dan menyanyi senandung simfoni milik

Aku, Hidup, dan Dina

Oleh:
Suara sirene itu membangunkanku, aku harus segera pergi dari sini. Petugas penertiban sebentar lagi akan datang dan menjerat kami, menjerat aku dan puluhan gelandangan lain yang sedang terlelap. Aku

Roo dan Na

Oleh:
Kring… kring… wekerku berbunyi dengan sangat kencang sehingga menganggu pendengaranku. Aku masih segan untuk bangkit karena mataku yang masih ingin terpejam. Aku keluar dari kamarku dengan rapih, siap untuk

Salah Paham

Oleh:
Sebuah kata cinta terpampang besar di depan pintu kamarku. Sebuah ungkapan yang ku simpan selama ini kepada seseorang. Ungkapan yang pertama dan penuh perasaan yang telah ku buat tapi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *