Kenangan Terakhir Bersama Gino

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 4 April 2016

“Guk.. Guk..” aku dan Gino sedang bermain di taman. Gino adalah anjing yang setia sekali, aku sudah mempunyai banyak kenangan bersama Gino dan kenangan itu tidak ingin aku akhiri. Pada saat itu, “Gino ayo pulang..” ajakku. Dia tidak ingin pulang dia hanya ingin terus bermain. “Gino ayo pulang…” ajakku lagi. Dia tetap tidak ingin pulang, entah apa yang dipikirkan oleh Gino. Hari sudah mulai gelap. Gino masih saja tidak ingin pulang. (Aku gendong saja si Gino) batinku. Aku pun mengangkat Gino dan membawa Gino pulang.

Di rumah…
“Bu aku pulang!!” teriakku dari depan pintu.
“Nak, kenapa kau telat pulang?” tanya ibu dengan khawatir.
“Tadi Gino tidak ingin pulang Bu, Gino tetap ingin bermain di taman. Dan akhirnya aku menggendong Gino supaya Gino pulang…” jelasku panjang lebar ke ibu.
“Ya sudah, ayo cepat mandi lalu makan…” jawab ibu. Aku pun langsung bergegas mandi.
Seusai mandi, “Guk… Guk… Guk…” Gino menggonggong kepadaku. “Ada apa Gino?” tanyaku. Gino berlari-lari, Gino menunjukkan kepadaku kalau ia ingin bermain ke luar.
“Gino ini sudah gelap, sudah malam..” jawabku memberitahu Gino. Tiba-tiba Gino menggigit bajuku dan menarikku.
“Gino!!! Lepaskan!!” teriakku terhadap Gino, Gino tidak menghiraukan perintahku. Dia tidak biasanya seperti ini.

Aku sampai di taman dengan ditarik oleh Gino. “Gino… Hari sudah gelap…” kataku memberitahu Gino. Gino tidak menghiraukan ia terus ingin bermain bersamaku di taman.
“Baiklah, aku akan menuruti maumu, tapi hanya kali ini saja ya Gino..”
“Guk…” jawab Gino seperti berkata.
“ya…”. Aku dan Gino bermain sampai malam dan malam.

Di taman sepi sekali dan Gino pun sepertinya senang setelah aku menuruti maunya bermain di taman bersamaku. “Gino aku sudah lelah, ayo kita pulang..” ajakku. Kali ini ia menuruti perintahku, ia pun pulang bersamaku. Di alam mimpi, aku bermimpi Gino pergi meninggalkan diriku. Aku pun terbangun, Huft…, ini hanya mimpi, batinku. Tapi aku tetap khawatir mimpi itu menjadi kenyataan. Aku berusaha tidur kembali, dan akhirnya aku bisa tidur terlelap. Paginya….

“Huaaamm..” aku menguap, lalu melihat jam. Sudah pukul 5 pagi. Aku pergi untuk mandi. Setiap pagi hari aku selalu mengajak Gino olah raga, walaupun kemarin aku dan Gino bermain di taman hingga larut malam. “Gino.. Ayo kita berolah raga..” ajakku. Ia tidak bangun walaupun tubuhnya sudah ku guncangkan.
“Gino?” aku pun kembali mengguncangkan tubuhnya. Apakah mimpi itu menjadi kenyataan sekarang? batinku menahan tangis.

“Gino.. Gino… Ayo bangun…” akupun mulai menagis.
“Gino ayo bangun.!!!” paksaku kepada Gino supaya bangun. Gino pun tidak kunjung bangun, apakah Gino sudah tiada?
“Gino!!!” teriakku. “Gino ayo bangun!!” aku menangis dengan keras.
“Ada apa Nak?” tanya ibu, “Ibu mendengar kau menangis..”
“Ibu… Gino… Gino sudah tiada..” jawabku.
“Sudahlah Nak, mungkin memang sudah waktunya Gino pergi..” ujar ibu. Aku hanya menangis.

Gino aku kuburkan di halaman belakang rumah. “Gino apakah kemarin adalah kenangan terakhirku bersama dirimu?” tanyaku. “Kenapa kau pergi? Kenapa kau membuat kenangan terakhir kita?” aku terus bertanya. Sekarang aku kesepian, tidak ada Gino yang selalu membuat kenangan. Dan tidak pernah terjawab pertanyaanku saat itu. “Terima kasih Gino, kau telah membuat kenangan yang indah bersama diriku..”

Cerpen Karangan: Redvana Aryana Sakura
Facebook: Sakuraredva

Cerpen Kenangan Terakhir Bersama Gino merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Menanti Bintang Bersinar

Oleh:
“Doni, sudah waktunya belajarr!!!” teriak ibu dari luar kamar Doni. Doni tetap sibuk memandang dan memainkan gamesnya di depan komputer. “Dasar anak ini!” ibu mulai jengkel. Doni namanya, anak

Tragedi Teh Obeng

Oleh:
Pada liburan semester, Jenifa, Bu Jenna (Ibunya Jenifa), Ayah Jeffry (Ayahnya Jenifa), dan Jenita (kakak kandung Jenifa), Berlibur ke Malang, Jawa timur. Mereka Pertama naik pesawat menuju bandara Juanda,

I Love Nature

Oleh:
“huh, panas banget hari ini” kata santi seraya mengusap keringat yg mengalir di pelipisnya. “iya nih, makin hari makin panas aja” tambah Lilis. “makanya, kita ini harus ngurangin penggunaan

Liburan Santai di Pantai

Oleh:
Hari ini hari Minggu, hari dimana aku biasa tidur tiduran. Akan tetapi, aku terbangun dari tempat tidurku. “Kringgg… Kringgg… Kringgg” bunyi alarm akhirnya membangukanku dari tidurku. Aku pun terbangun

Cerita Yang Tak Berujung

Oleh:
Pada zaman dahulu kala hidup seorang Raja yang bijaksana, baik dan suka membantu rakyatnya. Salah satu kegemaran Raja ini ialah suka mendengarkan orang bercerita. Raja sudah sering kali mendengarkan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Kenangan Terakhir Bersama Gino”

  1. Yacinta Artha Prasanti says:

    Bagus…sampe sedih baca nya! Karena aku juga suka anjing dan punya 2 anjing..tapi maaf ada kritikan sedikit untuk kamu.Kalau mau ngasih nama anjing jangan kayak nama orang ‘gino’ itu kan nama orang.Walaupun buat cerita atau tidak,orang yang punya nama Gino bisa marah dan tersinggung…Oke,cuma itu doang,terus berkarya!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *