Kenangan Yang Terakhir

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 30 November 2016

Sinar matahari telah menyinari kamarku dan aku terbangun dari tidur lelapku, ternyata hari sudah pagi waktu menunjukkan pukul 05.25 aku langsung bergegas untuk mandi karena aku akan berangkat ke sekolah.

Di sekolah seperti biasa, aku selalu bertemu sahabat terbaikku di depan gerbang sekolah, mereka bernama Gisya Rini dan Faya, Gisya itu orang yang paling cerewet di dunia dan paling sok manis di depan cowok, kalau Rini itu orangnya selalu ngelawak, konyol dan kadang lawakannya itu nggak lucu sama sekali tapi dia orangnya asik dan ini sahabat curhatku yang paling baik yaitu Faya, dia itu orangnya asik diajakin curhat, tapi agak pendiam, kalau aku curhat pasti selalu dikritik yang baik baik pokoknya baik banget deeh
Kami berempat adalah sahabat yang ngertiin satu sama lain loh, kita selalu kompak, banyak suka duka yang telah kita lalui bersama, kita selalu main bareng, ketawa ketawa bareng dan kita itu juga sering ngelakuin hal yang konyol konyol.

Hingga suatu hari kita sengaja janjian main bareng ke pasar malem, “Kita main yuk, pada mau nggak?” kataku “hmm oke tapi mau kemana?” Jawab Faya “kalo ke pasar malem gimana? Nanti malem, tempatnya nggak terlalu jauh kok, mau nggak?” jawab Gisya “boleh boleh, kita ketemuan dimana nanti?” Jawabku “di rumahku aja, semuanya ke rumahmu tempat pasar malemnya deket sama rumahku, di rumahku aja ya? Kata Rini “Ya oke lah nanti kita ke rumah Rini jam 18.30 yah setuju nggak?” kata Faya “Iya setuju” jawab gisya rini dan aku bersama sama.

Waktu pun menunjukkan pukul 18.25 aku pun langsung berangkat ke rumah Rini, ternyata sudah ada Gisya disana. “Heyy aku telat yah sorry” kataku “nggak kok Faya juga belum dateng dari tadi” jawab Rini. Sudah beberapa menit yang cukup lama, akhirnya Faya datang dengan muka pucat “maaf temen temen aku telat, kalian pasti udah nunggu lama yah?, maaf yah” kata Faya. “Ya udah lah, ayo kita berangkat” kataku, “Eeh tapi tunggu sebentar deh, Faya kok mukamu pucat, kamu sakit?” kata Gisya “nggak, aku nggak papa kok, cuma agak pusing aja tadi, tapi nggak papa, ayo berangkat lah” kata Faya “ya udah kalo nggak papa, ayo berangkat” kata gisya. Kami pun menghabiskan waktu bersama di tempat itu kita ketawa ketawa bareng di tempat itu, hingga waktu menunjukkan pukul 22.30 ternyata hari sudah larut malam, pada saat itu pun hujan deras mengguyur tempat itu, kami pun pulang ke rumah masing masing dengan keadaan basah kuyup karena kehujanan.

Hari demi hari telah kita lewati bersama, tetapi sejak saat itu Faya sering tidak telihat di sekolah, apa dia sakit? Atau dia pindah sekolah. “Rini akhir akhir ini aku jarang lihat Faya di sekolah, kamu tau Faya dimana?” tanyaku “aku juga nggak tau sejak kita main bareng ke pasar malem, Faya sering nggak masuk di sekolah, aku juga nggak tau kenapa” jawab Rini. Tiba tiba Gisya datang dengan membaea berita mengejutkan “Heyy temen temen kalian udah tau? Faya sakit, dia dirawat hampir satu bulan di rumah sakit, ibunya tadi kesini dan membawa surat izin tidak masuk” kata gisya “hah? Faya sakit? Sakit apa? Dari kapan? Apa sakitnya parah? Gimana?” kataku dengan terkejut “aku juga nggak tau, kita jenguk aja nanti pulang sekolah.”

Bel pun berbunyi, itu pertanda sekolah dibubarkan, semua siswa siswi pulang ke rumah, sedangkan aku Gisya dan Rini langsung ke rumah sakit untuk menjenguk Faya. Di rumah sakit ada ibu Faya yang sedang menangis dan memelukku. Ibu Faya pun menceritakan semuanya kepadaku. Setelah aku mendengar cerita dari Ibunya Faya aku terkejut ternyata Faya mengidap penyakit yang serius, Faya mengidap kanker darah stadium akhir, telah divonis oleh dokter umur Faya sekitar 1 bulan lagi dan itu pun tidak memungkinkan. Aku pun menangis. Aku melihat Faya berbaring lemah di rumah sakit aku memeluknya. “Faya kamu kenapa? Kok kamu kaya gini?”, “Aku nggak papa kok, aku mungkin cuma kelelahan dan aku harus beristirahat, beneran aku nggak papa”. Aku terus memeluknya dan menangis tersedu sedu. “Kok kamu nangis? Kenapa? Apa ada masalah? Cerita aja sama aku”. Kata Faya, “aku nggak nangis kok, siapa bilang aku nangis”, “nggak usah diumpetin, aku nggak kenapa kenapa kok”.
“Fisya, Gisya, Rini makasih ya udah pernah hadir di hidupku udah jadi sahabat paling baik di hidupku, semua kenangan kenangan kita jangan dilupain yah aku sayang sama kalian, aku lelah aku nggak kuat lagi, mungkin sebentar lagi aku akan pergi jauh dan nggak akan kembali, jangan lupain aku, makasih buat kenangannya, kenangan paling indah di hidupku, makasih.”

Faya pun perlahan lahan menutup mata dan pergi sangat jauh, semua menangis dan suasana saat itu sangat haru.
Selamat tinggal dan selamat jalan sahabatku aku selalu mendoakanmu, semoga kau tenang di sisiNya sahabat, kenangan indah kita selalu aku ingat. Selamat tinggal.

TAMAT

Cerpen Karangan: Fatimatuz Zahra
Facebook: Fatimatuz Zahra

Cerpen Kenangan Yang Terakhir merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sesosok Monster

Oleh:
“Dan peringkat pertama kelas kita pada semester pertama ini diraih oleh…” ucap Bu Vira secara perlahan. Semua murid tampak duduk dengan rapi dan tenang. Tak ada seorang pun yang

Pesan Dari Ibu

Oleh:
Embun dipagi buta, ibu membangunkan tiara dan tito untuk segera bergegas berangkat sekolah. Tiara dan tito sedang rapi-rapi untuk pergi ke sekolah sedangkan ibu mempersiapkan sarapan untuk tiara dan

Kehilanganya

Oleh:
Aku memcoba membukakan mata ku, yang terbangun dari mimpi indah ku, sorotan sinar mentari memantul ke arah jendela kamar “ya ampun sudah siang” gumam ku dalam hati segera ku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *