Kenapa Kau Meninggalkanku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Persahabatan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 17 August 2016

Hai namaku putri lebih tepatnya daniela putri. Aku nmempunyai kakak yang bernama shafira putri, dan adik yang bernama aprillia putri. Cukup sudah perkenalannya langsung ke cerpen aja yuk.

“Putri, bangun udah siang lo, nanti telat,” Ujar ibu yang sembari membangunkanku. Aku melihat ke arah jam, ternyata sudah jam 09.00, aku terkejut dan bertanya pada ibu “Ibu kok nggak ngebangunin aku!”, tanyaku. “Kamu sih, dibangunin dari jam 06.00 nggak bangun-bangun sekarang baru bangun” Ucap ibu dengan tertawa sinis. Setelah mandi aku langsung ke sekolah didahului berpamitan dengan ibu “Assalamualaikum bu,” “Waalaikum salam, nak” Sembari ibu mengecup keningku.

Aku lalu ke sekolah takut telat dan ternyata, saat aku masuk, ibu guru belum datang dan fyuh, saat aku duduk di bangkuku ibu guru beranjak masuk dan mengucapkan “Assalamualaikum anak-anak, kita akan memulai pelajaran matematika, dan setelah istirahat akan ada ulangan sains, harap belajar supaya mendapat nilai yang bagus,” Ucap bu guru sambil menjelaskan. “Waalaikum salam bu,” balas anak-anak. Mereka pun memerhatikan pelajaran yang disampaikan bu guru dengan baik hingga tiba-tiba bel istirahat berbunyi semua siswa berhamburan ke luar kelas terkecuali putri dan kamilia mereka bersahabat makan bersama, ke kantin bersama semuanya bersama kecuali kegiatan pribadi.

Mereka sedang belajar bersama untuk ulangan nanti dan saat mereka ingin ke kantin tiba-tiba bel masuk kelas berbunyi dan ulangan pun dimulai waktunya 90 menit untuk mengerjakannya. Waktu 90 menit pun berlalu, semua siswa mengumpulkan ulangannya dengan gugup kecuali putri dan kamilia mereka mengumpulkannya dengan rasa percaya diri. Waktu pembagian mereka dipanggil oleh guru dan berkata “Selamat, kalian dapat 100,” Aku dan kamilia pun langsung terkejut ketika mendengar ucapan bu guru.

Bel tanda pulang pun berbunyi semua siswa langsung berhamburan keluar kelas ingin cepat pulang begitupun kedua sahabat itu mereka pulang bersama walaupun jalan pulangnya berbeda. Sesampainya di rumah aku makan siang kemudian tidur siang.

1 hari pun berlalu aku berangkat sekolah menyapa kamilia tetapi, anehnya kamilia tidak membalas sapaanku aku tidak tahu mengapa kamilia begitu kepadaku aku tanya perihal sebabnya tetapi kamilia tidak menjawab satu patah kata pun. Aku menayakan kenapa kamilia begitu kepada tania tetapi, saat menceritakannya dia terlihat sangat sedih dan menganggapku gila dia mengatakannya dengan menangis “Put, kamu udah gila ya kamilia itu udah meninggal hiks… Hiks… Hiks Gara-gara kecelakaan, waktu kamu pulang bareng sama dia, dia itu ditabrak motor dan dibawa ke rumah sakit tetapi, dia tidak dapat ditolong dan meninggal dunia,” “Tetapi, kenapa tidak ada yang memberitahuku?” “Karena teman-teman yang lain dan ibu guru takut menceritakannya karena kau akan sedih dan tidak akan masuk sekolah selama beberapa hari dan murung,” “Kalian tega!” Ucap putri sembari menghampiri tempat makam kamilia berada dan mengiringi doanya.

Setelah lega, putri pulang ke rumahnya dengan menangis “Hiks… Hiks… Hiks” “Kamu kenapa put,” “Kamilia bu, kamilia” “Ada apa dengan kamilia” “Kamilia meninggal” “Kok! Bisa meninggal?” “Kamilia kecelakaan, karena ditabrak motor” “O… Ya udah kamu ke kamar dulu ya ibu buatin makan” “Iya bu” Sembari memeluk ibu.

Sabila Salma lahir di Semarang pada tanggal 13 Mei 2007. Sekarang bersekolah kelas 3 SD Muhammadiyah Semarang.

Cerpen Karangan: Sabila Salma Putri Wahyuhadi
Facebook: Sabila Salma

Cerpen Kenapa Kau Meninggalkanku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Berawal Dari Sahabat

Oleh:
Tak terasa sudah hampir 3 tahun aku di sekolah ini dan akan segera pergi meninggalkan sekolah ini. “Hai tari, lagi mikirin apa sih?” suara romi memecah lamunan ku “Hai

Duda Dua Versi

Oleh:
Seperti biasa kami berkumpul di kos-kosan putri sepulang dari mengajar. Membicarakan segala hal yang menarik sambil menunggu jam makan siang. “Mu.. ada yang mau aku sampaikan.” Anwar memulai pembicaraan.

Janji Yang Tak Dapat Ditepati

Oleh:
Di sebuah rumah sakit besar di Tokyo, seorang Ibu sedang menjalani proses persalinan. Hingga akhirnya sang buah hatinya pun lahir ke dunia ini. Suara tangisan pertama sang bayi membuat

Aku Rindu Kedamaian

Oleh:
Malam dingin menemani, simpang siur suara jangkrik yang khas menjadi musik pengiring tidur. Ku lihat jam dinding menunjukkan pukul 22.00, mataku belum ingin terpejam masih beradu pada pena dan

Kesalahan

Oleh:
Matahari bersinar menampakkan wajahnya dan kegelapan pun pudar dari langit perkenalkan namaku Siska. Aku bersekolah jauh dari rumah, jauh dari keluarga tapi aku tidak sendirian, aku bersama teman baikku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *