Kepergian Seorang Teman

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Perpisahan, Cerpen Persahabatan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 23 August 2014

Mentari telah bersinar terik. Sang burung pun hilir mudik berterbangan. Jalan raya padat tak bersela, itulah pemandangan yang selalu kulihat ketika aku berangkat sekolah. Kenalin gue zenita putri azzahra, gue sekolah di SMA HARAPAN BANGSA kelas XI IPA.

Waktu itu gue lagi pelajaran tapi salah satu temen gue gak ada. Dan gue baru sadar kalo dia gak ada pas gue istirahat. Biasanya gue ngobrol sama dia, tapi ini kerasa ganjil dan beda banget. Gue gak tau kenapa dia gak berangkat mungkin dia sakit, atau lagi lomba karena yang gue tau dia itu atlet sepakbola putri.

Besoknya gue berangkat ke sekolah, tapi temen gue yang satu itu belum juga masuk. Dan kabar yang gue denger dia keluar dari sekolah. awalnya gue gak percaya tapi besoknya gue percaya. karena waktu itu, pada jam pelajaran bahasa inggris. gue izin ke kamar mandi sama temen gue namanya bella. gue lihat di depan deket ruang pembayaran ada orang yang gak asing lagi buat gue. Yak dia orang yang selama ini gue cari namanya raquel, dia sama ibunya mau ngurus surat kepindahan. Gue samperin lah dan kita sempet ngobbrol. “raquel, lu kenapa beberapa hari ini gak masuk?. gue kangen banget tau sama lu.” Tanya gue
“iya sorry nit gue mau pindah.”
“loh… loh.. lohh?.. udah dipikir mateng-mateng itu.”
“iya gue juga udah yakin mau pindah”
“ya udah deh terserah lu.” Ucap gue pasrah
“sorry ya.”
“iya gak papa.” Udah gitu gue balik ke kelas sama bella dan gue ngebilangin ke temen deketnya dia dan ke ade sepupunya dia namanya aurel. Mereka pun izin untuk ke kamar mandi dan menemui raquel.

1, 2, 3, 4, 5 menit, mereka balik ke kelas. tapi gak dengan aurel, dia nangis dan dia gak mau masuk kelas kalau raquel gak masuk. Akhirnya guru yang mengajar mengizinkan raquel masuk ke dalam kelas sekalian untuk perpisahan.

Kelas pun hening tak ada suara terdengar hanya isakan tangis memenuhi ruangan dia berbicara di depan kelas “temen-temen gue mau pamit besok gue udah gak bisa bareng kalian lagi gue bakalan pindah sekolah” Kelas pun semakin tak terkendali isakan tangis semakin terdengar apalagi ketika pak guru menyuruh raquel untuk menyalami kita satu per satu. Raquel pun sama dengan gue dan kawan-kawan, dia juga gak bisa ngendaliin air matanya untuk gak turun dari pelupuk matanya.

Setelah raquel pergi semua belum terkendali normal, keadaan masih penuh tangis dan air mata. Terutama aurel dan laura mereka adalah temen deketnya raquel banyak kenangan yang mereka lalui bersama. dari sedih, senang, susah, duka mereka lewati bersama, hingga akhirnya laura meminta izin untuk ke kamar mandi diikuti dengan raisa, renia dan bella.

Di kamar mandi laura menjadi-jadi dia terus menghantam tembok hingga tangannya berdarah. Semua mencoba mengendalikannya dan akhirnya dia berhasil dibawa masuk ke dalam kelas.

Gue sadar, perpisahan mungkin terjadi. tapi janganlah terlalu lama menangis dengan perpisahan. percayalah kita akan bertemu kembali di suatu saat nanti. dan akan tertawa dan tersenyum dalam jangka waktu yang cukup lama.

Cerpen Karangan: Diana
Facebook: Diana Putri Handayani

Cerpen Kepergian Seorang Teman merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Menelusuri jejak sang pencerah

Oleh:
Penguasa siang nampak terbakar oleh kobaran api dan menyemburkan cahaya panas yang menghujam ke permukaan bumi, suara desingan mesin-mesin robot jalanan menambah kepenatan saat itu, deru kereta api terdengar

Seribu Makna Sebuah Kanvas

Oleh:
Sebuah Surat Untuk Hiruka, Oktober 2013 Hei, aku tidak tahu untuk apa aku menulis surat ini untukmu. Sebuah surat tak beralamat. Aku memang tidak akan mengirimkannya. Rasanya mustahil mengirimkannya

Rahasia Ayu

Oleh:
Suatu hari, saat itu cuaca sangat cerah, dan panas menyengat sinar matahari dapat dirasakan hingga ke tulang rasanya. Terdengar suara merintih sakit yang dialami oleh anak keluarga Bapak amri.

Helena

Oleh:
Pada malam jumat aku pulang malam dari rumah temanku, sekitar jam sebelas malam aku baru sampai gerbang komplek dan dari gerbang komplek ke rumahku butuh waktu kurang lebih sepuluh

Pelangiku Yang Telah Hilang

Oleh:
Aku menunggu pelangi datang dalam derasnya hujan. Derasnya hujan memberiku harapan datangnya dia. Hujan semakin deras, namun dia tak kunjung datang. Semakin derasnya hujan, aku ragu akan kedatangannya. Bahkan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *