Kesalahan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 30 August 2017

Matahari bersinar menampakkan wajahnya dan kegelapan pun pudar dari langit perkenalkan namaku Siska. Aku bersekolah jauh dari rumah, jauh dari keluarga tapi aku tidak sendirian, aku bersama teman baikku dia bernama Refika, kami satu sekolah dan satu kosan.

Kami berdua memiliki banyak kesamaan yaitu kami sama pintar menari tradisional dan kami juga pintar dalam seni pencak silat, kami juga banyak mengikuti pertunjukan tari maupun pencak silat, kami juga satu bangku dan satu kelas. Tapi kadang aku merasa bosan dan marah saat temanku yang lain berkata seperti ini.

“Mana fika?? Biasanya bareng” ucap salah satu dari mereka.
“Emang aku harus bareng your terus gitu?” ucapku menyindir dan sedikit emosi.

Saat naik kelas 2 SMA kami tidak satu kelas lagi. Aku duduk sebangku dengan Vika dia anak yang baik tapi kadang dia sangat mengganggu dan juga menyebalkan, dia sangat pandai dalam bahasa inggris, tapi aku sangat ingin mengalahkan dia dan aku yakin aku lebih pintar daripada dia.

Pada suatu hari ada perlombaan tingkat SMA salah satu perlombaannya adalah tari tradisional, aku sangat senang ketika mendengar adanya perlombaan tersebut. Para peserta dipilih dari siapa saja yang dapat menari dengan lemah gemulai akan menjadi salah satu peserta yang dilombakan.

Aku berlatih dengan keras dan berharap dapat lolos dan mengikuti perlombaan tersebut, aku lolos dalam babak pertama dan didapatkan 4 orang yang lolos yaitu Refika, Sofie, Kinanti dan Aku. Tetapi hanya 3 orang yang akan dilombakan.
Aku semakin giat berlatih dan berharap aku sangat ingin mengikuti perlombaan tersebut. Penentuan pun dimulai, kami berkumpul dan menunggu hasil dari guru.

“Siswa yang akan mengikuti perlombaan adalah Refika, Sofie, dan…”
Jantungku berdetak lebih kencang, kepercayaanku pun menurun dan berpikir bahwa Kinanti pemenangnya, tidak mungkin dia memilihku apalagi dengan bentuk tubuhku yang tidak cocok bagi seseorang penari.
“Siska!!!”
“Alhamdulillah… horee!!!!” ucapku bahagia, aku langsung berpikir bahwa usahaku selama ini tidak sia-sia.

Pemberitahuan itu sangat memberiku semangat untuk terus berlatih tanpa lelah, bersama teman-temanku yang selalu menyemangatiku. 2 hari latihanku terus berlalu dan melakukan dengan baik dan sebisaku. Lalu temanku Sofie yang juga satu kosan denganku memberitahukan sesuatu padaku.
“Sis, katanya kamu mau diganti sama Kinanti??” Ucapnya.
“Ndak tau aku, aku juga belum diberitahu” Ucapku. Aku sedikit syok mendengarnya, kenapa bukan bu guru yang memberitahuku pertama kali, kenapa harus temenku.

Keesokan harinya aku berlatih seperti biasa dengan temanku dan aku mulai sangat bersemangat, tiba-tiba aku mendapatkan pesan dari bu Cika isi pesannya seperti ini “Siska, bu guru minta maaf kayaknya Siska fokus buat wisuda dulu” aku sudah menduga bahwa aku tidak terpilih tetapi ini sangat memalukan bagiku apalagi pengumuman dipilihnya aku di depan semua guru yang hadir, lalu aku membalas “iya bu..”, bu Cika pun membalas lagi “sekali lagi bu guru minta ma’af..”. Aku hanya terdiam membaca pesan dari bu guru, hal itu membuatku patah hati dan aku merasa sangat sulit bernafas.

Aku langsung tertidur di sebelah Refika, menutup diriku dengan selimut dan aku mencoba tertidur sambil terus memikirkan apa yang dikatakan dari guruku. Rasanya dadaku sangat sakit seperti batu dan aku tidak bisa menahan tangisan ini. Aku pun menangis tanpa mengeluarkan suara aku meneteskan air mata tanpa mengganggu Refika yang sedang tertidur, tidak ada kata-kata yang bisa menggambarkan perasaanku tetapi bagi setiap orang yang sering merasakan kegagalan akan mengerti hal itu sampai akhirnya aku tertidur pulas.

Keesokan harinya aku melakukan segala hal secara normal seakan-akan tidak terjadi sesuatu padaku, dan aku yakin mereka pasti sudah tau bahwa aku sudah digantikan. Aku tidak tau apa amanah dari cerita ini karena ini hanya sebuah kesalahan paham, mungkin amanahnya adalah jangan menyerah tapi jika mungkin kalian bisa menyimpulakan dari cerita ini.

Tamat

Cerpen Karangan: Desy Herliana Pratiwi
Blog: desyherliana.blogspot.com
Desy Herliana Pratiwi

Cerpen Kesalahan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Titania’s Life (Part 1)

Oleh:
Sesuatu yang indah tak selamanya akan indah seperti hidup Titania Alvira. Titan adalah gadis cupu yang sering dianggap aneh oleh teman-teman sekelasnya. Pagi itu Titan pergi ke sekolah setelah

Sang Pencari Sahabat Sejati

Oleh:
Sang mentari nampak enggan memperlihatkan keanggunannya, sang jangkrik masih asyik melakukan pestanya, berisik tak menenggang. Sebuah bangunan melantunkan lagu yang tak pernah luput dalam hati sang muslim. Semua orang

Tetap semangat menjalani Hidup

Oleh:
“pada hari ini… Kulantunkan puisi ini untuk seorang ibu… Doa yang selalu kulantunkan saat sholat… Ibu yang membesarkan ku… Yang membelaiku dengan kasih sayang sepenuhnya… Yang mengandungku selama 9

Arti Berpulang Sebenarnya

Oleh:
Awan cerah mulai bertransformasi, perlahan namun pasti Sang Awan menunjukkan gelapnya malam. Tak lama kemudian rintik-rintik air mulai membasahi pipi ini. Yap.. tepat di sini, di Pelabuhan aku mengukir

Sebuah Telur Misterius

Oleh:
Pada hari Minggu, saya bersepeda ke lapangan Sawitan. Saya melakukan kegiatan ini setiap hari Minggu. Tujuannya adalah untuk membuat tubuh saya sehat. Setelah sampai di lapangan Sawitan, saya langsung

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Kesalahan”

  1. Annisa Nurul Aziza says:

    Permisi. Saya Annisa, mau mohon izin menggunakan cerita ini untuk diedit sebagai contoh naskah untuk melamar pekerjaan. Saya harus menghubungi siapa ya? Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *