Kisah Persahabatan Tasya

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Persahabatan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 23 April 2013

Anastasya Anandra Putri Annetya atau biasa dipanggil Tasya adalah murid kelas 4 SD, dia sekolah di SD Angkasa Merdeka, Tasya adalah anak tunggal. Tasya adalah anak yang baik hati, cerdas, suka menolong dan rajin oleh sebab itu Tasya disukai teman–teman nya.
Pagi itu Tasya bangun pukul 05.30, lalu membereskan tempat tidur, pukul 06.00 dia mandi, pukul 06.20 Tasya siap–siap sekolah, pukul 06.30 Tasya sarapan dan pukul 06.40 Tasya berangkat sekolah.

Setiba nya di sekolah Tasya duduk dibangku nya beberapa saat kemudian Bu Theresia wali kelas Tasya, memperkenalkan murid baru nama nya Lea “anak–anak kita kedatangan teman baru namanya Lea Sabella, Lea kamu boleh duduk di sebelah Tasya”. karena Tasya dan Lea saling malu mereka tak mengobrol sedikit pun. Saat istirahat Tasya menemui Lea yang sedang ada di kantin sekolah, “Hai, boleh kenalan?” tanya Tasya “Boleh” jawab Lea singkat “nama kamu siapa?” tanya Tasya lagi “nama aku Lea Sabella tapi kamu bisa manggil aku Lea” Jawab Lea.

Tak terasa 8 tahun telah berlalu, Lea dan Tasya pun semakin akrab dan menjadi sahabat. Pada suatu hari saat Tasya sedang jalan–jalan, dia kecelakaan dan langsung di bawa ke rumah sakit terdekat oleh orang–orang yang melihat nya, setelah beberapa hari Tasya tak juga sadar. Dan akibat kecelakaan tersebut Tasya harus kehilangan kornea mata kiri nya, Lea yang juga sedih akan nasib sahabat nya mendonorkan kornea mata nya.

Saat hari operasi telah tiba bertepatan dengan hari ulang tahun Lea yang ke 17 tahun, tapi di hari ulang tahun nya bukan dia yang diberi kado tapi ia yang memberi kado kepada sahabat nya, kado terindah yaitu kornea mata. Di tengah jalan nya operasi tiba–tiba Lea kejang–kejang, dokter mencoba yang terbaik tapi sayang nya Lea telah pergi untuk selama nya, di hari yang memperingati hari lahir nya sekaligus di hari terakhir hidup nya.

Saat Tasya sudah sembuh dan boleh pulang dari rumah sakit, Tasya pun pulang kerumah bersama ayah dan ibunya, keesokan hari nya Tasya merasa tenaga nya sudah pulih dan meminta izin kepada ibunya untuk pergi kerumah Lea “Bu, Tasya mau kerumah Lea boleh tidak?” Tanya Tasya “Tapi, tenaga kamu belum pulih total Tasya” kata ibu, sebenarnya Bu Leoni (ibu nya Tasya) berbohong karena takut Tasya shok mendengar kabar Lea telah meninggal.

2 hari kemudian Tasya meminta izin kembali kepada ibunya “Bu boleh ya Tasya ke rumah Lea” Kata Tasya, “Ya sudah lah sana” jawab Bu Leoni, Bu Leoni pikir sudah saatnya Tasya tau apa yang telah terjadi. Tasya langsung pergi kerumah Lea, beberapa menit berlalu Tasya pun sampai di depan rumah Lea. Tok tok tok… Ciiittt, suara pintu berdecit saat sedang dibuka oleh Bu Leandra ibunya Lea, saat Bu Leandra keluar rumah untuk menemui Tasya matanya lebam seperti habis menangis sangat lama sehingga Tasya menanyai bu Leandra “Tante, tante kenapa?” Tanya Tasya “Tante nggak apa–apa kok Tasya.. Oh iya ayo kita masuk dulu” Bu Leandra melontarkan senyuman kecilnya, Tasya duduk di sofa berwarna krem. “Tunggu dulu ya Tasya” “iya tante” kata Tasya, Bu Leandra segera membuatkan teh dan mengambil surat terakhir dari Lea “Tasya ini ada surat buat kamu” kata Bu Leandra sambil menangis

From : Lea Sabella
To : Tasya
“Maaf kalau aku banyak salah sama kamu
Maaf jika aku selalu membuatmu menangis
Tapi mungkin hari ini adalah hari terakhir ku membuatmu sedih, menangis
Dan kado terakhir dariku yaitu kornea mata dan nyawaku
do not you cry over me please…
Sekian surat dariku”

Tulisan Lea yang lembut merangkai di setiap sisi kertas, begitu tersayat sedih hati Tasya saat tahu dia sembuh dari nyawa sahabat nya. “Tante dimana makam Lea” tanya Tasya sambil menangis “Ke utara dari sini”, Tasya langsung pamit kepada Bu Leandra dan menuju ke tempat pemakaman Lea. Saat sudah sampai Tasya langsung mencari makam Lea, berjam–jam telah dilalui Tasya di pemakaman tersebut tapi Tasya tak dapt menemukan makan Lea, Tasya pun mulai kelelahan tapi saat dia mulai putus asa dan mulai melangkahkan kakinya keluar gerbang dia melihat sebuah makam yang masih basah tanah nya dan melihat terukir nama Lea Sabella. Tasya pun menangis sejadi–jadinya, dan diapun meletakkan kalung liontin bening di atas makam Lea dan pulang kerumahnya. Setelah itu setiap hari Minggu Tasya selalu mengunjungi makam Lea.

Tamat… ? 😀 ? don’t cry…

Cerpen Karangan: Benedicta Loveni M
Facebook: Benedicta Loveni Melki S

Cerpen Kisah Persahabatan Tasya merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sahabat Putih Biru

Oleh:
Nama aku Dera Khairana, aku bersekolah di MTs Negeri 2 Rantauprapat. Di sekolah aku mempunyai sahabat, yaitu Indah, Tika, Nindy, Putri, Aini, Sarah dan Chindi kami ada delapan orang

Prestasi Stella

Oleh:
Di sekolah, Stella merupakan anak yang pendiam. Ia juga tidak terlalu pintar. Sehingga, karena sifatnya yang pendiam, ia jarang ditemani oleh teman temannya. “Stella tu pendiam banget sih!” “Iya

Dua Diary

Oleh:
Waktu tidak pernah berhenti memberikan fakta bahwa bulan selalu setia sama bumi mengitari matahari. Itulah gambaran dua orang sahabat yang selalu setia dan tidak pernah berhenti membuat suatu perubahan

Sahabat Dari Tuhan

Oleh:
“Huh..” aku merebahkan diri di tempat tidurku yang beralaskan seprai berwarna putih. “Reva!” teriak mama tiba-tiba. “sepertinya mama berada di ruang tamu” gumamku dalam hati. Aku pun langsung beranjak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

15 responses to “Kisah Persahabatan Tasya”

  1. utari says:

    asli gak nih ceritanya

  2. Benedicta Loveni Melki S says:

    Ya , enggak sih . Tapi kok nanya nya gitu ??

  3. oan wutun says:

    yang penting
    bagus,,,

  4. Dena says:

    Ceritanya kereen.

  5. Benedicta Loveni Melki S says:

    Ini ceritanya aku karang sendiri lho. makasih ya udah mampir & coment 😀

  6. retno windhary says:

    ..Cerpennya bagus sekali…..:),,he…he…he….

  7. benedicta says:

    makasih ya … 🙂

  8. Riva Fitrya says:

    Benedicta, ni cerpen bagus banget, oh iya, tolong mampir ya bagi siapa saja di cerpenku yang berjudul : Senyum Terakhir Dari Bunda, Putri Riana dan Pangeran Cireb, Perjuangan Lala, Misteri Arwah Tari dan Dari Musuh Jadi Teman. Thak’s.

  9. benedicta loveni m says:

    Makasih , aku juga udah baca beberapa lcerpen kiriman kamu bagus bagus loh.

  10. Nafisah Shafa Ardia says:

    Cerpenmu hampir sama dengan cerpenku looh…
    Tapi cerpenku sudah di jadikan menjadi sebuah buku 😀

    Ayo.. Kamu punya potensi!! Good luck…(Y)

  11. Benedicta Loveni M says:

    Nafisah : Maaf ya aku gak tau kalau udah pernah diterbitin. Makasih…

  12. Salma Suhailah Rajwa says:

    Cerpennya bagus banget!!
    Oh iya, Salam kenal yaa…
    Benedicta,, km kelas brp??

    Aku kelas 5 di MIN-6 JAGAKARSA..
    klo mau invite BBM, nihh.. Pin aku … 7de9b9c8

  13. Benedicta Loveni M says:

    Makasih.. 😀
    Salam kenal juga..
    Aku kelas 7 di SMP Yos Sudarso Bandung..
    Iya, nanti aku invite. Ini pin aku : 5CD1FA16

  14. Salma Suhailah Rajwa says:

    Ka Benedicta, ko blm kk Invite PIN Aku??
    Hehe 🙂

    Cepat ya kaa

  15. Atalisa Fallerie Anastasya says:

    Cerpen kamu memang gk menyentuh… tp bagus kok. Terus berkarya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *