Kucing Ku Sayang

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 5 January 2016

Namaku Tesa, seminggu yang lalu aku menemukan kucing lucu berbulu putih halus bermata belok dan berkumis panjang. Aku merawatnya dengan baik. Ku beri nama dia Spiki. Dia pun menyukai diriku. Setiap ku pulang sekolah ku elus bulunya. Dan setiap hari libur ku ajak dia ke taman Ria untuk bermain bersama. Dia sangat setia padaku. Dia juga suka tidur. Setiap pukul 11 pagi ia menunjukkan padaku bahwa dia mengantuk dengan mengeluskan ekornya ke kakiku. Lalu setelah itu ku temani dia tidur.. dan aku pun ikut tertidur.

Saat dirinya terbangun, ia selalu menginginkan aku juga terbangun dengan mencakar halus tanganku. Dia tidak suka dimandikan. Entah mengapa, mungkin karena ia tidak suka air ataupun kedinginan. Dia seperti sahabatku yang paling setia. Terkadang, setiap pulang sekolah aku membelikannya kalung manik-manik lucu. Hingga saking banyaknya kalung yang ku belikan, akhirnya ku buatkan tempat kalung khususnya yang berbentuk tabung berwarna kuning dengan hiasan-hiasan emoticon lucu. Setiap hari aku memakaikannya kalung yang berbeda-beda. Hari-hariku dibuat indah olehnya. Hingga saat semua itu hilang seketika.

Pada hari Minggu, aku dan keluarga besarku bertamasya ke Taman kota. Sesampainya di sana, keluargaku tengah sibuk menata barang-barang. Sementara aku dan Spiki bermain lari larian di tengah taman. Langkah kaki Spiki sangat cepat sehingga aku mencari jalan yang sulit dijangkau olehnya. Aku pun mendekati pagar besi taman itu yang berdekatan dengan jalan raya.

Dari sana ku lihat Spiki mengejarku. Tetapi, setelah ku amati Spiki tidak berlari ke arahku. Melainkan berlari menuju anak perempuan yang dari belakang sangat mirip denganku yang berada di seberang jalan raya. Oh! Baru tersadar aku jika anak itu berada di seberang jalan raya. Spiki pun melompati pagar besi taman yang kebetulan pagar besi taman ini cukup pendek untuk dilompati kucing.

“Spiki!!!” teriakku dengan penuh kepanikan.

Spiki pun tetap berlari mengejar anak itu tanpa memperhatikan bahwa dirinya berhadapan dengan truk besar bermuat peti kemas. “Meeaww!!!” Suara Spiki terdengar olehku yang tengah panik dan berusaha membuka pagar besi taman. Ternyata aku terlambat, Spiki sudah tertabrak oleh truk itu. Darahnya pun berceceran di sekitarnya. Langsung aku pun berlari menujunya. Aku hanya bisa menatapnya. Tidak mungkin jika aku memeluknya dengan keadaan berdarah. Aku menatap matanya yang mulai tertutup pelan pelan. Lama-lama aku pun meneteskan air mataku. Baru aku sadar suara yang ia keluarkan tadi adalah suara terakhir darinya. Aku akan selalu merindukanmu Spikiku sayang.

Cerpen Karangan: Nadira Alifia Zahra
Facebook: Nadira Alifia Zahra
Kelas 6 SD. Umur 12 tahun. Hobi saya membaca, menggambar, dan juga menulis. I like Cerpen.

Cerpen Kucing Ku Sayang merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tunggu Aku Pulang

Oleh:
Suara tangisan seorang bayi memecah keheningan malam, di sana di sebuah rumah tua bergaya dan berornamen jawa, Surti melahirkan seorang bayi laki-laki yang dibantu oleh bidan desa. Bayi laki-laki

Menyerang Si Pehutang

Oleh:
Hari pertama ku terasa sepi saat ku masuk sekolah smp dwendels. Aku masih kelas 7, pagi-pagi kuhampiri sahabatku yang ikut pindahan namanya nova, putri, tamara dan hani. Saat pagi

My School Activity

Oleh:
Matahari bersinar terang. Cuaca di pagi hari ini sangat cerah. Awan-awan juga seakan menyambut pagi yang cerah ini. Sekarang, aku sudah sampai di sekolahku. Aku berjalan memasuki sekolahku. Tepatnya,

Semua Bintang

Oleh:
Beberapa anak berlarian menuju sebuah lapangan yang cukup luas. “Lihaaaaatt..! Bintang-bintang di langit tidak mau menemui kita hari ini,” ujar seorang anak yang bernama Hafis. “Siapa? Ada yang bersikap

Kucing dan Monyet

Oleh:
Pada suatu hari di hutan yang sunyi terdapat seekor kucing yang bernama Komo. Komo hidup sendiri di hutan itu, dia yang dekil, bau, dan kotor sehingga hewan-hewan di hutan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *