Kursi Roda untuk Maria

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 7 November 2018

Angel. Itulah namaku. Nama yang sering didengar dan dikenal oleh banyak orang. Aku adalah seorang penyanyi cilik. Sudah 7 album yang aku miliki. Padahal, aku masih menginjak kelas 5 SD.

Hari itu mungkin merupakan free day. Aku tidak ada panggilan untuk menyanyi atau shooting. Benar benar bebas untuk hari ini. Aku menikmati secangkir teh sambil membaca novel di teras. Saat sedang membaca novel, aku melihat ada seorang bapak bapak seperti menggendong anaknya di depan gerbangku. Anak yang bapak bapak gendong lebih muda dariku. Anak itu tersenyum ke arahku. Aku tersenyum balik ke arahnya. “Kasihan” gumamku pelan.

“Apa? Yang bener nih om??” aku terkejut. Om Angga memberikanku kabar bahagia. Bahwa, dalam seminggu ini aku tak akan menyanyi dan shooting. Sementara aku free day untuk istirahat.

Sore hari, aku sepeda keliling lingkunganku.
“Angelll!!! Minta tanda tangan dong!” banyak orang yang meminta tanda tangan dan foto bareng. Lalu aku cepat cepat bersepeda lagi.

Mungkin, aku sudah terlalu jauh bersepeda. Aku melihat ada sebuah rumah reot. Ternyata itu rumah milik anak yang kemarin lewat di depan rumahku.
“Halo, nama kamu siapa?” tanyaku lembut.
“Maria” jawabnya serak.
Tiba tiba, orangtua Maria keluar. Ia menjelaskan padaku bahwa Maria lumpuh dan menderita sakit jantung.

Esoknya, aku membeli kursi roda untuk Maria. Aku datang ke rumahnya bersama keluargaku. Tapi, kabar duka datang. Maria telah tiada. “aku terlambat!!!” isakku.

Cerpen Karangan: Yacinta Artha Prasanti
Blog / Facebook: santi artha
Maaf kalau cerpennya gaje

Cerpen Kursi Roda untuk Maria merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Aku Ingin Emak Masuk Surga

Oleh:
Hiks… hiks… Kulihat emak terisak di tepi ranjang di kamarnya, Aku tidak tahu apa gerangan yang membuatnya menangis sore ini. Kubiarkan dan Aku berlalu masuk ke kamarku, tentunya sambil

Kangen Mudik

Oleh:
Lebaran tahun-tahun lalu Ayah dan keluargaku selalu pergi mudik ke tempat asal Ayahku. Tapi tidak untuk tahun ini. 2 hari menjelang lebaran, hatiku sangat senang dan langsung kupikir perjalanan

Dasar Pencontek!

Oleh:
“Eh, hari ini kita kan ada PR IPA. Punyamu sudah dikerjakan belum?” tanyaku kepada Vivi. Oya, namaku Ayunda Nurul Afifatur Rizqiyah. Biasanya, dipanggil Yunda. “Sudah sih, tapi kurang sedikit.”

Jati Diri Sahabat

Oleh:
Hai namaku Dicka. aku kelas 4 SDIT dan aku mempunyai banyak teman. salah satunya Ridha dan Erwin hanya merekalah sahabat terbaikku. mereka selalu menyemangatiku saat ku bosan. menemaniku saat

Sebuah Pesta Tanpa Pesta

Oleh:
Betapa congkaknya Susi. Dia masih saja merasa lebih dari teman-temannya. Susi merasa lebih cantik. Dia merasa lebih kaya raya. Dan satu lagi, kecongkakannya dengan memperoleh nilai-nilai yang lebih tinggi.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *