Lembayung Kota Juarez

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Sedih, Cerpen Thriller (Aksi)
Lolos moderasi pada: 30 June 2016

Matahari saat itu mulai berayun ke arah barat. Nampak sinarnya yang terik mulai memudar berubah menjadi cahaya lembayung berwarna ungu yang indah terhampar di langit Kota Juarez di Meksiko sore hari itu. Seorang gadis penjual Roti nampak menyibak kain baju yang dia kenakan untuk menghapus bulir keringat yang mengucur dari dahi dan wajahnya. Namanya adalah Kate, gadis sederhana asal kota Juarez tulen. Sehari-hari dia berjualan roti sebagai mata pencahariannya. Dia berjualan semenjak pagi hingga sore, untuk kemudian kembali pulang ke rumahnya yang terletak di daerah kumuh pinggiran Kota Juarez.
Kate tinggal bersama Ibundanya yang sering sakit-sakitan karena usia dan Adik perempuannya yang masih kecil bernama Maria. Ayahandanya telah lama meninggal 1 dasawarsa yang lalu, tewas tertembak ketika terjadi perang antar Geng yang terjadi di Kota Juarez masa itu.
Sejak itu, Kate mulai menggantikan peran Ayahanda sebagai kepala keluarga untuk mencari nafkah, kendati usianya masih belia. Bahkan dia rela meninggalkan bangku sekolah, meskipun dia gadis berotak pandai, demi mencari nafkah untuk keluarganya agar tidak kelaparan. Hal itu merupakan perkara lumrah di Kota Juarez yang sangat keras dan penuh kejadian tragis.

Kendati demikian, Kate tidak pernah putus asa. Hal itu tidak lain dikarenakan harapan yang ditumbuhkan oleh seorang pria misterius yang selama ini selalu membantunya diam-diam, bahkan menampakkan wajahnya sekalipun tidak pernah. Walau nyatanya Kate sangat berharap untuk bertemu dengan Tuan Baik Hati yang Misterius tersebut, sekedar untuk mengucap terima kasih. Kate sengaja menyebut pria tersebut dengan julukan Tuan Baik Hati.

Perihal bantuan dari Tuan Baik Hati tersebut, dimulai sejak beberapa tahun lalu. Ketika Ayahanda meninggal, Kate berikhtiar kesana kemari untuk mencari nafkah, namun tak seorang pun sudi mempekerjakan seorang gadis belia seperti dirinya. Ketika dirinya mulai berputus asa, dalam kondisi lemah lunglai ketika berjalan ke rumah. Dirinya dikejutkan ketika tiba-tiba ada sebuah gerobak roti tepat di muka rumahnya. Ketika dia bertanya kepada Ibunda, dia berkata bahwa ada seorang pria tak dikenal mengantarkan gerobak tersebut, pria itu juga memberikan sepucuk amplop putih yang di dalamnya berisi seikat uang dan sebuah surat tanpa nama. Dalam amplop tersebut, dikatakan sang pria meminjamkan gerobak roti dan uang tersebut untuk dipakai Kate mencari nafkah. Dan suatu hari nanti, dia akan kembali memintanya bila Kate dirasa sudah mapan. Sejak saat itu, cahaya harapan dalam hidupnya kembali menyala. Dia berikhitiar dengan kerasnya setiap hari berharap agar suatu waktu nanti, bisa bertemu sang Tuan Baik Hati, dengan bangga, Kate akan berkata bahwa dia telah mampu hidup mapan berkat pertolongannya.

Pertolongan dari Tuan Baik Hati tidak hanya sekali itu saja, beberapa kali dia mendapat bantuan tak terkira darinya. Pernah satu waktu, Tuan Baik Hati mengirimkan sebuah paket berisi buku-buku pelajaran dan alat tulis untuknya. Pernah juga Tuan Baik Hati mengirim sang adik, Maria bersekolah di tempat yang telah dia biayai seluruhnya. Kemudian suatu waktu, dia membayarkan biaya perawatan sang Ibunda ketika sakit dirawat di Klinik. Setiap kali Kate berputus asa, Tuan Baik Hati selalu mengirimkan surat kaleng berisi kata-kata motivasi pembangkit semangat.
Layaknya gadis belia seusia dirinya, Kate berkhayal membayangkan Tuan Baik Hati sebagai Pria santun, berbudi baik dan berparas rupawan. Namun kendati khayalannya paradoks dengan kenyataan, Tuan Baik Hati tetap terpatri dalam hatinya sebagai Pahlawan Penyelamat Hidupnya. Dan dia juga berkhayal Tuan Baik Hati suatu hari nanti mempersunting dirinya menjadi seorang Istri.

Beberapa waktu berlalu, Kate yang mulanya berikhtiar menggunakan Gerobak Roti pemberian Tuan Baik Hati, kini berkembang menjadi sebuah Toko Roti yang cukup terkenal dan ramai dipenuhi pelanggan dan memiliki beberapa pelayan sebagai pegawainya.
Kate nampak melamun sembari menerawang jauh ke atas langit Kota Juarez sore itu yang indah berwarna lembayung. Entah kapan dia bisa bertemu sosok Pria Misterius tersebut. Namun dia yakin, bagaimanapun cara dan kapan waktunya, mereka pasti berjumpa di bawah naungan langit Kota Juarez yang berwarna lembayung.

Suara letupan senjata terdengar di pinggiran Kota Juarez, seorang pria tambun bertato seketika roboh terkena peluru. Dari atap gedung tampak sesosok pria meninggalkan senjata snipernya dan bergegas pergi. Namanya adalah Edison, dia adalah pembunuh bayaran dari Geng Corto, Geng berpengaruh di Juarez yang berada dibawah pimpinannya yang kharismatik bernama Alzi alias El Corto.

Edison pria berpostur pendek, berkulit coklat dan berparas cukup tampan. Tapi sayangnya, dia memiliki satu kekurangan, lidahnya cacat sehingga dia tidak bisa bicara, dengan kata lain tunawicara. Cacat tersebut dia dapatkan sebagai syarat untuk masuk Geng Corto, sebagai pembunuh bayaran dan anggota eksekutif kepercayaan Alzi, dia harus dipotong lidahnya agar tidak membocorkan rahasia Geng ketika tertangkap Polisi atau Geng lawan.
Edison adalah sosok Tuan Baik Hati yang sering membantu Kate. Dia kerap kali membantu Kate karena rasa iba terhadapnya. Beberapa tahun lalu, Edison mendapat tugas membunuh pimpinan geng lawan. Dalam baku tembak yang terjadi dengan geng lawan, Ayahanda Kate terbunuh dalam peristiwa itu. Kendati bukan dia yang menembaknya, rasa bersalah tetap melekat dalam hati Edison karena dia secara tidak langsung terlibat dalam peristiwa tersebut.
Untuk menebusnya, dia bertekad membantu keluarga yang ditinggal Ayahanda Kate, hingga mereka cukup mapan untuk berdiri sendiri. Dari saat itulah Edison membantu keluarga Kate. Dengan menyekolahkan Maria, memberi gerobak roti dan uang modal kepada Kate dll. Bahkan hingga kini Kate beranjak mandiri memiliki Toko Roti sendiri, Edison tetap berkorespondensi dengan Kate dengan mengirim surat kaleng berisi kata-kata motivasi untuknya, itu tidak lain karena dia tunawicara sehingga hanya bisa berkomunikasi lewat tulisan atau bahasa isyarat.
Dia berniat, mungkin sebentar lagi waktunya akan tiba bagi dia membuka tabir kepada Kate tentang siapa sosok Tuan Baik Hati sebenarnya. Sejenak Edison memandang lembayung senja langit di Kota Juarez. Begitu indah horizon sore itu, seolah membalut kerasnya hidup di Kota Juarez. Sejenak kemudian, Edison pun beranjak pergi dengan sebuah mobil miliknya. Menuju Toko Roti milik Kate untuk mengungkap jati dirinya, di sore hari yang indah di Kota Juarez.

Beberapa buah mobil terparkir rapi di depan sebuah toko roti milik Kate yang terkenal di Juarez. Begitu juga dengan mobil milik Edison. Selesai memarkirkan mobilnya, dia membuka pintu dan melangkahkan kaki menuju toko roti tersebut.
Setelah berada di dalam, Edison pun memberikan secarik kertas kepada sang pelayan toko yang bertuliskan:

“Maaf, saya tunawicara, saya hendak memesan 1 porsi roti bagel! terima kasih”

Si pelayan yang selesai membaca tulisan tersebut pun bergegas menyiapkan pesanan Edison. Kemudian Kate, yang tak sengaja melihat tulisan tangan Edison yang dibawa si pelayan, nampak terkesiap, layaknya sehabis melihat hantu dalam film horor. Itu karena Kate mengenal tulisan tangan tersebut, mirip sekali dengan tulisan tangan Tuan Baik Hati. Lalu Kate melangkahkan kakinya mendekati Edison, dan dengan raut muka penasaran, dia bertanya kepadanya.
“Maaf tuan, boleh saya tahu nama anda?” tanya Kate dengan rasa penasaran. Edison pun menyiapkan secarik kertas dan menulis sesuatu diatasnya, kemudian memberikannya kepada Kate, kertas tersebut bertuliskan:

“Nama saya Edison, senang akhirnya bisa bertemu denganmu Kate!”

Melihat tulisan tersebut, jantung Kate berdegup kencang. “Bagaimana dia tahu namanya? apa mungkin dia adalah Tuan Baik Hati?” tanya Kate dalam hati. Lalu Kate bertanya kembali kepada Edison.

“Apakah anda, Tuan Baik Hati? yang selama ini selalu membantu saya dan keluarga saya?” tanya Kate dengan nada lembut.

Edison kembali menyiapkan secarik kertas, dan menulis sesuatu, begini tulisannya:

“Saya Edison, alias Tuan Baik Hati! saya senang melihatmu tumbuh menjadi wanita rupawan dan mapan, Kate!”.

Selesai membaca tulisan tersebut, Kate nampak menutup bibirnya dengan tangan kiri, raut wajahnya berubah menjadi terharu, dengan mata yang mulai berkaca-kaca, dia memandangi wajah Edison. Tak lama kemudian, tangis Kate Pun pecah. Sembari memeluk Edison, dia berkata “Saya bahagia sekali bisa bertemu anda Tuan Edison! Terima kasih sudah menjaga saya dan keluarga saya selama ini! kami berhutang budi kepada anda!”.
Edison pun menepuk punggung Kate, Edison yang seorang pembunuh bayaran yang sangat ditakuti, pada saat itu tidak lagi bisa menahan rasa haru dan tangisnya. Mereka berdua pun berkomunikasi cukup lama, karena rasa bahagia bisa bertemu satu sama lain.

Tak lama kemudian, terdengar riuh suara senapan. Kontan hal itu membuat semua orang panik, tak terkecuali Kate dan Edison. Rupanya sedang terjadi perang antar geng di wilayah itu. Edison menarik tangan Kate untuk berlindung di tempat yang aman.

Namun, di trotoar jalan di depan toko Kate, seorang anak kecil berdiri terpaku ketakutan sambil menangis. Jelas hal itu, membuat Kate ingin menolong anak itu. Tapi Edison menahan lengan Kate, dan dengan bahasa isyarat memberitahu agar jangan melakukan hal itu, karena sangat berbahaya.
Tapi Kate bersikeras ingin menolong anak tersebut, Kate pun menampik lengan Edison dan berlari kencang untuk menolong si anak. Dengan sigap Kate menggendong si anak dan mencoba membawanya ke dalam toko.

Sebuah letupan senjata terdengar, membuat semua orang terdiam. Kate dan anak tersebut tersungkur di dekat pintu depan toko. Nampak darah bersimbah di tubuh Kate. Kemudian Kate tersadar dan memeriksa keadaan si anak dan dirinya, Kate bernapas lega karena si anak dan dirinya ternyata baik-baik saja. Lantas darah siapa yang bersimbah mengenai dirinya?. Di depan Kate sudah berdiri Edison yang menuliskan di kertas, menanyakan keadaan Kate. Kate pun menjawab.
“Aku baik-baik saja, begitu juga anak kecilnya!” ucap Kate dengan nada lega.
Edison pun tersenyum mendengar jawaban Kate, menandakan bahwa ia lega jika Kate dan anak tersebut baik-baik saja. Tapi tak lama kemudian, seketika tubuh Edison roboh tak berdaya. Rupanya peluru tersebut mengenai Edison dari bagian belakang, darah bersimbah mengenai tubuh Kate yang diselamatkan Edison dengan cara mendorongnya.

Kate yang shock, diam terpaku sejenak. Untuk kemudian berteriak histeris sejadi-jadinya. Nyawa Edison tidak tertolong, peluru mengenai bagian vitalnya. Lembayung senja sore di Kota Juarez kala itu, bukan hanya menandakan momen bahagia bagi Kate yang bisa bertemu Tuan Baik Hati, alias Edison, Pahlawan Pujaan Hatinya selama ini. Tapi juga menandakan duka mendalam baginya, karena sore itu juga, si Tuan Baik Hati, tewas terkena peluru.

Cerpen Karangan: Algi Azhari
Facebook: https://www.facebook.com/algi.azhari

Cerpen Lembayung Kota Juarez merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kekasih Yang Hilang (Part 1)

Oleh:
Entah aku sedang bermimpi atau tidak, yang jelas saat aku terbangun aku sudah berada di ruangan yang asing, ini bukanlah kamarku. Ruangan ini sangat besar dengan beberapa figura yang

Jacob Lucifer (Pemakan Roh)

Oleh:
Angin berhembus kencang menyapu helaian rambut yang menutupi mataku. Kilatan cahaya membelah gumpalan awan yang hitam pekat tanpa disertai dengan bunyi gemuruh. Kawanan gagak api berterbangan ke mana-mana. Sebenarnya

Bolehkah Aku Membenci Ayah?

Oleh:
Orangtua merupakan tumpuan bagi setiap anak, memiliki orangtua yang lengkap adalah keinginan setiap anak di muka bumi ini, tak terkecuali dengan ku. Namun, takdir berkata lain bagiku. Lah Peristiwa

Mrs. Perfect

Oleh:
Sempurna, itulah sebuah kata yang tepat untuk menggambarkan diriku ini. Setiap orang pasti mendambakan hidup seperti aku ini. Aku, seorang anak kecil yang lugu berumur 7 tahun. Hidupku sangatlah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *