Maafkan Aku Ibu


Share

Cerpen Karangan:
Lolos moderasi pada: 3 May 2013

Pada tanggal, 5 Mei 2012. Aku dan seluruh teman sekelas ku yakni kelas 6, kami sangat gembira sekaligus kami gugup, karena 2 hari lagi akan diadakan UJIAN NASiONAL. Guru–guru kami, berusaha membimbing kami dengan baik. Dan aku, bersama ke-5 sahabat ku, yaitu Ilmi, Irma, Lia, Desy dan Sulfiani sedang berpikir bagaimana caranya agar pada saat kami UJIAN nanti, kami bisa menjawab semua soal dengan benar. Aku berkata “sebaik nya kita belajar bersama saja” temanku yang lain berkata “sepertinya aku tidak bisa soalnya, mamaku melarang ku keluar rumah”. “Yah sudah tidak usah kalau begitu” kataku.

Tak terasa, sudah semakin dekat UJIAN NASIONAL nya. Aku sangat senang, sebab aku telah mempersiapkan diri agar UJIAN nanti, aku berhasil menjawab semua soal. Aku dan kawan-kawan ku bercanda gurau sambil bercerita tentang UJIAN kami nanti. Tiba-tiba ibu herlina datang “hai anak-anak! Apakah kalian sudah belajar?” “Yah bu” kata kami semua. Ibu herlina menyuruh kami besok tanggal 7 mei 2012 langsung menuju SD 23 Tanete.

Tanggal 7 Mei 2012
Pagi-pagi sekali aku bangun untuk mempersiapkan alat tulis ku dan segera mengambil air wudhu di kamar mandi, kemudian aku shalat shubuh dan berdoa agar UJIAN ku nanti lancar. Setelah shalat, aku belajar sebentar, lalu aku segera mandi. Setelah mandi, aku mengambil seragam sekolah ku dan memakai nya, setelah itu aku menyisir rambutku dan merapikan kembali alat-alat tulis ku. Lalu, aku memberitahukan ayah ku agar mengantar ku ke SD 23 tanete. Namun, sebelum berangkat, ibu ku menyuruhku sarapan pagi, nasi goreng buatan nya. “Hmm… sangat enak” kataku. Setelah sarapan, aku pun segera ke SD 23 Tanete. Di sana aku bertemu banyak orang, terutama teman lomba Olimpiade ku dulu. Sambil menunggu ibu herlina datang, kami bercerita tentang pelajaran yang kemarin malam kami pelajari. Tak kemudian “Pagi nak” kata bu herlina, “pagi bu”. “Apakah kalian sudah belajar nak” kata bu herlina, “tentu bu”. “Baik lah ibu masuk duluan yah”. “Iya bu” kataku

Tak lama kemudian bel masuk berbunyi. Kami segera ke kelas masing-masing. Pengawas datang dan membagi soal ke masing-masing siswa. Waktu membaca soal tersebut, aku sangat dek-dekan sebab aku sangat bingung ketika membaca nya. Tidak lama kemudian aku telah selesai mengerjakan nya, dan teman-temanku lain nya pun telah selesai. Bel keluar pun berbunyi aku dan kawan-kawan menuju ruang ibu Herlina untuk pamit pulang ke rumah. Bel pulang berbunyi, kami pulang kerumah masing-masing. Hari berikutnya pun tetap sama suasananya yang menggembirakan sekaligus menegangkan.

Hari pembagian nilai UJIAN pun tiba. Aku dan kawan-kawan sangat gugup. Dan kami di bagikan lembaran nilai Ujian. Dan nilai matematika ku urutan ke 2, IPA ku urutan ke 2, sedangkan bahasa indonesia ku urutan 5. Aku sangat sedih sebab aku bingung kenapa nilai ku seperti itu.
Bel istirahat berbunyi, aku tak kemana-mana. Aku hanya tinggal di dalam kelas, sendiri tanpa siapa pun. Aku berfikir kalau aku gak bakalan peringkat satu lagi. Tiba-tiba teman ku datang dan mengajak ku ke kantin “ke kantin yuk” kata nya “Ahh…. malas ah” kataku.
Tak lama kemudian, bel masuk berbunyi. “Astaga.. pasti ibu herlina akan marah pada ku” pikir ku. Perasaan ku campur aduk. Ibu herlina datang dan berkata “baiklah anak-anak ibu akan membaca urutan nilai UJIAN kalian dari yang paling tinggi”. Urutan pertama A.Putri Kusumawardani, saat mendengar nama ku di sebut sebagai urutan pertama, aku sangat senang. “Alhamdulillah” kata ku.

Setelah ibu herlina membacakan urutan nilai UJIAN kami, tak terasa bel pulang berbunyi. “sebelum pulang kalian membersihkan dulu yah” “iya bu” kata ku. Pada saat menyapu, aku berfikir ibu herlina tidak akan memarahi ku.
“A.Putri” ibu herlina memanggil ku. “Iya bu” aku menjawab. Ibu herlina memanggil ku mendekat. Aku mendekat dan berkata “ada apa bu?”. “Kenapa nilai mu seperti itu nak?” Tanya nya pada ku. “Maaf bu aku juga gak tau, tapi aku sudah berusaha bu!” Kataku. “Tak apa lah nak yang penting kamu tetap juara kan!” katanya. “Iya bu!! aku menangis di depan nya”. “Ada apa nak, apakah kamu punya masalah sayang?” Kata nya. “Tidak ada bu?” kata ku. “Lalu, kenapa kamu menangis?” Katanya. “Aku sedih bu, nilai ku rendah” kata ku. “Sudah lah sayang, jangan menangis lagi yah nak!” katanya sambil menghibur ku. “Maaf kan aku ibu” kataku perlahan. “Tak apa nak, tapi jika kamu punya masalah, cerita ke ibu yah” katanya, “iya bu” kataku membalas.

Setelah selesai berbincang-bincang dengan ibu herlina, aku keluar kelas sambil menghapus air mata ku. “kamu kenapa A.Putri” kata sobat ku, “aku gak papa kok” balas ku. Selesai menyapu, aku menuju kantor (ruang guru) untuk minta izin pulang. “Assalamu alaikum bu” kataku, “waalaikum salam, silahkan masuk nak” balas guru-guru yang ada di kantor tersebut. Aku salim padanya dan meminta izin pulang.
Setelah pulang, aku mengirim pesan ke ibu herlina melalui media SMS. “assalamualaikum bu’,aku minta maaf soal di sekolah tadi yah bu, nilai ku rendah. maaf kan aku ibu telah mengecewakan mu”.

Lalu, tak lama kemudian ia membalas “iya nak tidak apa-apa kok, lagian ibu gak akan marah padamu nak, dan maafkan ibu telah membuat mu menangis tadi di sekolah”. Aku membalas pesan nya “iya bu, sekali lagi maafkan aku yah” beberapa detik saja ibu herlina membalas pesan ku “iya nak, tak apa lah, semua telah terjadi, jangan menangis lagi nak hapus air mata mu, ibu sayang kamu nak Love you!” setelah membaca pesan nya, aku membalas pesan nya segera “love you to bu, Namun walau ibu menghiburku tapi aku tetap saja sedih.

Keesokan harinya aku berangkat ke sekolah. Perasaan ku sangat sedih dan gundah, sebab teringat kejadian kemarin. Aku menagis dalam perjalanan ku ke sekolah. Aku berharap guru-guru yang lain tak bertanya padaku tentang nilai ku itu. Sesampai di sekolah, ibu nurhani bertanya pada ku tentang nilaiku itu, aku gugup dan keringat dingin, lalu aku berkata kalau aku lupa berapa nilai ku. Sesampai di kelas, aku pun menangis selama guru ku belum datang. Karena waktu itu kami sudah ujian berarti kami sudah tidak belajar lagi bukan!!. Aku dan teman-teman ku menuju ke kantin. Yang ku beli hanya minumam saja. Lalu, aku ke kelas dan teman ku bertanya “kamu mau keluar kelas tidak?” tiba-tiba, “heyy a.putri! kamu mendengar tidak apa yang ku katakan tadi?” aku kaget dan berkata “hah? Sorry yah”. Aku sangat terpukul atas nilaiku ini. Maaf kan aku ibu telah mengecewakan mu aku sungguh menyesal.

Cerpen Karangan: A.Putri Kusumawardani
Facebook: andi putri kusumawardani

Ini merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya di: untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatan penulis, jangan lupa juga untuk menandai Penulis cerpen Favoritmu di Cerpenmu.com!
Cerpen ini masuk dalam kategori: Cerpen Anak Cerpen Sedih

Baca Juga Cerpen Lainnya!



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One Response to “Maafkan Aku Ibu”

  1. Hatake dewi says:

    Hiks hiks sedihnya

Leave a Reply