Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Ayah Bunda Tersenyumlah!

Hai, aku Kenny. Tepat tanggal 2 November kemarin, usia ku genap 7 tahun. Bagi sebagian orang, masa kecil digunakan untuk bermain bersama teman sebaya. Tapi tidak denganku. 3 tahun yang lalu, aku divonis terkena penyakit Retinoblasma....

Aku, Kamu Sahabat

Kulihat, masih tetap kulihat. Tak akan pernah bosan diri ini menatap sesosok gadis di hadapanku. Ia tetap cantik meski kini ia tengah terbaring lemah dengan wajahnya yang pucat pasi. Dalam ketidak sadarannya kuharap ada seseorang...

Kunang Kunang Kenangan

Mentari pamit ke rembulan, meminta agar kini rembulanlah yang bertugas menerangi jagat kehidupan. Mungkin rembulan masih mengantuk, atau bahkan malu sehingga malam ini ia sembunyi di balik awan yang tergerak oleh angin dingin....

Mutiara Hitam

“tidak nduk. Bapak tidak akan pernah mengizinkan kamu pergi ke kota”, ujar lelaki setengah tua itu sambil menegguk kopinya. Pak Mardi namanya. “tapi Pak, Sekar ingin sekali memperbaiki perekonomian kita. Di kota, banyak...

Ukir dan Tono

Dua sahabat Ukir dan Tono, ikatan persahabatan mereka begitu erat semenjak 3 tahun terakhir dari mulai awal masuk SMP hingga kini sudah lulus, meski banyak perbedaan di antara mereka, keduanya enggan untuk berselisih paham,...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

One Response to Maafkan Aku Ibu

  1. Hatake dewi 5 October, 2013 at 3:49 am | | Reply

    Hiks hiks sedihnya

Leave a Reply