Maafkan Aku Jika Bilang I Love You

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Segitiga, Cerpen Persahabatan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 31 December 2014

Dahulu ketika aku kecil, aku senang sekali memandangi langit malam ditaburi Bintang dan diterangi dengan Rembulan malam. Aku biasa melakukannya di Taman Komplek Rumahku bersama Rara Sahabatku. karena Aku tak pernah betah lama-lama di rumah, semenjak Orangtuaku selalu menyuruhku keluar rumah jika mereka sedang berbicara. Entah apa yang mereka bicarakan di dalam. Tetapi setelah aku sadari, ternyata itu bukan pembicaraan biasa. Bukan pula pembicaraan yang menyenangkan. Ketika aku hendak meminta Papa untuk membantuku mengerjai PR, tak sengaja aku mendengarkan pembicaraan mereka. “OK..! begini saja sebelum kita resmi bercerai, bagaimana jika kita beri Riri waktu bersama untuk mengisi liburannya. Karena setelah Riri Lulus SD aku akan pindah ke rumah Ibu di Desa, dan melanjutkan sekolahnya di sana”. “Aku setuju saja jika untuk memberi Riri waktu bersama mengisi Liburannya, tapi aku tidak setuju jika kamu membawa Riri ke Desa. dengan itu aku akan sulit jika ingin melepas rindu dengannya.” “Itu terserah kamu..! Jika kamu rindu, berkunjunglah ke rumah Ibu. Jangan terus sibuk dengan urusan kantormu!!”.
“Pah… bantuin aku kerjain PR Matematika yuk..!” Sepertinya kemunculanku tiba-tiba membuat mereka kaget. “Sama Mamah aja yuk Ri kerjain PR nya. Papah lagi banyak kerjaan..” perkataan mama itu sepertinya menyindir Papa. Sejak aku mendengar pembicaraan kedua Orangtuaku, Aku jadi sering melamun.

Di Sekolah
“Dooorrr…!!!” Rara mengagetkanku, ketika aku sedang duduk melamun di depan kelas. “Hayo..! ngelamunin siapa..? si Ikhfan ya..!” Goda Rara. “Ih apaan si.!! jangan ngomong ngomong si ikhfan deh..!!” jawabku sewot. “Wew.. jutek banget jawabnya..! tadinya aku mau kasih Coklat ke kamu, tapi kayaknya kamu lagi Bad mood. gak jadi ah.. mending aku makan..”. “eh… jangan..! Sini aku mau..!” segera aku merebut Coklat yang hendak dibuka oleh Rara. “Ri, kamu kenapa sih akhir akhir ini jadi sering melamun? Kalo ada masalah cerita aja sama aku”. “Iya nih Ra, Aku lagi Galau. Orangtua aku mau bercerai. dan aku denger aku akan ikut Mama aku ke Rumah Nenek di Desa”. “Ya ampun Ri..!! Kamu seriusan..? trus maksud kamu ikut Mama kamu ke Desa, apa itu artinya kamu akan pindah?”. “ya… mungkin begitu, dan aku akan sekolah SMP di sana”. “aaakkkhhh… Riri.. Jangan pindah donk.. nanti siapa yang bakal nemenin aku setiap malam liat Bintang bintang..? siapa yang bantuin aku ngabisin coklat? trus sia…”.
“sshhhttt… aku bakal sering sering kok main kesini…! kita juga bisa terus berkomunikasi lewat E-mail, facebook, Twitter, dan Handphone…. dan soal coklat.. jangan khawatir..!!”. “OK deh.. kamu kalau urusan coklat aja pasti semangat..! aku pencet nih idung peseknya..!!”. “Sakit tau…!! uukhhh awas ya…”. Aku dan Rara kejar kejaran. teman dan guruku kala itu hanya bisa geleng geleng kepala, mungkin bagi mereka itu adalah hal yang sudah biasa dilakukan Aku dan Rara. hehe…

Hari berganti bulan. Ujian Akhir Nasional pun kujalani dengan lancar. Namun, sebelum pengumuman kelulusan diumumkan aku sudah pindah ke Desa. waktu itu aku sempat cemas bila aku tidak lulus. Tapi Alhamdulillah Papa datang membawa Ijazah dan surat Kelulusan yang memuaskan. Walau begitu aku sedih tidak sempat pamit pada Rara. Rara pun mengirim pesan melalui akun Facebook. Dia mengungkapkan bahwa dia kecewa sekaligus sedih karena aku tidak pamit padanya dan dia tidak bisa memeluk untuk terakhir kalinya. Haaahhh? Terakhir kali..? emang tuh anak kalo ngomong asal benget deh. hehe…

Bulan ke Tahun terus berganti, sampai saat aku duduk di kelas IX di salah satu Sekolah Swasta Islam di Desaku, namun hingga saat itu aku pun belum pernah bertemu Rara maupun teman SD ku yang lainnya. Itu karena Penyakit yang sudah lama menjangkit di tubuhku, dan jarang sekali ada waktu untuk berlibur. karena waktu liburanku di habiskan untuk terapi. Pernah sewaktu saudaraku mengadakan resepsi pernikahan di Jakarta aku mampir ke Taman Komplek Rumahku yang dulu. tempatku dan Rara menghabiskan waktu malam bersama bintang. Namun sayangnya aku tidak bisa bertemu Rara, karena dia waktu itu sedang ada Pelatihan Dance di Bali selama seminggu. sedangkan aku waktu itu hanya punya waktu seminggu. Jadi aku fikir aku menghabiskan waktu malamku di taman komplek hanya ditemani coklat. Tapi malam itu merubah segalanya. ada yang tahu tempat Rahasiaku dan Rara untuk melihat keindahan Langit malam bertabur Bintang. Sesosok pria yang sepertinya aku kenal sedang duduk dan banyak bungkus coklat favoritku berserakan di sekitarnya.
“Assalamu’alaikum.. Maaf, Permisi…” Pria itu menoleh ke arahku. tak kusangka itu adalah Rizki, pacar Rara. Dia juga teman sekelasku dan Rara sewaktu SD. Dulu dia itu cowok yang manja banget, Sekolah selalu diantar Mamanya atau Kakaknya, Pendiam, dan Cool abis. Dia juga termasuk Cowok paling Ganteng di Kelasku lho.. hehe.. dan ternyata Rizki tuh menaruh perasaan pada Rara. dan baru jadian waktu kelas VIII. Semenjak itu aku akrab banget sama Rizki. Kalau Rara dan Rizki bertengkar pasti cuma aku yang bisa bikin mereka baikan. Huft, jangan salah, buat mereka baikan tuh susah banget. tapi, Aku merasa dia itu cowok yang perhatian, asik lagi diajak ngobrol. dan GEDUBRAKKK!! i’m Falling in Love..!! masalah ini hanya aku yang tahu. Aku gak berharap banyak pada Rizki.

Aku gak mau jadi PHO alias Perusak Hubungan Orang..! Apalagi Rara Sahabatku sendiri. ketika aku tahu bahwa pria itu adalah Rizki, perasaanku itu jadi gak karuan. DAG DIG DUG gimana gitu.. heeehee kaya lagu BLINK aja.. DAG DIG DUG Hatiku.. haha.. lanjut..
“Iiia ada apa ya?” tanya Rizki, yang tak mengenaliku Mungkin dia pangling lihat aku sekarang. So.. aku dulu tuh gemuk trus hitam manis gituu.. hehe kaya Brownis. tapi semenjak stadium Penyakitku bertambah aku jadi Kurus dan Putih pucat. “Kikii…? Yadong Jantan..? kamu ngapain disini?”. Aku selalu memanggil Rizki dengan sebutan Yadong Jantan dan Rara Yadong Betina..
“Yadong Jantan..?” Rizki sempat menggaruk kepalanya seperti ada yang harus ia ingat. “Riri..? kamu Riri?”. Tanya Rizki. “Haha.. iya..” jawabku singkat. “Kamu beneran Riri? Kok kurus banget? Tambah Putih lagi..”. “Haha… Masa aku harus terus jadi Riri yang endut aja.. harus berubah donk..”. “haha.. iya. Eh tapi kamu ngapain malem malem kesini? Sendirian lagi..” Rizki memeriksa sekitarku, memastikan bawa aku sendiri. “Ini tempat Rahasia aku dan Rara. dulu waktu SD tiap malem kita selalu kesini buat liat Bintang sambil makan Coklat favoritku. Tapi sekarang Rara lagi di Bali buat pelatihan Dance nya”. “Iya.. aku tau kok. Dulu Rara juga selalu ajak aku kesini. Tapi itu dulu sebelum dia menang kompetisi Dance se-Provinsi. Sekarang dia sibuk. Nggak pernah ada waktu buat aku. Bahkan tiap aku sms jarang dibales”. “Oh gitu ya.. maafin sahabat aku ya..”. “Kamu selalu begitu.. Minta maaf untuk Rara. dan disaat aku kesel sama Rara, pasti kamu selalu ada buat aku. Makasih banget ya..”. “Sama sama.. itulah gunanya Sahabat..”. “hehe.. iya. coba kamu ada disini. pasti ada yang nemenin aku kalau Rara sibuk”. “hmmp.. kamu 5 hari kedepan ada kegiatan gak?”. “Gak ada tuh.. Kebetulan sekolah juga lagi libur, coz sekolahku lagi ada perbaikan. emangnya mau ngapain?”. “Aku disini 5 hari lagi. bagaimana kalau kita habiskan waktu bersama? ya.. itung itung mengisi waktu kamu sekaligus sebagai permintaan maaf karena Rara akhir akhir ini gak ada waktu buat kamu. gimana? mau gak?”. “Waaah.. ide bagus tuh.. Itu baru namanya Sahabat..”. “eh…. ngobrol aja.. bagi dong Coklatnya… itukan Coklat favorit aku..”. “Dasar ni anak sama Coklat kagak ada bosennya ya..”. “Kamu sendiri gimana? itu banyak bungkus coklat berserakan..”. “haahha.. dasar pesek bisa aja jawabnya..”.

Sejak malam itu dan 5 hari kedepan aku menghabiskan banyak waktu bersamnya. Aku terlalu larut dalam kebahagiaan. Sampai aku lupa minum obat obatan. tapi aneh, aku gak merasakan sakit. Sebelum aku pulang ke Desa, kita sempat menghabiskan waktu untuk mampir ke Sebuah Toko Buku. Rizki membelikanku sebuah Novel berjudul “LOVE”.

Di jalan..
“Ki, makasih banget ya buat semuanya.. Coba saja ada Rara pasti lebih seru.. tolong kasih Boneka ini ya buat Rara.. Bilang aku kangen pake banget sama Dia. Dan aku pasti akan kembali..”. “Coba saja waktu bisa diputar kembali, pasti aku sangat bahagia.”. “Maksud kamu?” percakapanku terhenti ketika suara klakson Mobil memberiku isyarat bahwa waktu menunjukan jam pulang. “Rizki, aku pulang dulu ya..” Rizki memegang tanganku sangat erat hingga terlepas dan akhirnya terlepas. Mobil masih berjalan perlahan, kulihat Rizki masih berdiri di sana. Kubuka kaca mobilku, kulambaikan tangan untuknya. “Daaah…. Aku pasti akan sangat merindukanmu…!!” teriakku. Dia membalas lambaikan tanganku, dan samar samar ku dengar dia bilang I LOVE YOU. “Akh mungkin aku salah dengar”. kataku. Mobilku terus melaju hingga Dia tak terlihat lagi.

Hmm.. memang itu pengalaman yang sangat mengesankan bagiku. Dan Kini aku tengah menikmati libur panjang kelulusan SMP ku di Rumah Sakit terbesar di Jakarta. Semestinya aku tengah mengurus beasiswaku untuk melanjutkan Studi di SMA Internasional Terfavorit di Indonesia. tapi kata Dokter waktuku untuk bertahan Hidup tidak akan lama lagi. Kanker Otak yang ku derita telah mencapai stadium akhir. makananku sekarang ini hanyalah obat dan obat. Mungkin hanya 6 hari itu penyakitku bertahan tanpa obat, 6 hari bersama Rizki. Kini aku hanya bisa menunggu waktuku untuk memenuhi panggilan Tuhan. Aku terkulai lemas menahan rasa sakit di kepalaku. aku mulai bosan berada dalam ruangan putih penuh alat medis. Aku meminta agar Mama dan Papa membawaku ke luar Ruangan, dan Dokter pun mengijinkannya. Tapi tetap saja infus di tanganku tak boleh di lepas.

Aku memanggil Rara dan Rizki untuk menemuiku di RS. Aku menceritakan tentang Penyakitku kepada Rara dan Rizki melaluli SMS. Aku tak sanggup menceritakan secara lansung, Aku tak mau ada air mata berlinang di pipiku. Tak lama, Mereka pun datang, tapi tidak bersama. membawa kendaraan masing masing. yang pertama Datang adalah Rara, 15 menit kemudian Rizki datang. 15 menit itu Rara hanya menangis dan terus menangis. ” Ri.. maafin aku Ri…. aku gak bisa jadi sahabat yang baik buat kamu..”. “jangan ngomong begitu Ra, kamu sahabat yang terbaik buatku. o..ya kamu kok gak bareng sama Rizki..?”. “Kita udah putus Ri, Dia bilang udah ada pengganti aku yang telah mengisi hatinya saat ini.” Rizki pun datang membawa bunga Mawar Pink. “Riri..!!” Rizki memelukku.
“Makasih banget buat kalian semua yang selalu ada buat aku. Mah, Pah, makasih ya buat kasih sayang kalian berdua sama Riri selama ini. Riri sayang banget sama Mama Papa. Riri cuma punya ini buat Mama dan Papa. Riri melukis ini sendiri, sebenarnya ini cuma lukisan buat ngilangin rasa bosan selama di RS, tapi menurut Riri ini sangat berarti buat Riri. Riri melukis ini dari foto waktu kita liburan dan berfoto bersama.” Mama tidak bisa berbicara apa apa, Mata Mama penuh dengan air mata dan terlihat sembam dan Papa saat itu terlihat sangat tegar, namun ketika aku memberikan lukisannya Papa terlihat menitikan air mata.
“Rara… makasih ya kamu udah mau jadi sahabat sejatiku. Aku punya ini buat kamu. Kalau kamu kangen sama aku kamu setel Kotak musik ini ya.. Mungkin perkataan kamu waktu dulu benar, kita akan berpelukan untuk terakhir kalinya”. “Jangan ngomong gitu Ri..! Aku waktu itu cuma bercanda.. Maaf ya Ri, aku gak bawa apa apa buat kenang kenangan aku ke kamu..” “kamu gak perlu bawa apa apa, kenang kenangan kamu buat aku ada di memori ingatanku sewaktu kita kecil dulu.. Udah deh kamu dari tadi nagis mulu.. Aku ada Coklat nih.. Senyum donk..”
“Dan Rizki, kamu juga kenapa nangis? ih laki laki jangan nangis dong… Aku juga punya ini buat kamu.. Ini Cerpen karya aku sendiri.. kamu harus rajin baca, jangan main Games aja.. Awass jangan cengengesan kalo baca Cerpen ini..”. “Makasih banget Ri tapi kamu harus sembuh ya.. nanti kita bacanya bareng bareng di Taman Komplek. nanti Aku beliin kamu Coklat yang banyak banget..”
“Aku udah capek Ki nahan rasa sakit ini, aku mau istirahat yang tenang. dan Rara Maafkan aku jika selama ini aku Munafik. Aku berbohong sama kamu dan perasaanku ini. Aku Cinta sama Rizki Sejak kamu Pacaran sama Rizki.. dan hanya Rizki yang bisa membuatku melupakan Ikhfan.”
“Rizki Maafkan Aku Jika Aku bilang I LOVE YOU…”.
“Nggak Ri, Kamu gak perlu minta maaf, karena Aku juga Cinta sama Kamu. Sejak Hari itu aku jadi sering mikirin kamu. Aku menelpon kamu tapi selalu gak aktif. Aku juga udah ungkapin perasaan aku lewat SMS, Facebook, Twitter, E-mail, tapi gak ada satupun yang kamu balas”. “Iya, Ri. Kamu gak perlu mita maaf. Aku yang salah, Aku gak bisa membagi waktuku. Dan Aku juga sudah tahu kalau Rizki suka sama kamu.” Sambung Rara. “Benarkah ii…” Tiba tiba aku merasa Kepalaku Sakit teramat sakit sekali yang belum pernah aku rasakan. Rasanya Nafasku hanya sampai di tenggorokan. Mataku tak dapat melihat apapun. Hanya seperti tangisan Orang yang hanya bisa kudengar. La..I..laha. ilallah…

THE END

Cerpen Karangan: Fianika Sya’bana Putri
Facebook: Fianika Sya’bana putri
Ini cuma Cerpen yg aku buat untuk mengisi kekosongan aja πŸ™‚ maaf ya kalo jelek..:p

Cerpen Maafkan Aku Jika Bilang I Love You merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tentang Aku dan Ketetapan Hati

Oleh:
Rio masih terdiam kaku menyadari kenyataan baru yang harus diterimanya. Perpisahan itu benar-benar harus menjadi sebuah saksi akhir dari kebersamaannya bersama seseorang yang selama ini lebih-lebih disayanginya, dan sampai

Tak Ada Yang Sempurna (Part 1)

Oleh:
Aku dilahirkan dari rahim seorang ibu, seperti anak-anak yang lain. Aku terlahir dengan jalan yang normal. Tapi kenapa? Kenapa aku tak seperti mereka? Mereka yang mempunyai kaki sempurna. Mereka

Tunjuk Satu Bintang

Oleh:
Hari ini seperti biasa aku duduk di atas kursi roda ku sambil memandangi pemandangan di luar lewat jendela kamarku yang berhadapan langsung dengan taman kompleks perumahanku. Ku pandangi lapangan

Sweet Scrapbook

Oleh:
“hai zahra!” sapa aisyah. “pagi juga!” balasku. “za, nanti ketaman ya” ujar aisyah. aku hanya mengangguk “ada apa?” tanyaku sambil memakan makaroni keju yang kubeli. “se… sebenarnya dua hari

Sleeping Beauty (Part 1)

Oleh:
“Aira… wake up” seru Poppy sahabat karibku dengan suara cemprengnya dan dengan sok-sok’an berbahasa Inggris, padahal nilai rapornya kadang-kadang merah. Ia sedang berusaha membangunkanku dari tidur nyenyakku dan membuyarkan

β€œHai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

3 responses to “Maafkan Aku Jika Bilang I Love You”

  1. ira sukmawati says:

    keren (y)

  2. Joanna Fia says:

    Sedih banget ceritanya !!, bikin orang nangis klo baca cerita ini !, dan ceritanya juga bagus (y)

  3. Fianika Sya'bana Putri says:

    Hihi..:-P cerpen jman aku SD akhrnya lulus moderasi jga πŸ˜› malu amat..hehe.. tpi mksh ya yg udh bca cerpen ini πŸ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *