Maafkan Aku Nita

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Penyesalan, Cerpen Persahabatan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 6 July 2018

Namaku Anggi, aku salah satu murid di sekolah ternama di daerah jakarta. Di sekolah, aku adalah murid yang pendiam, jarang murid-murid yang lain menyapaku. Tapi hal itu tidak ku permasalahkan, aku tetap memiliki sahabat yang bernama Nita. Setiap hari, kujalani hari-hari bersamanya.

Suatu hari, seorang murid menghampiriku, dan ia berkata “Hy, kamu anggi ya? Perkenalkan nama aku Rina.” “Iya, ada apa ya?” “Aku ingin memberitahumu, sahabatmu nita, dia selama ini bersahabat denganmu hanya ingin memanfaatkan kepintaranmu! Kamu masih mau bersahabat dengan dia?” “Itu tidak mungkin. Kamu pasti bohong” “Ya sudah tidak apa apa kalau kamu tidak percaya. Saya hanya ingin membantumu.”

Saat itu juga aku menghampiri Nita yang sedang berada di kantin. Aku langsung membentaknya “Hey Nita! Kamu selama ini munafik ya!” “Maksud kamu apa ya?” “Udah deh, gak usah ngeles. Mulai sekarang persahabatan kita putus” “Tapi…” Belum sempat dia membalas omonganku, aku langsung meninggalkannya.

Esok harinya, Nita tidak hadir sekolah. Aku merasa khawatir. Sepulang sekolah aku langsung menghampiri rumah Nita. Sesampainya di rumah nita, aku terkejut saat melihat bendera putih di depan rumahnya. Aku masuk ke dalam rumahnya. Tubuhku langsung lemas melihat Nita sudah ditutupi kain. Dan ibunya menghampiriku dan berkata “Anggi, sebelum Nita pergi, ia berkata bahwa ia tidak pernah memanfaatkan kamu. Kamu hanya salah faham nak.” “Iya bu, saya minta maaf, saya haya terpengaruh dengan perkataan orang” “Sudahlah nak, tidak apa-apa. Sekarang kita harus melakukan pemakaman Nita” “Baiklah bu.”

Suasan pemakaman dipenuhi tangis. Orang yang tak bisa berhenti menangis, hanyalah aku. Aku sangat merasa bersalah. Akhirnya aku bisa tenang setelah ibu Nita menenangiku. Ibu Nita berkata “Sudahlah Anggi, kamu tidak perlu merasa bersalah. Nita juga tidak ingin kamu menangis. Kamu tidak perlu menangis, yang harus kamu lakukan hanyalah mendoa kan Nita.” Semenjak saat itu, setiap aku shalat selalu terselip doaku untuk Nita. Dan selesai doa selalu terselip kata “Maafkan Aku Nita”.

Cerpen Karangan: Seftia Anggari
Blog / Facebook: Tyaa
Hy, ingin lihat profil penulis? Lihat saja facebook Tyaa

Cerpen Maafkan Aku Nita merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Black Ribbon

Oleh:
Aku menatap pita hitam panjang di tanganku. Pita hitam peninggalan sahabatku, Sora. Kenapa? Kenapa, Sora? Kenapa kau pergi secepat ini? Apa kau tak tahu, betapa berharganya dirimu dalam hidupku?

Membunuh Bayangan

Oleh:
Tutur kata yang lembut terkadang menutupi kemunafikan seseorang, tidak berbuat jahat terang-terangan melainkan menyergapmu secara diam-diam. Dia mulai merasuk ke dalam tiap urat nadimu dan membiarkanmu menikmati hangat rasukannya.

Pengakuan

Oleh:
Malam ini malam minggu. Setelah seharian aku berkutat dengan tugas dan ketikanku di laptop, aku memutuskan untuk berbaring di ranjang dengan kegelapan memakan seluruh penjuru kamar tidurku. Aku tak

Akulah Pendekar Hidupmu

Oleh:
“hendi… Bangun udah adzan subuh cepat ke mushola…”, hal yang hampir tiap hari terdengar oleh telingaku… Mungkin sudah menjadi alarm bergerak bagiku… Tiada lain itulah ibuku, yang selalu lagi

Teman

Oleh:
Riiiiiing “Ok anak-anak, bel sudah berbunyi,” guru Bahasa Indonesia, Bu Neneng, berkata sambil mengelilingi kelas. “Silahkan pulang.” “Akhirnya,” Kezia bergumam, sambil menaruhkan buku tulis ke dalam tasnya. Temannya, Mara,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *