Maafkan Kami Nisa

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Penyesalan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 8 October 2016

Danissa Nur Azizah, ya gadis berjilbab yang baru berusia 13 tahun itu kini sedang menjajakan gorengan buatan ibunya. Tak kenal letih, teriknya panas matahari atau ejekan teman-temannya.

Nisa, itulah nama panggilan akrabnya. Dia sekarang duduk di bangku kelas VII SMP Lancar Jaya. “Wah.. ada penjual gorengan tuh!!” ledek Rafli, anak terjahil di kelas Nisa. “Eh, kamu tuh ya fli bisanya ejek orang aja!!” ucap Hanny, Sahabat Nisa. “Udahlah Hanny, biarkan saja” ujar Nisa lemah lembut.

Di sekolah banyak teman-teman dan guru Nisa yang membencinya dikarenakan Nisa berasal dari Keluarga kelas bawah atau miskin padahal prestasi Nisa sangat membanggakan. Hanya Hanny sahabat Nisa dan Bu Ayu yang baik kepadanya.

Suatu hari, “Baik anak-anak, hari ini ibu akan bagikan tes matematika. Siapa yang mendapat nilai tertinggi akan ibu ikutkan olimpiade matematika tingkat SMP. Ibu akan ambil 2 orang” jelas Bu Ayu, guru kelas Nisa.

Nisa mengerjakan dengan teliti tak lupa ia berdo’a setiap kali mendapati soal yang susah. Hingga akhirnya saatnya pembagian nilai “Vanessa.. 8.3, Lolita.. 7.5, Salsa… 8.3, Hanny… 9.0, Rafli… 5.4, Iqbal… 5.7, Reva… 9.2, dan.. Nisa…. 9.8” ucap Bu Ayu. “Alhamdulillah..” ucap Nisa. “Jadi.. yang akan ikut adalah Reva dan Nisa” kata Bu Ayu.

Seminggu kemudian, waktu perlombaan tiba Nisa mengerjakan dengan hati-hati dan teliti. “Aku harus bisa mengharumkan nama sekolahku dan membanggakan kedua orangtuaku” ujar Nisa dalam hati.

30 Menit Kemudian…
“Baiklah, kami sudah menentukan siapa juaranya” Kata Pembawa Acara. Hati Nisa berdebar-debar. “Juara ke-3 adalah Kayla nur Fathiah, Juara Ke-2 adalah Ro’is nuril alam Zein” ucap pembawa acara. “Dan… yang kita tunggu Juara pertama diraih oleh… Danissa Nur Azizah, Para pemenang harap maju ke depan” lanjut Pembawa acara. Nisa sangat bahagia, dan mendapat uang tabungan senilai Rp5.000.000,00.

Sepulangnya dari lomba, dengan gembira Nisa membawa piala dan hadiah ke sekolahnya. Tapi, apa respon dari sekolah? Kepala sekolah, Bu Resta menganggap bahwa hasil dari nilai Nisa didapat dari mencontek. Nisa sangat sedih dia pun langsung pulang.

Di perjalanan dia sibuk melamun tentang apa yang dikatakan Bu Resta. Saat itu banyak kendaraan yang melintas karena melamun Nisa tertabrak sebuah mobil truk dan mengalami pendarahan di kepala. Namun Sayang tak disayang takdir berkata lain. Innailaihi Wainnailaihi rajiun, Allah telah mengambil nyawa Nisa. Mendengar Hal ini teman teman dan guru Nisa yang semula membenci Nisa kini sadar bahwa Nisa yang membawa nama sekolah ini menjadi terkenal.

Tapi, Kini Nisa telah tiada mereka hanya bisa menyesal di atas kuburan Nisa.
Maafkan Kami Nisa!!!

The End

Cerpen Karangan: Arifah Kaifah Yasak
Hai, Salam kenal di manapun kamu berada.
Arifah Kaifah Yasak.
Jangan lupa komen ya!!

Cerpen Maafkan Kami Nisa merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kenangan Hidup

Oleh:
Tangan yang biasa menggenggam erat tanganku serasa masih hinggap dan siap untuk memelukku , kata kata lembutmu masih terdengar oleh telingaku , bahkan wajah amarahmu katakata itu yang membuat

Mualaf

Oleh:
Keherananku seketika memuncak, tak kala truk yang kami tumpangi tak kunjung sampai. Waw,,,,,,,hatiku berteriak (auw…auw…g juga gini kok man). Sejauh ini kah lokasi penempatan kami, ya, kami berenam. Untungnya

Antara Cinta dan Restu Orangtua

Oleh:
Aku terbangun dengan mata sembab, kepala juga pusing. Semua ini karena semalaman aku menangis. Ya, aku menangis! Menangisi nasibku, masa depanku dan diriku sendiri. “Mah, aku nggak mau nikah

Man With Red Jacket

Oleh:
Aku berdiri di depan pintu kelas, sekolahku masih terlihat sepi. Hanya ada beberapa orang saja. Mungkin aku yang terlalu cepat tiba di sekolah. Tiba-tiba pandanganku terfokus pada suatu objek.

Sampai Sirna

Oleh:
Siapa yang menyangka kalau pagi ini adalah pagi yang terasa baru bagi Kristin. Rumah sebelah yang semula kosong sekarang sudah ada yang menempati. Rasa penasaran mendorong tubuh kecil Kristin

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *