Maut Menjemput Sahabat Ku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Persahabatan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 11 February 2016

Aku Fadhlil kelas 7 SMP, aku mempunyai sahabat yang bernama Gilang, setiap hari aku selalu pulang bersama dengan dia, belajar bersama, dan bermain bersama. Suatu hari Gilang mengikuti orangtuanya ke Maluku karena orangtuanya ditugaskan di sana sekaligus Gilang pindah sekolah ke sana. Namun kepergiannya kali ini terasa berat, sebelum pergi Gilang pernah berkata bahwa, “Fadhlil, aku pergi ya untuk selama-lamanya tinggal di sana, jangan lupa kirimi aku surat ya, nanti kalau ada liburan nanti aku datang ke sini,” kata Gilang.
“Iya nanti aku kirimkan surat ya.” kataku.

Besoknya Gilang pun pergi, sebelum pergi, aku pun sampai duluan di rumahnya, “Daaahh… Fadhlil aku pergi ya, sampai jumpa.” suaranya semakin sedikit ketika dibawa oleh mobil. Aku merasa sepi ketika tidak ada Gilang, setiap hari aku selalu menyendiri untuk menulis surat. Setiap seminggu sekali aku selalu mendapat surat dari Gilang. Namun dalam bulan ini aku tidak pernah mendapat surat dari Gilang.

Suatu hari ketika aku sedang sarapan pagi aku mendapat kabar di TV bahwa ada Gempa yang mengguncang Maluku kemudian aku kaget dan langsung mendengar baik-baik Berita tersebut. Satu minggu kemudian aku mendengar berita bahwa Gilang beserta keluarganya meninggal di telan gempa tersebut. Aku sempat kaget dan langsung mengambil telepon rumah untuk menelepon Gilang, namun telepon tersebut tidak tersambung. Aku sadar bahwa Gilang betul-betul meninggal dunia. Selamat jalan Gilang kamu adalah sahabat sejatiku. Semoga engkau diterima di sisi Allah SWT.

Cerpen Karangan: Fadhlil
Facebook: Fadlil Firmansyah
Nama: Muh. Nurfadhlil Firmansyah
Kelas: VII F
Facebook: Fadlil Firmansyah
Maaf ya kalau cerpen saya jelek atau tidak beraturan saya barusan JUNIOR (barusan bikin Cerpen)

Cerpen Maut Menjemput Sahabat Ku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tarian Bella Si Peri

Oleh:
“Bentar lagi ujian ballet nari nih”, kata teman-teman Bella. Bella cemberut. Ya, sebentar lagi sekolah ballet peri, akan mengadakan ujian. Pada ujian itu, akan dipilih murid yang berbakat untuk

The Philosopers

Oleh:
Ketika tak seorang pun yang mempercayaimu, sahabat akan selalu memihakmu. Ketika kau terpuruk sendiri, sahabat akan selalu menggandeng tanganmu. Sahabat. Tempat mencurahkan rasa pilu. Tempat berbagi rasa suka dan

Copeeet!

Oleh:
Irvan melihat sebuah tangan dengan sebilah silet cutter mulai merobek perlahan permukaan sebuah tas kulit mewah milik seorang Ibu. Begitu perlahan hingga si Ibu sama sekali tidak menyadari bahwa

Indonesiaku

Oleh:
Di bawah kibaran merah putih, kami berbakti. Di bawag kibaran merah putih, kami mengabdi. Di bawah kibaran merah putih, kami berjanji. Merah putihku, jayalah bangsaku. Kami akan selalu mengabdi

Berpisah

Oleh:
“hm, kamu mau melanjutkan sekolah dimana?” tanya seseorang yang tak lain adalah sahabatku dari awal masuk sekolah smp ini, panggil aja nisma. “entahlah, aku masih bingung dengan keputusanku ini”

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *