Mengapa Kau Pergi Begitu Cepat?

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Persahabatan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 27 November 2021

Ditinggal sahabat di hari special!? huftt itulah yang dirasakan anak gadis berumur 16 tahun.

Di sore hari nan indah. Mentari sudah terbenam di ufuk barat. Disana aku dan sahabatku sedang memandangi matahari terbenam.
“Ellen, pulang yuk, besok kan sekolah” ucap sahabatku yang bernama Anin. “Yukk” jawabku. Kami masih berbusana baju seragam, ya kami tidak langsung pulang hehe. Aku menaiki sepedaku. Mengayuh sepeda sambil menikmati angin sore.

Sesampainya di rumah, aku pun langsung mandi. Selesai mandi aku pun makan malam ditemani oleh ibuku. Sayur lodeh ya itu adalah makanan kesukaanku. Apalagi kalau yang memasak adalah ibuku, ditambah bubuk cinta membuat masakan menjadi lebih enak.

Selesai makan aku beranjak ke tempat tidur.
Jam sudah menunjukkan pukul 22.00. Aku pun berdoa sebelum tidur dan menarik selimut untuk menutupi badanku agar tidak kedinginan.

Keesokan harinya
Pagi ini mendung. Mentari seakan tidak menampakkan sinarnya. Hal tersebut membuatku malas untuk pergi ke sekolah. Aku pun melanjutkan tidurku.

Jam menunjukkan pukul 07.00. Terdengar teriakkan ibuku dari luar kamar. “ELLEN!! KAMU GAK SEKOLAH?? 15 MENIT LAGI SUDAH BELL DI SEKOLAHMU”
“HAH!? I-iya bu” ucapku sembari mengambil handuk dan menuju ke kamar mandi.

Sesampainya di sekolah:
“Huftt untung aku tidak telat” ucapku dengan nafas terengah-engah. Aku pun duduk di bangkuku.

Istirahat:
“Ellen, lu ultah besok ya?” tanya Anin.
“Syukur temen gua belum amnesia, iya bener gua ultah besok” jawabku.

Keesokan harinya
Aku sudah menginjak umur 17 tahun. Aku menelepon Anin sahabatku.
Teng teng teng
“anin, hari ini gua ultah, ke cafe yuk gua traktir dehh” ucapku di telepon dengan penuh semangat.
Namun yang menjawab bukan lah Anin namun seorang dokter. “Maaf, anin ada di rumah sakit. Ia kecelakaan saat ke rumahmu, bisakah anda ke Rumah Sakit Wangaya?” ucap seorang dokter
Aku yang mendengarnya seakan mau pingsan. Aku pun bergegas pergi menemui sahabatku dengan harapan dia baik baik saja.

Namun nyawa anin tidak terselamatkan.
“Anin! Lu kenapa lu pergi cepet banget. Gua mimpi kan? Gua mimpi!!” ucapku sambil mencubit pipiku. “Sakit! I-ini bukan mimpi” ucapku. Air mataku keluar deras.

Di Pemakaman
“Anin, semoga kamu tenang disana ya” ucapku sambil menatap pemakaman anin. Angin berhembus kencang. Daun daun berguguran. Aku memutuskan untuk pulang karena sebentar lagi akan hujan.

Cerpen Karangan: Ni Putu Gavrila Anindita Sudiartha
Blog / Facebook: Dita Ingga Narda
Kelas: 6
Umur: 11 tahun
TTL: Bali singaraja, 29 Juni 2010

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 27 November 2021 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com

Cerpen Mengapa Kau Pergi Begitu Cepat? merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


I Find My Best Friend Again

Oleh:
Namaku Delphina Syakira Azima, biasanya dipanggil Syakira. Hari ini aku harus berangkat sekolah untuk menghadapi ulangan. Aku dari tempat tidur segera menuju ke kamar mandi, setelah itu aku pergi

Good Bye My Best Friends

Oleh:
“Ki.. Kikaaaa” teriak Naura ketika Kika akan ke Singapore untuk berobat. “Nau… Do.. Doakan aku ya.. Agar lancar” kata Kika tersenyum kepada Naura. Tetapi, Naura tidak bisa menahan tangisnya.

Suddenly

Oleh:
Aku terjatuh dari tangga perpustakaan dan buku-buku ikut jatuh bersamaku. Tidak usah heran, ini bukan yang pertama kalinya namun sudah yang berkali-kali. namun aku berharap ini yang terakhir kalinya

Cimissy

Oleh:
Viona Angel Husna itulah nama lengkapku. Aku biasa dipanggil Viona. Aku berumur 11 tahun. aku mempunyai dua adik perempuan dan dua kakak perempuan. Aku sering memanggil ibuku dengan sebutan

Bulan Duka

Oleh:
Pikiranku mulai kacau. Emosiku memanas seiring dengan peluh yang terus mengalir di kening dan leher. Kucoba untuk berpikir tenang namun selalu gagal. Hari masih belum terlalu siang, namun aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *