Misteri Surat Melody

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Persahabatan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 6 October 2017

Hi, aku Arina. Arina Sakti. Aku mempunyai sahabat namanya Melody. Sayang dia sudah pergi jauh ke Italia. Hanya tertinggal sebuah surat dari Melody. Namun ada yang aneh dari surat tersebut.

KRING..
Jam wekerku membangunkanku pukul 5.30. Aku mengambil air wudhu lalu shalat subuh. Aku mandi lalu mengenakan pakaian. Karena hari ini Jum’at, seragam di sekolah bebas. Aku mengenakan baju biru polos, blazer coklat, celana jeans, dan jilbab pashmina hitam yang kutata di kepalaku dengan sangat indah. Aku mengambil tasku. Aku turun dari kamarku menuju meja makan. Kuteguk susu coklat hangat sedikit demi sedikit. Lalu mengambil sepatu hitamku lalu berangkat sekolah.

Di sekolah aku masih memikirkan surat itu. Sampai aku tidak memerhatikan Bu Kanya yang sedang mengajar.

TING… TONG…
Bel istirahat yang sangat kunantikan pun datang. Namun, aku tetap melamun.
“Na, ke kantin yuk” ujar Yummy teman sebangkuku. Aku tidak merespon. Yummy menggerakan tanganya di depan wajahku.
“ARINA!!”
“Ha? Yummy? Kenapa?”
“Kamu melamun? Kenapa?”
“Jelasinnya di kantin aja ya!” Yummy yang masih bingung langsung aku tarik.

“Mbak, nasgor seafood pedas sama es teh satu!” pesanku.
“Mie ayam pedaaas sama air mineral dingin satu!” Yummy juga memesan. Setelah pesanan datang, aku mulai bercerita.
“Jadi aku termenung tadi gara gara surat Melody, ingat?”
“Melody teman kita dulu”
“Iya, suratnya itu menanamkan misteri. Kamu ingat, saat dia masih di Indonesia, dia bercerita tentang benda rahasia. Nah dari surat itu, dia memberi tahu clue pertamanya” ceritaku panjang.
“Ooh gitu…”
“Mau bantu nyariin tuh benda gak?”
“Mau, kalau ditemenin ama Rizka”
“Siiip…” kami menghabiskan makanan masing-masing.
“Pulang sekolah, ya” ujarku pada Yummy.

Teet…
Aku membukakan pintu. Ternyata itu Yummy dan Rizka.
“Hai, gimana? Liat suratnya dulu!” ujar Rizka. Aku mengeluarkan suratnya. Isinya:

Dear, Arina.
Hi, Arina. Maaf ya aku baru kasih taunya sekarang. Aku harus pergi ke Sidney. Maaf banget. Kamu ingat kalau aku pernah menceritakan tentang benda rahasia. Terakhir aku mau kasih tau ke kamau kalau benda rahasia itu tertanam di rumah seseorang yang sangat kusayangi. Di dekat sebuah taman. Dan di sudut kanan sebuah pohon. Sampai sini dulu.

Salam,
Melody.

Yummy dan Rizka mulai berfikir.
“Kalau rumah, mungkin rumah bibi, paman, kakak, nenek, kakek” Yummy mengira-ngira.
“Bibi dan paman semuanya tinggal di Jepang. Nenek dan kakek sudah tiada. Berarti tinggal kakaknya” Rizka memperjelas.
“Yap! Tapi siapa kakaknya Melody yang masih di sini?” tanyaku.
“Mungkin bukan kakak kandung mungkin sepupu” Rizka mengira-ngira.
“Ah, aku mengerti. Di rumah seseorang yang kusayangi, maksudnya rumah kakak sepupunya Melody. Mbak Nada. Kalau tak salah dia juga mempunyai taman” jelas Yummy.
“Mbak Nada? Aku kenal tetangga rumahku!” Rizka mencerna perkataan Yummy tadi.
Kami semua saling tatap lalu berdiri dan langsung ke luar rumahku. Tak lupa aku menyambar jilbabku.

Setelah sampai…
“Assalamualaikum, Mbak Nada!” salam Rizka.
“Waalaikumsalam, ada apa Riz?”
“Lihat taman, boleh?”
“Boleh, jangan dipetik ya!”

Kami bertiga berlari menuju taman milik Mbak Nada.
“Oke kita mulai. Ini ada taman. Kecil sih. Terus di sudut kanan sebuah pohon. Aha, itu. Pohon rambutan. Buah rambutan kesukaan Melody. Ayo kita gali!”
“Siip…” Yummy dan Rizka hanya meng-koor.
Aku mengarahkan Yummy yang menggali. Terlihat sebuah kotak.
“Hanya kotak?” Yummy semakin bingung. Aku memerhatikan ada sebuah lubang. Aku memerhatikannya lekat-lekat.
“Ooh…” aku ber-oh. Lalu menunjukkan cincin dari Melody. Cincin itu melambangkan nada. Kulepas cincin itu dan memasukkannya ke lubang kunci itu. Kotak itu bisa terbuka.
Isinya sebuah surat, rekaman, dan kotak kalung.
Aku membuka suratnya dan membacanya.

Dear, Arina.
Selamat!! Kamu telah menemukan benda rahasiaku. Jagalah benda ini. Satu hal, aku ke Sidney untuk terakhir kalinya. Karena aku sudah akan pergi duluan. Pergi ke tempat abadi. Aku terserang penyakit leukumia. Maaf kuucapkan.

Salam hangat,
Melody.

Lalu kubuka kotak kalung itu. Kalung itu berbandul yang berbentuk love. Kubuka love itu. Itu fotoku dengan Melody di kebun raya bogor.
Terakhir sebuah rekaman. Ada tulisannya.
MY MUSIC FOR ARINA. Aku terkejut. Aku tak bisa menahan tangisku. Tangisku pecah saat itu juga.
“Sabar, Na. Tuhan punya banyak rencana. Mungkin ini jalan terbaiknya” hibur Yummy.
“O… hiks.. ke.. hiks.. oke..”
“Denger lagunya, dooong…” pinta Rizka.
“Tak boleeh. Ini rahasiaku dan Melody. Titik gak pake koma!” Rizka hanya cemberut. Hahahaha….

The End

Cerpen Karangan: Naira Khansa Nabila
Maaf ya kalau kata-katanya masih berantakan. Juga kalau ada yg mirip, maaf. Aku bukan berniat untuk foto copy.
Salam.

Cerpen Misteri Surat Melody merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ismail Kecilku

Oleh:
Pagi yang sangat cerah. Tadi malam begitu lelap tidurku. Yah, karena Adik yang tidur satu kamar denganku sedang pulang ke kampung. Dan rencananya, pagi ini mereka baru akan datang

A Gift

Oleh:
Friendship is everything But love is a gift Bandung, Februari 2001 Sore itu cuaca tidak cerah mengingat saat ini mendung gelap menggantung, menyembunyikan matahari yang seharusnya masih berdiri gagah

Persahabatan

Oleh:
pagi yang cerah mengawali hariku yang indah. Rara Deviana berekolah di SMP Teladan kelas IX.D mempunyai 5 orang sahabat mereka adalah Gana, Arya, Yulfa, Indra, dan Damar. walaupun mereka

Hati Mu Hati Ku (Part 1)

Oleh:
Mentari pagi telah menyinari seluruh alam yang sangat indah. Terlihat cowok yang tengah bangun dari tidur lelapnya. Bersama kedua sahabatnya yang masih tidur, cowok itu pun membangunkan kedua sahabatnya.

Radio

Oleh:
Rasa sayang pada benda yang selalu menemani kesedihan dan kesendirian kita memanglah sulit untuk dipisah. Rasa sayang bisa berubah menjadi kesetiaan. Keduanya akan sulit bagi kita untuk tinggalkan, apalagi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *