My Brother is My Life

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 26 November 2017

“Ma! Al! Kakak berangkat ya!” pamit kak Vivo. “Iya, kak!” jawabku dan Mama.

Hai, Aku Alicia Clara Lauretha. Biasa dipanggil Alicia atau Al. Aku memiliki kakak bernama Vivo Ali Sugianto. Biasa dipanggil kak Vivo. Ia sudah kuliah di Universitas Maulana di dekat rumah. Sekitar 500 meter dari rumah. Dia sangat tulus padaku. Juga ramah. Ia mengajariku cara agar mandiri, cara agar bisa menjadi yang terbaik bagi Mama dan Papa. Semua yang kubisa berasal dari dia. Mungkin, mama senang mempunyai anak sepintar dia, seramah dia, seganteng dia. (Aseek). Semua sayang padanya termasuk aku.

“Ma! Al berangkat ya!” pamitku ketika kak Ali sudah berangkat dengan motornya. “Iya Al! hati-hati ya!” pesan Mama. Aku segera mengambil sepeda dari garasi dan mengayuh sepeda dari Papa itu.

“Hai Pak Usro!” sapaku. “Halo Alicia!” sapa Pak Usro kembali. Pak Usro adalah satpam sekolahku yang terkenal ramah. Priiit… Priit… pluitnya ia tiup dan melambaikan tangan pada satu motor di sebelahku. Aku masuk begitupun dengan motor di sebelahku. Ada ibu-ibu dengan anak perempuan di belakangnya yang tersenyum manis padaku. Aku kenal dia, Nancy. Nancy temanku sekaligus sahabatku. Sahabat main, sahabat curhat dan lainnya. Dia juga tulus seperti kak Vivo.

Aku masuk ke kelas disusul Nancy di belakang. “Hai Alicia!” sapa Nancy. “Hai Nancy!” sapaku balik. Aku membaca buku LKS yang semalam aku baca bersama kak Vivo. Ada tulisan kak Vivo yang membuatku rindu dengannya. “Tulisan kak Vivo ya?” tebak Nancy saat melihat bukuku penuh dengan tulisan kak Vivo. AKu tersenyum. “Iya,” jawabku ringan.

Pulang sekolah, aku langsung ke parkiran sepeda untuk mengambil sepeda biruku. Aku menyeberang tanpa melihat ada mobil di sampingku yang melaju kencang. Kak Vivo yang ada hampir di dekatku terkejut dan berkata “AWAS ALICIA!!” BRUK! Aku dan kak Vivo terpental keras. Aku tak sadarkan diri.

Saat aku membuka mata, aku berada di ruangan putih dan bau obat. Tak lain ini ruang rawat inap. Di sampingku, ada Mama dan Papa yang tersenyum melihatku kebingungan. “Sudah sadar kamu sayang…” ujar Mama. “Mana kak Vivo?” tanyaku. “Kamu mau lihat kak Vivo? Ayo,” ajak Papa. Aku bersemangat. Semoga kak Vivo baik-baik saja. Papa mendorong kursi roda yang aku dudukki dan mama memegang infusku.

Papa membuka pintu salah satu ruang rawat inap yang bertulis “ICU”. Aku terkejut. ICU? Bukannya itu ruangan untuk orang yang mempunyai luka parah?. Semoga kak Vivo sembuh. Batinku. Aku melihat kak Vivo terbaring lemas di ranjang. Aku menangis melihat kak Vivo. Tiitt… Darah kak Vivo tinggal 13%. Aku menangis. Tiit… tinggal 10%… Tiiit… Tinggal 5%. Tiiit… Tiiit… Tiiit… tinggal 0%. Aku menangis memeluk kak Vivo. “Ya Allah! Mengapa begitu berat meninggalkannya!” teriakku.

Kak Vivo dimandikan, dishalatkan, dikuburkan dan didoakan. Aku mendoakan yang terbaik untuknya. Semoga kak Vivo lulus kuliah di sana… Aku menangis. “KAKAK!!!” panggilku. Kak, you is my brother. And You, is my life… I can not life without you… Hopefully you happy in down there… My Brother Is My Life…

Cerpen Karangan: Shafa Maura Raihanah
Facebook: Shafa Maura Raihanah
Nama Lengkap: Shafa Maura Raihanah
Facebook: Shafa Maura Raihanah.
Hi, namaku Shafa Maura Raihanah, biasa dipanggil Rara. AKu sudah berkali-kali mengirim cerpen. Namun tak dibuat, semoga kali ini dibuat! Amiin… Aku kelas 3 SD berumur 8 tahun. I hope Yoyu’re Enjoy!

Cerpen My Brother is My Life merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Selalu Kompak

Oleh:
“Kenapa sih kalian berantem terus!? Coba sekali-kali kompak! Bunda capek kalau kalian begini terus!?” ujar bunda jengkel. Ferly dan Lyta tertunduk. “Kalian kembar. tapi kelakuannya selalu bertentangan! Harus ada

Jessica Lala

Oleh:
Di pagi hari yang indah nan cerah, ada seorang anak perempuan kecil yang berumur sekitar 5 tahun sedang memakan sarapannya. Di dalam ruang makan itu hanya ada dirinya dan

Selamat Hari Ibu

Oleh:
“Bunda, sebenarnya Bunda itu mau apa sih kalau hari Ibu nanti?” tanyaku ketika sarapan berlangsung. “Emm, Bunda itu mau gelas ukiran naga,” jawab Bunda. Oh, iya namaku adalah Sissy

Sahabat Sejati

Oleh:
“Baiklah, Ya ya, Aku akan segera ke sana. Oke, Assalamualaikum”. “Waalaikumsalam…” Tutt.. Tutt.. Tutt… Rayya berencana akan pergi jalan-jalan bersama Kirana, sahabatnya. Karena beberapa hari lagi, Rayya akan pindah

Di Tengah Debu Dunia

Oleh:
“Ah. tanggal 30 September” ujar Andi dalam hati sembari melirik kalender yang berada tepat di samping ibunya, ini berarti ia telah berada di tempat itu selama satu minggu tepat.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *