My Ending

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 12 July 2018

Braak!
Aku membanting pintu kamarku Tanpa menghiraukan teriakan mamaku. Aku sangat kesal karena pacarku yang bernama Angel itu selingkuh sama sahabatku sendiri, Storm. Yah gimana lagi Masa sih aku mau marahin dia, Kan itu keputusannya sendiri.

Tak terasa aku tidur setelah membaringkan diriku di kasurku yang empuk ini. Jam 16:30 aku terbangun.
“Ya Allah hampir buka. Aku ini kok selalu ketiduran sih?!” marahku pada diriku sendiri. Gile kali ye?

Aku pun menuju dapur dan melihat kulkas. Ternyata masih Ada ikan salmon dan tuna. Setelah dicek lagi bumbunya juga ada. Garam, gula, sayur, margarin, dan sebuah minyak zaitun. Aku pun memanaskan wajan dengan minyak goreng. Lalu mencelupkan 4 potong ikan tuna. Atasnya diolesi margarin, Dan minyak zaitun. Tunggu 5 menit, masukan Sayur kecil Dan dibolak-balik ikan tunanya. Selesai deh.

Aku mengambil 4 piring Dan menata layaknya seorang Master chef sejati. Aku pun menghidangkan itu di meja makan. Setelah selesai aku segera menuju kamar ibuku, ayahku, Dan kakakku Reno. Aku membangunkan mereka Dari tidurnya. Setelah itu kami ke meja makan Dan duduk di kursi masing masing.

“Dug… dug… dug… Allahu Akbar… Allahu… Akbar”
Kami mendengar suara adzan maghrib berkumandang. Setelah membaca doa aku pun segera makan dengan lahap.
“Ting Ting” bunyi line i-phoneku menunda makan. Aku segera melihatnya Dan tertera nama Rizal di situ. Aku lihat line-nya.
Rizal On

Rizal: Hei, Ra. Ada kabar bagus, kamu lulus!?
Mira: Oh, beneran? thank you?
Rizal: Gak usah lebay gitu deh!yang lulus cuma kamu Dan lainnya jeblok termasuk aku?! jadi Pak Rudi nyuruh semua ulangan lagi termasuk kamu! hahahahahaha!?!
Mira: Eh, beneran?!?
Rizal: Bener
Mira: Ya udah bye!
Rizal: Bye!
Rizal Off

Hadeh hadeh, beneran gak kuat gue hidup kaya gini. Tapi mau apa lagi gue terpaksa kan? Langsung ku berlari menuju kamarku Dan berganti pakaian selutut karena Ada janji Jalan sama Sally. Kukendarai motor ini dengan kecepatan melebihi 20 Dan akhirnya Aku sampai di rumah Sally.

Ting Tong. Kupencet belnya berkali-kali namun tak seorang pun keluar Dari rumah mewah tegak itu. Temanku Sally orang kaya. Karena aku pasrah aku memutuskan Akan kembali ke rumah. Namun sebuah BMW silver berhenti di depan rumah Sally Dan aku lihat itu Ternyata Sally dengan pacarnya Dimas.
“Lo udah nunggu Dari tadi? Ayo masuk!” ucap Sally.
“Iya” jawabku.

Kami bertiga pun duduk di sebuah sofa ruang tamu dengan tv LED 60 inc di depan kami. Nama film yang kami tonton adalah film romantis “Don’t Like Your Enemies”. ‘Hem, boleh juga film in nih’ aku mengatakannya dalam hati. Kenapa kalian tahu aku bicara begitu? Karena semua film yang kutonton sangat membosankan. Dan ini yang Hanya membuatku kagum. Tentang bahwa kau jangan pernah menyukai musuhmu, jika itu terjadi maka kau Akan menyukainya, Asli!! Tiba-tiba lampu mati Dan kami semua panik. Aku merasa seperti sedang Ada yang memegang tanganku Dan kemudian mengikatnya dengan rantai.

Lampu dihidupkan kembali kami bertiga sudah dirantai. Bukan bertiga, tapi berdua. Aku Dan Sally. Dimas pun tersenyum sinis. Di belakangnya terlihat Angel yang juga tersenyum sinis. Aku ingin memberontak namun Tiba-tiba? tubuhku dipegang Dan aku didudukan di kursi lalu diikat. Angel perlahan mendekatiku.
“Apa kau puas ha?!” teriak Angel tepat di depan wajahku.
Aku hanya diam tak menjawab.
Plaak!
Sebuah tamparan mendarat di pipiku.
“Jawab!” bentak Angel lagi.
“Ya Dan kau bisa pergi kah?!” balasku tak mau kalah.
Plaak!
Sebuah tamparan lagi mendarat di pipiku.

Angel mundur Dan Dimas mendekatiku.
“Sally sudah kubunuh! lihat sebelahmu!” perintah Dimas lalu memgang daguku Dan mengarahkannya kepada Sally. Dia di ******* berkali-kali sampai tubuhnya lemas. Namun karena tak kuat akhirnya Sally mati.

Dia mengembalikkan daguku seperti tadi. Lurus menghadap Dimas Dan Angel. Mereka berdua mendekatiku Dan mengelus lembut pahaku. Setelah itu Angel mencium bibirku. Aku hanya menangis Dan terkulai lemah tak berdaya di depan mereka berdua. Setelah itu aku sudah tak virgin lagi. Aku memutuskan untuk bunuh diri saja.
Dan inilah akhirku yang menyedihkan.

Cerpen Karangan: Sabila Salwa Putri Wahyuhadi

Cerpen My Ending merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pupus

Oleh:
23 Januari 2013 Siswa siswi SMA Merah Putih yang mengikuti ekstrakulikuler Marching Band dan anggota Paskibra pulang secara bersamaan. Setelah semua berpencar meninggalkan lapangan sekolah, aku dan Rechal, teman

Surat Terakhir

Oleh:
“dian” sapaku kepadanya saat aku melihat dia berlari-lari dari depan pintu perpustakaan, ia menoleh ke arahku namun tak menghiraukanku dan terlihat airmata telah keluar dari mata indahnya itu. kenapa

Rangga (Part 3)

Oleh:
Kutatap lekat lekat tubuh seseorang itu dari belakang. Kayak kenal deh gue, ucapku dalam hati. “Ngapain lo berdiri di situ?” Ucapnya seketika yang membuatku tersentak kaget. Dengan sedikit kesal

Mengapa Aku Berbeda

Oleh:
Hari-hari yang kulalui semenjak menginjak bangku Tsanwiyah lumayan menyibukkan. Tugas demi tugas yang harus kuselesaikan di setiap pertemuan. Tak jarang aku memiliki waktu untuk sekedar holiday. Bahkan untuk sarapan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *