Napas Terakhir Sahabatku Penderita Kanker

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 26 March 2016

Intan, itulah namanya. Ia ditakdirkan oleh Tuhan untuk menderita penyakit yang sangat sulit disembuhkan. Intan adalah sahabat dan juga saudaraku. Intan adalah anak yang baik, lucu, dan tentunya juga cantik. Saat ini Intan masih menginjak kelas 3 SD. Intan tinggal di daerah Mojokerto, bersama kedua orangtuanya dan kakak laki-lakinya. Orangtua Intan juga tidak berpenghasilan seberapa banyak. Bapaknya bekerja sebagai kuli bangunan, ibunya juga bekerja di rumah orang, sedangkan kakaknya pun masih menginjak SMK. Intan dikenal sebagai sahabat yang baik, periang, dan juga senang menghibur sahabat lainnya. Entah bagaimana perasaan sahabatnya ketika ditinggal olehnya.
Pada akhir tahun 2012, Intan dikejutkan dengan tumbuhnya sebuah benjolan di daun telinga Intan. Intan tidak tahu apa sebenarnya benjolan yang menempel itu.

“Ah… mungkin ini hanya digigit semut, atau nyamuk.” kata Intan dalam hati. “biarin aja lah.” tambahnya.

Beberapa hari kemudian, Orangtua Intan mengetahui, bila ada benjolan di atas daun telinga Intan.
“Intan, telingamu kenapa, kok ada benjolan?” tanya ibunya.
“Mungkin digigit semut, Bu.” jawab Intan.
“Ya sudah, kalau begitu.” ujar ibunya mengakhiri perbincangan. Setelah itu, aku juga baru tahu bila di telinga Intan terdapat benjolan.
“Intan, kenapa telingamu itu?” tanyaku pada Intan.
“Ini hanya benjolan, mungkin karena digigit semut.” jawab Intan sama.
“Oh… begitu.”

Semakin hari, benjolan di telinga Intan malah semakin membesar, hal ini pun diketahui oleh orangtua Intan. Orangtua Intan pun membawa Intan ke rumah sakit terdekat untuk diperiksa. Setelah beberapa lama menunggu orangtua Intan pun bertanya kepada dokter. “Anak saya ini kenapa, dok?” tanya ibunya.
“Anak ibu ini mengidap penyakit tumor jinak, saya berpesan agar Intan mau melaksanakan operasi dan secepatnya operasi itu dilaksanakan.” jawab dokter sambil menjelaskan. Orangtua Intan terkejut mendengarnya.

Setelah beberapa hari kemudian, Intan pun menjalankan operasi, dan alhamdulillah operasi itu berjalan lancar. Intan sangat senang sekali. Namun, kesenangan itu tidak berlangsung lama. Berapa bulan kemudian tumbuhlah benjolan lagi. Kini benjolan itu menyerang daerah leher belakang. Hal ini diketahui cepat oleh kedua orangtuanya. Orangtua Intan pun membawanya ke rumah sakit lagi. “Benjolan yang dulu telah sembuh, telah menjalar ke seluruh tubuh Intan, kini Intan mengidap penyakit tumor ganas atau biasa disebut dengan kanker.” begitu kata dokter. Dokter pun menyarankan agar membawa Intan ke RS. Dr. Soetomo, Surabaya untuk menjalani kemo terapi.

Sudah beberapa bulan Intan telah melaksanakan kemo terapi, tetapi lama kelamaan ia pun menjadi tidak mau karena baginya kemo terapi itu sangat sakit. Orangtua Intan pun pasrah melihat benjolan yang kian lama kian membesar, hingga Intan sulit untuk menoleh. Beberapa bulan kemudian, benjolan itu tumbuh dengan sangat pesat, sehingga keadaan Intan menjadi lemah tak berdaya, ia hanya bisa berbaring di tempat tidurnya. Hari itu adalah hari Minggu, 9 Maret 2014. Itu adalah hari ulang tahun sahabatku. Kami semua bersenang-senang, kecuali Intan. Intan hanya bisa merenungi nasibnya ini. Pada saat malam hari, aku dan teman-temanku berkunjung ke rumah Intan untuk menjenguknya. Intan terlihat sangat pucat, lemas, tanpa energi sedikit pun. Kami hanya bisa menangis melihat keadaan Intan.

Hari itu hari Senin, 10 Maret 2014, pukul 02.00 dini hari. Intan menghembuskan napas terakhirnya. Kedua orangtua Intan tidak berdaya melihat anaknya kaku tanpa ada hembusan napas sedikit pun. Aku yang telah mengetahui kabar itu pun, menjadi sangat sedih. Kami semua menjadi sangat sedih atas perginya sahabat kami. Selamat jalan Intan. Kami tak akan melupakanmu.

Cerpen Karangan: Kartika Sari W.U

Cerpen Napas Terakhir Sahabatku Penderita Kanker merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


It’s You?

Oleh:
“Contoh Kak Harry! Dia anak rajin dan selalu jadi juara kelas! Kamu? Nilai nggak pernah jauh dari D-E-F. Mau jadi apa sih kamu?” Olokan mama kembali terngiang dalam benakku.

Melukis Pelangi

Oleh:
Hujan kembali membasahi sosok tubuh mungil yang tengah berlari sendiri mengitari lapangan sekolah. Terdengar suara saling berbisik antara anak yang satu dengan yang lain. Banyak anak yang menyaksikan tubuh

Hari Hari Terakhir Bersama Ayah

Oleh:
Hai teman teman namaku areta griselda biasa di panggil mumun. Waktu itu hari senin, saatnya aku les bahasa inggris. “Yah.. nanti jemput jam 4 ya.” kataku “ya dek” jawab

Impian Dan Kematian

Oleh:
Umur 2 tahun kematian hampir menjemputnya, tapi Allah masih mengizinkan ia untuk merasakan bagaimana kehidupan. Ada seorang gadis yang berkelahiran tahun 1990. Dia memiliki impian yang sangat mulia, dia

Mother, I Love You

Oleh:
Hari terasa sangat gelap. Waktu itu, aku masih di sekolah menunggu hujan reda. Aku mengerti kondisi keluargaku. Ayah pergi merantau entah ke mana dan aku hanya sendiri bersama Ibu.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *