Parasit Yang Kurindukan

Judul Cerpen Parasit Yang Kurindukan
Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Lucu (Humor), Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 19 December 2016

Sinar matahari telah membangunkanku dari keranda pingsanku tadi malam, tak kukira ia telah melambaikan sinarnya hampir di atas kepala, dengan menggebu gebu aku langsung mengambil ponselku. Bulu kudukku merinding setelah melihat 94 pesan dan 37 panggilan tak terjawab dari rina, dia adalah sahabat karibku, sejak kami masih seumur jagung. Kubaca setengah pesannya, semua isi pesannya bernadakan kesal kepadaku. Karena aku tak menepati janjiku untuk lari pagi di car free day alun alun kota kami. Maklum saja, sekarang jam dinding sudah menunjukan angka 10. Sebenarnya aku ini perawan macam apa sih? Pikirku dalam hati

Dengan tubuh masih berisikan nyawa setengah aku turun dari tangga kamarku, aku berharap hari ini ibuku masak enak, kalau nggak ada daging minimal ayamlah. Yang penting hari ini aku nggak makan mie instan lagi. Maklumlah, karena ibu dan ayahku adalah manusia karir jadi lupa segalannya tentang keluarganya. Kalo disinggung suruh nyari pembantu pasti ibuku mukanya sepet, nggak tau apa yang ada di pikirannya

Baru juga aku turun dari tangga, eh ada makhluk astral yang udah nunggu kedatanganku dari tadi pagi. Dia lagi duduk santai di meja makan keluargaku, dengan sepotong roti tawar dan pisau di tangannya. Idih ngeri amat, udah kaya psikopat sosialita masa kini. Dia adalah rina, dia memang nggak pernah ada aturan buat masuk ke rumah aku, mau pagi, siang sore, malam, subuh sekalipun pintu rumah ini selalu terbuka untuknya. Karena dia sudah dianggap keluarga sendri oleh keluargaku

“semalem abis mangkal dimana jam segini baru bangun?” dia mengacungkan pisaunya ke arahku. Mungkin maksudnya dia nunjuk aku tapi pisaunya lupa diturunin
“tadi abis mimpi bareng zayn malik, kan mubazir kalo bangun pagi” itu adalah alasan terbodoh yang pernah kukatakan
“mimpi lu kejauhan, lu cocoknya sama jono aja” jono adalah lelaki yang mukannya mirip gunderuwo lagi kena kurap, dia termasuk orang yang terkenal di sekolah kami, terkenal akan kejelekanya
“abang jono hanya milikmu”
“b*tch!!” katanya

Daripada aku berdebat dengan manusia itu, lebih baik kuputuskan untuk mandi saja. Bercik air menghujam lantai menghiasi suara kamar mandiku, ditambah dengan lagu thinking out loud yang kudengungkan dengan suara yang seperti knalpot bajaj yang empat tahun belum diservis. Setelah selesai aku langsung ingin ke kamarku yang ada di lantai dua. Belum sempat naik ke tangga, si manusia tadi sudah menjegalku lagi

“karena cfd nggak jadi. Tlaktir gue nonton. Bodo!”
“apa apaan ini, pemaksaan ini” aku mengelak
“bodo bodo bodo”
“iya udah tunggu, gua pake baju dulu”
“jangan cantik cantik, nanti cowok nggak ada yang ngelirik gue!”
“bodo bodo bodo” ucapku

Setelah aku rapi dengan dandanan ala prinses dari badghdad, aku langsung bersiap untuk pergi ke mall terdekat dari rumahku, sebelumnya aku pamit dulu ke ibuku, tetapi tidak dengan ayahku, dia sedang sibuk memancing di kolam belakang rumah. Kan nggak banget udah cantik gini mainnya ke empang. Setelah pamit aku langsung memasan taxi online, dan tak lama pak supir datang menjemputku dan mengantarkanku ke tempat yang kami tuju

Oh iya, perkenalkan namaku wina alessia, pacarnya zayn malik, hobby ngegosip, alergi jengkol tapi doyan pete, sama satu lagi, aku jomblo loh, baru putus dua tahun yang lalu, udah gitu aja. Sampai di di tempat tujuan kami langsung memesan tiket, karena filmnya masih 30 menit lagi baru mulai, aku putusin buat makan di salah satu kafe, dan rina pun setuju. Lagi asik asik mengunyah makanan tiba tiba ada seseorang yang menegurku dari belakang, suaranya berat. Dipastikan ini cowok, tapi aku nggak tau dia siapa, karena aku nggak janjian sama siapa pun hari ini

“tebak ini siapa?” katanya sambil menutup mata ku
“woy lu siapa? Modus lu kampungan!!!” aku marah
“kenalin nama gue ray” dia ngulurin tangannya ke gue. Idih ini manusia apa yang dirasa coba?
“SIAPA LO?”
“jangan galak galak, nanti aku tambah suka” dia ngegombal
“jijik tau gak?” ku mulai berdiri. Sedangkan rina hanya tertawa cekikikan melihatku dan manusia aneh tersebut
“kalo kamu pergi, jangan salahin aku kalo aku bakalan nyari kamu ke ujung dunia sekalipun” ucapnya kepadaku
“siapa yang mau dengerin” kataku

Setelah aku dan rina meninggalkan lelaki tersebut aku langsung masuk ke audotarium 3 dan mendapatkan bangku E6,7. Baru saja ingin duduk, eh nggak taunya udah ada yang nempatin, saat baru ingin kutegur, dia langsung memalingkan wajahnya ke kami

“ketemu lagi kan” ujarnya
“ih kok lu lagi sih?”
“kan udah aku bilang, aku bakal nyari kamu ke ujung dunia sekali pun”
Aku yang muak dengan manusia tersebut langsung menggandeng rina untuk ke luar ruangan ini, aku benci melihat dirinya. Aku memutuskan untuk pergi.

Baru ingin keluar mall, hujan turun dengan deras, ini menambah deritaku yang terombang ambing oleh lelaki astral tersebut. Kubuka ponselku, niatnya mau manggil taxi online tapi sayangnya bateraiku lowbet dan batrai ponsel rina pun sama. Aku duduk di tangga pintu masuk mall seperti gembel tanah abang sedang meminta sumbangan, untuk menunggu hujan reda. Godaan tukang dagang tak henti hentinya menyeruak masuk ke indra pendengaranku. Ini makin membuatku naik darah

“pulang bareng aku aja, aku bawa mobil kok” tiba tiba sebuah suara yang tak asing terdengar oleh kupingku
“ih kok lu lagi sih” aku kaget bukan main, manusia itu datang lagi
“ayo” rina setuju dengan dia
“ih rin apaan sih”
“tuh temennya aja setuju” dia merayu
“udah ikutin aja maunya dia” gumam rina
Dengan tekanan berkali kali, akhirnya aku setuju.

Di dalam mobil aku hanya terdiam, aku sengaja mengambil tempat duduk di belakang tetapi dia tak ada habisnya mengintipiku lewat spion mobilnya.
“kalo ngeliatin raisa jangan segitunya” ucap gue
“kamu lebih dari raisa”
“alay lo!”
“kamu lucu kalo lagi bete” ucapnya
Ah dari pada aku lanjutin percakapan ini, mending kulihat hujan yang turun, itu lebih indah dibanding muka sang sopir itu.

Karena jalanan lengang akibat diguyur hujan dia mengemudi dengan kecepatan yang tinggi, aku nggak tau berapa kecepatannya yang pasti mobilnya sampe geter. Sebenernya aku takut tapi mau ngomong takut dia ngeluarin bacotannya lagi, mending aku diem sambil komat kamit biar nih anak ngendarainnya nggak nabrak.

Nggak lama dia nerobos lampu merah dengan keadaan mobil luar biasa kencengnya, dan akibanya tabrakan tak terelakan, akhirnya kami bertiga tak sadarkan diri. Saat aku siuman, aku baru sadar jika mukaku penuh dengan plesteran sana sini, aku kira ini Cuma jebakan betmen, eh pas aku pegang rasanya sakit. Ah sial si parasit itu berulah lagi. Pokoknya kalo ketemu dia, aku mau pukul mukannya pake palu, atau nggak pukulan baseball biar abstrak tuh manusia. Rina yang udah siuman duluan langsung meluk aku sambil ngeluarin air mata

“loh kenapa nangis rin?”
“kii taa mass sihh berr untuung win” ucapnya sambil tersedu sedu
“maksudnya apa sih?” aku makin bingung dengan semua ini
“ray meninggal”
“hah? Cowok yang tadi itu kan? sumpah?”
“iya rin” dia terus terusan meneteskan air matanya

Apa benar dia sudah tak ada? Apakah ini takdir tuhan? Mengapa rencana ini begitu rumit? Ini semua salahku! Mungkin ini tak terjadi bila tadi aku tak pergi saat di bioskop. Aku merindukan dia walaupun baru beberapa jam kita bertemu. Mengapa rasa ini terlalu perih? Aku rindu sang parasit itu. Aku menghilangakan orang yang baru saja mengenalku, orang yang mengajak kenalan pun tak kuterima. Terlalu hinakah diri ku? Dia adalah parasit yang kurindukan. Aku sangat menyesal atas semua perbuatanku terhadapnya. Sangat. Akhirnya ku terlelap dalam air mata

Cerpen Karangan: David Septianto
Blog: David-septianto.blogspot.com
david septianto mahbudh adalah manusia transmigran dari inggris ke bekasi, hobby berkhayal, jarang mandi tapi ganteng. yang punya akun istragram hajimahbudh. punya cita cita mau nikahin raisa

Cerita Parasit Yang Kurindukan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Senyuman Terakhir Mikha

Oleh:
Mikha sedang tertidur pulas dengan infusan di tangan nya. Mama menangis melihat kondisi mikha yang semakin parah. Mikha mengidap penyakit kanker darah (leukemia). Mikha terbangun oleh tangisan mama. “Mama,

Migegil

Oleh:
Waktu menunjukkan pukul 05.00, sudah menjadi kebiasaanku untuk bangun tidur lalu membantu pekerjaan rumah, kemudian mandi, sarapan dan berangkat sekolah. Kemudian aku bangkit dari tempat tidur sambil menutup mulutku

Fall For Her

Oleh:
Alan duduk tenang di atas jendela kamarnya. Kakinya bermain, membuat suara dengan daun pohon-pohon. Angin malam berhembus, meniup rambutnya. Ia tersenyum simpul. Tidak ada yang lebih baik dari ini.

Di Saat Ku Diabaikan

Oleh:
Di suatu perkotaan, tinggallah sabuah keluarga sederhana, keluarga tersebut beranggotakan 5 orang. Yaitu ayah, bunda, kak ramadhan (kakak pertama), kak chintia (kakak kedua), dan amel (aku). Keluarga ku terkadang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Parasit Yang Kurindukan”

  1. elanor says:

    hahaha kocak bgt ndak berhenti ketawa sya bacanya.. dan akhir ceritanya juga ndak terduga.. walaupun kata katanya ringan tapi mudah dibaca n g di paksakan good good

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *