Pelajaran Pertama

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 19 May 2017

Namaku Iel, pelajar SMPS RAYA di Riau. Dan sekarang aku harus pindah ke Banten, dikarenakan aku memiliki penyakit keras dan ayah percaya pengobatan di sana, karena itu aku harus pindah dari Riau. Aku memiliki kekasih di Riau, aku sangat menyayanginya, tapi aku harus memutuskannya.

“Iel, kenapa?” Tanya Zade mantanku di seberang telepon
“Zade, kamu akan tahu, dan maaf, aku akan masuk ke kelas, Zade ini hari pertama aku sekolah, dan aku harap kamu ucapi semangat untukku”
“Semangat Iel, semoga mendapatkan yang lebih baik dibanding aku”
Tuut.. Tuut.. Tuut..
Telepon mati, aku sakit hati, tapi aku harus harus menyemangati hatinya.

Pelajaran yang dijelaskan Miss. Vyca tidak ada masuk ke dalam otakku. Perutku sakit, dan brruuuggghh..
“Iell”.

Aku terbangun, perutku masih sakit, tiba-tiba Zade nelepon aku.
“Kamu emang gak ngerti perasaan aku Iel, kamu egois, tapi gak papa, karena aku yakin, kamu dapat karmanya. I Hate you Iel” Tuut.. Tuut.. Tuut.
HP mati, Zade selalu menyalahkanku.

“Iel, lo gak papa? Miss. Vcya khawatir sama kamu. Keluhan kamu apa Iel?” Tanya Clara teman baruku.
“Clar, pertanyaan kamu itu kaya dokter tau, Hahah, aduh.. I’m ok Clar, thanks” ucapku meyakinkan
“Muka elo pucet tau ell”
Anak Banten emang lebih sering pake lo gue yaa, pikirku..
“Clar, aku pingin pulang”
“Iya, gue tau Iel, Dewa udah di depan mau nganteri lo pulang. Miss takut kalau lo gak bisa pulang sendiri”
“Thanks my new friend. Muach, aku pulang dulu ya. Muach”.

Aku pun melangkah menuju parkiran, aku masih mengingat kata-kata Zade, dan bodohnya aku lupa gimana wajah Dewa.
Aku pun duduk di bangku panjang.
Pluuk. Suara orang memukul lembut pundakku.
“lo Iel kan? Gue Dewa”
“Hhaa? Ini gak mungkiin” aku berlari, menyadari kalau dewa dan zade mirip, tapi dewa bisa menahan tanganku.
“Iel, lo kenapa?”
Aku menangis, ditambah penyakitku kambuh, perutku sakit, dan lagi-lagi aku pingsan.

Kalau tadi aku di UKS, sekarang aku tersadar ada di Rumah Sakit. Selang-selang terpasang di tubuhku. I hate today, bisikku dalam hati.
“Iel, Im sorry” ucap zade.
“zade, kamu di sini?” Kataku lirih
“iya sayang, dan ini dewa, kembaranku”
Sekarang aku paham, tapi aku sakiit, tiiiiiiittt.
Garis itu lurus, aku pergi.

Cerpen Karangan: Ellya Syafriani
Facebook: Ellya SyaFriani
Namaku Ellya, siswa SMPS EKADURA LESTARI, ini cerpen yang pertama kumuat. Mohon kritik, karena ini permulaan.

Cerpen Pelajaran Pertama merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Gadis Lotus Dan Lebaran Terakhir

Oleh:
Panas terik begitu menyengat, keringat demi keringat berjatuhan pada wajah cantik gadis itu. Rasanya memang seperti berada di Gurun Sahara, walaupun Muty hanya berkhayal bisa pergi ke sana. Sejak

Ketika Kau Tak Lagi Menemaniku

Oleh:
“Aku diam bukan berarti aku marah. Aku sayang kalian, aku sayang kamu. Aku ingin kalian lebih baik dari kalian yang sekarang. Tapi maaf kalau caraku ini salah. Maaf kalau

When I Die?

Oleh:
Enam tahun silam aku mengalami kejadian yang aku sendiri tak sanggup menceritakannya kepada orang lain, sekalipun orangtuaku sendiri. Dan aku tak bisa mengungkapkannya kepada siapapun karena trauma yang sangat

Tiada Yang Tahu

Oleh:
“Hahaha,” Gelak tawa dan tepuk tangan penonton menyudahi stand up yang baru saja Ardi pertunjukkan. “Terima kasih untuk kalian semua, kalian adalah penonton yang hebat!” Seru Ardi seraya menuruni

Sehari Tanpa Tawa Sahabat

Oleh:
Pagi ini pagi yang sangat cerah, matahari bersinar begitu indahnya. Aku pun bersiap-siap untuk berangkat sekolah, oh iya namaku Ayu tepatnya Anjani Ayu Widati aku kelas 3 SMP, aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *