Pengorbanan Yang Tak Dianggap

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Pengorbanan, Cerpen Persahabatan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 20 April 2015

Namaku Fany Indah Wardianti. Biasa dipanggil Fany. Di Sekolah, aku mempunyai teman yang banyak. Ini adalah kisahku, pengalamanku, kisah nyata hidupku yang tak mungkin bisa kulupakan.

Aku punya sahabat yang menurutku dia itu baik, cantik, gemesin, pipinya tembem, pintar lagi namanya Ellyana Putri Nur Fitri. Aku baru saja kenal dengan Ellyana. Ellyana punya beberapa sahabat yang tak kalah dengan dia namanya Puji, Fefe, Dewi, Desi. Kemana-mana mereka selalu bersama.

Ellyana sangat ditakuti oleh teman-temannya gak ada satu pun dari temannya yang berani dengan Ellyana. Banyak orang yang menganggap Ellyana egois dan sombong.

Inilah awal dari semuanya. Ketika di Yogyakarta, Ellyana suka semena-mena tehadap mereka semua (Puji, Fefe, Dewi, Desi). Ingin sekali rasanya mereka mengungkapkan itu, tapi tak ada satu pun dari mereka yang beani dengan Ellyana. Mereka memendam amarah yang sangat besar terhadap Ellyana.

Awal kehancuran persahabatan mereka. Karena mereka (Puji, Fefe, Dewi, Desi) memendam amarah, akhirnya mereka mengungkapkan itu. Mereka semua sudah tidak tahan dengan kelakuan Ellyana yang semakin egois dan bertindak semena-mena. Mereka mencaci maki dan tidak menganggap Ellyana lagi sebagai sahabatnya. Mereka bertengkar dan saat itu pula Ellyana tidak mempunyai teman lagi selain AKU dan teman SDnya.

Ellyana berkali minta maaf kepada mereka mungkin sudah sampai ratusan kali, tetapi tetap saja tidak dianggap oleh mereka semua. Mereka memusuhi Ellyana, menjauhi, menghina dan menyindir di Socmed. Aku tidak tega melihat Ellyana seperti itu. Meskipun aku baru kenal Ellyana, tapi aku sudah menganggap dia seperti keluargaku sendiri.

Keesokan harinya, Ellyana tidak masuk sekolah dan dia mengirim sms ke aku yang isinya dia tidak masuk sekolah karena sakit. Mungkin karena tertekan akibat masalah yang dideritanya. Ellyana hampir putus asa menghadapi cobaan yang begitu berat ini. Aku terus memberi semangat untuk dia dan aku juga berusaha terus menerus supaya Ellyana bisa baikan dengan teman-temannya.

Sudah berhari-hari Ellyana tidak masuk sekolah. Aku khawatir dengan keadaannya. Tiap hari aku terus mencoba menjelaskan semua kepada teman-temannya. Sampai suatu hari aku bicara seperti ini kepada temannya
“Ayolah maafkan saja Ellyana, dia sudah sadar dan aku yakin dia akan berubah..” Kataku
“Percuma kamu belain Ellyana, kami gak akan memaafkan Ellyana” Kata mereka
“Ayolaah.. Aku yang jadi taruhannya jika Ellyana tidak berubah dan tetap berbuat seperti itu kalian boleh ngapain aku apa aja sesuka kalian” Kataku
“Hahaa.. Kamu itu diapain siih sama Ellyana? Ngapain kamu mau temenan sama anak yang kaya’ gitu. Ellyana itu gak pantes jadi temenmu” Kata mereka
“Aku nggak diapaapain sama Ellyana. Aku cuman gak tega aja ngeliat kalian bertengkar dan aku juga gak mau liat sahabatku sedih. Gara-gara mikirin masalah ini Ellyana sampai sakit parah. Apa kalian gak kasian sama dia? Dia itu kan juga sahabat kalian. Apa kalian gak inget dulu kalian kemana-mana selalu berlima?” Kataku
“Ngapain kita kasihan sama Ellyana? Ellyana sudah bertindak seperti itu ke kami semua. Gak pantes dia dikasihani!!! Percuma dia gak akan bisa berubah!!” Kata mereka
“Ayolaah.. Ellyana sudah berjanji akan berubah dan dia kan sudah minta maaf ke kalian. Apa sih yang harus Elly lakuin biar kalian semua mau maafin Elly?” Kataku
“Gak perlu ngelakuin apa-apa!!! Kita semua sudah terlanjur marah dan sakit hati gara-gara Ellyana temenmu itu!!! Kita gak mau lagi kenal sama yang namanya Ellyana!!! Sudah kita semua sudah muak dengan apa yang berhubungan sama dia!! Gak usah bahas dia lagi di depan kita!!”
“Ya sudahlah gak papa. Aku cuman mau kalian semua sahabatan lagi kok kaya’ dulu.”

Di Sekolah Ellyana Cuma punya sedikit teman, yaah.. salah satunya aku yang masih mau bertemen dengan dia dan mau membantu supaya hubungan dia sama sahabatnya kembali normal seperti dulu. Meskipun perjuanganku buat ngebaikin hubungan Ellyana sama temennya tidak berhasil aku tetap berusaha meskipun hasilnya nihil.

Setiap hari Aku dan Ellyana selalu berdua, kemana-mana berdua. Pada saat itu aku juga dijauhi banyak temenku gara-gara aku masih mau berteman sama Ellyana. Meskipun demikian aku tidak pernah ninggalin Ellyana meskipun aku dijauhin temanku. Aku pernah bilang gini ke Ellyana “Aku gak tau lagi harus berbuat apa. Aku sudah ngelakuin apa aja supaya kamu sama sahabatmu bisa baikan lagi seperti dulu, tapi hasilnya nihil!” Kataku
“Ya udahlah gak papa Fan, mungkin mereka udah gak mau lagi berteman sama aku. Gak papa laah Fan, toh aku juga masih punya sahabat sebaik kamu. Aku nganggep kamu sudah seperti keluargaku sendiri” Kata Ellyana
“Maaf yaa Ell, aku gak bisa ngebaikin hubungan kamu sama sahabatmu itu. Oh ya Ell kalo nanti kita kelas 8 kamu pasti punya temen baru dan mungkin kamu baikan sama sahabatmu pasti kamu lupa deeh sama aku” Kataku
“Inget yaa Fan, aku gak akan lupa sama kamu, meskipun aku sudah punya temen baru!! Kamu itu baik banget Fan sama aku, disaat semua sahabatku menjauh, kamu malah deket sama aku, kamu selalu nyemangatin aku. Kamu yang buat aku semangat untuk jalanin cobaan ini Fan. Aku gak akan lupa sama kamu” Kata Ellyana
“Gak mungkin Ell, kamu gak lupa sama aku. Liat aja besok, semua yang aku omongin tadi pasti jadi kenyataan” Kataku
“Gak!!! Aku pasti inget sama kamu. Aku pasti inget sama kebaikanmu Fan. Aku gak bakal lupa sama kamu” Kata Ellyana

Singkat cerita. Besok adalah hari kenaikan kelas. Aku dan Ellyana berharap kelas 8 kita satu kelas, ternyata tidak!! Aku masuk 8 C dan Ellyana masuk 8 G. Awal masuk kelas 8 kita masih deket. Kita masih bersahabat dan aku juga terus berusaha supaya Ellyana bisa baikan sama sahabatnya seperti dulu. Lama-kelamaan Ellyana punya temen yang banyak dan banyak adik kelas yang ngefans sama Ellyana.
Inilah saat Mimpi burukku benar terjadi!! Ellyana sekarang sudah punya temen yang banyak. Sahabat Ellyana yang dulu (Puji, Fefe, Dewi, Desi) pun satu persatu sudah memaafkan Ellyana. Dan aku pun senang, akhirnya usahaku untuk memperbaiki hubungan Ellyana dengan sahabatnya pun membuahkan hasil. Meskipun membutuhkan proses yang panjang dan lama sekali.

Waktu terus berjalan, akhirnya mereka sudah baikan dan kembali berlima lagi seperti dulu. Kemana-mana berlima dan ngapa-ngapain juga berlima seperti dulu. Pertamanya siih aku pasti senang tapi lambat laun waktu berjalan hubunganku dengan Ellyana pun renggang tidak seperti dulu lagi. Jika aku bertemu Ellyana di kantin atau di manapun aku selalu nyapa dia, tetapi gak pernah di respon sama Ellyana. Senyum atau noleh ke aku aja enggak sama sekali. Aku gak tau kenapa dia berbuat seperti ini sama aku padahal menurutku aku juga gak punya salah sama dia. Di sms pun gak pernah dibales katanya siih gak punya pulsa tapi watu aku sms pake nomornya kakakku yang dia gak tau itu nomorku pasti dibales.

Yaa… Inilah yang namanya Sahabat Sesaat (mungkin). Pengorbananku Yang Tak Dianggap sama sekali malah dibalas dengan kejamnya sikap dia denganku. Sekarang aku tidak pernah contact dengan dia lagi. Biarlah dia bahagia dengan sahabatnya. Dan aku berusaha untuk melupakan dia walaupun gal mudah tapi aku harus berusaha untuk melupakan dia

–The End–

Cerpen Karangan: Fany Indah Wardianti
Facebook: www.facebook.com/fany.sagita.3

Nama: Fany Indah Wardianti
Sekolah: SMPN 3 Gresik
Kelas: VIII
Facebook: www.facebook.com/fany.sagita.3
Kisah ini benar-benar kisah nyata yang aku alami 🙂

Cerpen Pengorbanan Yang Tak Dianggap merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Setengah Penuh Menggapai Candi

Oleh:
Di satu pagi yang cerah, di sebuah kafe seberang kampus di bilangan Kemanggisan, Jakarta Barat. “Ini kesempatan terakhir kamu, aku atau mereka?!”. Itu yang Nadya bilang pada Arman, di

Cinta Tapi Beda

Oleh:
Dua orang sahabat. Perempuan dan laki-laki saling menyayangi. Mereka berdua banyak perbedaan, namun mereka lah yang bisa menutupi perbedaan itu satu sama lain. Mungkin keyakinan mereka membisikan napas-napas cinta

Terlambat

Oleh:
Aku bisa menangis saat aku bersedih dan aku bisa tertawa saat aku bahagia. Namun saat ini, perasaanku sudah sangat hancur. Tak tahu sampai berapa lama aku akan menangis dan

Kembang Api Buat Maya

Oleh:
Hari ini sekolah sudah mulai masuk kembali, setelah kemarin liburan semesteran sekaligus tahun baru, dua minggu di rumah bagaikan tiga hari saja, tak terasa karena liburan kemarin setiap hari

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *