Peri Roselsa

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 27 April 2018

Pagi ini hujan deras sekali, untung saja aku sedang liburan seminggu. Aku nyaman sekali tinggal di rumah ini, aku sedih ketika dengar kabar dari ibu “Bel, ayo bantu ibu untuk mengemas barang barang.” perintah ibu “Baik bu, kita kemas barang untuk apa? Barang siapa saja?” tanya aku. “barang kita semua bel, termasuk kamu. Kan, kita mau pindah rumah.. Surprise buat kamu!” jelas ibu “Apa? Aku tidak mau pergi dari sini ibu, aku tidak ingin tinggal di sana.” aku terkejut “Ayah.. Kita batalkan saja perpindahan ini..” kata aku sembari merengek kepada ayah. “tidak bisa dong, tidak bisa diganggu gugat belinda sayang..” jelas ayah. Tentu saja aku tidak mau pindah, kalau tempat yang aku tinggali di sana adalah tempat yang tidak menyenangkan bagaimana? Hhmmmzz.

Setelah berberes-beres, aku tidak lekas tidur. Melainkan aku menatap jendela kamarku sambil berkata “Selamat tinggal kota penuh kenangan.. Selamat tinggal kawan kawan..” lalu ibu datang ke kamarku dan ia berkata “Belinda, kenapa kamu belum tidur? Ini sudah larut malam nak..” “Tidak. Aku belum mengantuk.” singkatku “Hmm.. Ibu tau nak, kamu pasti belum bisa menerima kenyataan ini bukan? Kamu akan berpisah dengan kawan kawanmu dan pergi dari rumah ini. Bersabarlah, nak.” kata ibu “Tapi bu, di kota itu kan belum tentu mempunyai pemandangan seindah ini.” jelasku. “Iya, tetapi, pemandangan di sana lebih indah dari pemandangan di sini sayang. Di sini hanya bisa lihat lampu lampu saja.. Kalau di sana kita bisa melihat sejuknya pengunungan dan air terjun, di sana juga banyak kebun teh dan perkebunan lainnya. Pasti seru!” kata ibu menjelaskan. “Hmm.. Benarkah?” kataku ragu. “tentu..” lalu aku membayangkan jika di sana aku bisa bermain dibalik semak semak dan bermain air sepuasnya di air terjun.. Hmm!! Menyenangkan!

Keesokan harinya….
Pukul 5.30 tadi aku sudah berangkat, sekarang aku sudah sampai di lokasi rumahku yang baru. Benar! Kota itu sangat sejuk dan asri. “Ayah, ibu. Aku ingin bermain dulu ya..” izinku “ok! Ingat, jangan jauh jauh ya nak.” jawab ibu dan ayah.

Aku pun berjalan jalan santai dan aku melihat halaman belakang yang begitu luas dan lapang. “Hei! Itu luas sekali, tapi, sayang sekali jika sunyi. Seperti.. Terlihat halaman yang botak! Haha..” lalu aku mengampiri ayah. “Ayah, di belakang ada halaman yang bisa kita isi dengan beberapa pohon atau tanaman! Bagaimana jika kita menanami bunga bunga cantik di sana! Agar mewarnai lapangan yang sunyi itu..” usulku. “baiklah, kebetulan, kemarin ayah dikasih banyak beragam bibit bunga yang masih utuh.” sambung ayah.

Lalu aku dan ayah sedikit bercocok tanam di halaman. Beberapa hari kemudian bunga itu tumbuh sangat indah.. Aku sedang bermain di antara bunga bunga bermekaran itu. Dan tiba tiba seperti ada yang bergerak di balik bunga mawar.. Dan aku kejutkan dengan kata “hei..!!” lalu sesuatu yang kecil itu jatuh dan pingsan karena terkejut. Dia bukan manusia atau serangga, sepertinya dia adalah.. Hmm.. Peri..?! Setelah dia tersadar dan berkata “Huaa!! Jangan sakiti aku! Menjauhlah!! Tooloong!” katanya. Sepertinya dia ketakutan. “hallo, tenanglah.. Aku tidak akan menyakitimu. Kamu siapa?” singkatku tenang “benarkah? Aku.. Aku.. Peri roselsa!” “Peri? Roselsa? Tunggu, aku ingin memberitahukan ke orangtuaku.” kata aku terkejut. Aku pikir, dia manusia yang dikutuk. Hehe.. “Jangan!! Tidaakk..! Jangan beritahu ke siapa siapa..! Ini adalah rahasia!” katanya. “Ooo.. Baiklah.. Peri rosel. Kau tinggal saja di sini, bersamaku, agar aku tidak sendirian. Oo iya, aku belinda.” jelasku. “Iya bel. Maaf, tapi panggil saja aku peri elsa. Sampai jumpa, aku harus pergi. Aku masih banyak tugas! Maaf aku tidak bisa bersamamu.” kata peri elsa “Peri, aku ingin bersamamu, jika tidak, izinkan aku untuk ikut bersamamu.” “Hmzz.. Baik. Ayo ikut.”

Setelah sampai di sebuah tempat yang terpencil. Aku kagum, karena banyak sekali peri peri lainnya.. Wow..! “Perhatian semua, aku membawa seorang teman. Namanya bel..” kata peri elsa memperkenalkan. “hallo..” kata aku sedikit malu.. “heii, perkenalkan, aku kelliy, di sebelahku, elaine, yang tinggi rose, nah.. Yang ini.. Yang tentunya tampan.. Peri nio..” “Haaii!! Senang bertemu denganmu. Bel” kata mereka semua serentak. Wow! Asyiknya.. Begini saja terus menerus..

Hingga sekarang.. Sudah beberapa hari kita bermain bersama. “Peri elsa, kamu mau ke mana?” kata aku.. Lalu elsa menarik aku dan masuk ke rumah elsa. “elsa, ada apa? Seperti rahasia saja..” ” benar..Ini rahasia bel..” katanya sambil menahan nahan napas, lalu dia berbaring. “kamu, kamu kenapa elsa? Ada apa ini? Aku cari teman teman dahulu ya, sebentar..” “Jjj.. Jangan bel..!” katanya menghentikan langkahku. “tapi, jawab.. Kamu kenapa bel? Jangan bercanda bel..” kataku cemas. “Aku serius, aku tidak perlu obat atau apapun.. Sudah lama aku sakit.. Obat apapun tidak akan membuat aku sembuh.. Teman temanku juga tidak ada yang tau selain kamu bel..” katanya sambil diberat beratkan. “apa? Tapi.. Tapi kamu? Bagaimana bisa elsa.. Aku harus apa? Apa yang aku lakukan..” kata aku kelabakan dan cemas sekali. “Cukup sudah bel, cukup lakukan untuk mengiklaskan aku untuk pergi selama lamanya.” “Elsaa..!! Apa yang kamu bicarakan itu tidak benar! Aku tidak akan mengiklaskanmu!” Kata aku sedih dan sedikit marah. Aku pikir dia berbohong atau semacamnya. “apapun yang aku katakan.. Aku tak berbohong.. Cc.. Cukup.. Ikklashkan aku, maafkan aku jika aku belum menjadi yang terbaik. Untukmu, dan terimakasih sudah menjadi sahabatku untuk di detik-detik terakhir hidupku..” katanya sambil terdesak-desak.. Seperti sesak napas. “Elsaaa!! Peri roselsa!!” aku menangis. Dan.. Aku mengiklaskanmu peri roselsa.. Dia sudah menutup. Mata.

Dan semua teman temannya datang.. Sembari menagis “Peri roselsaaa…!! Huhuhu.. Mengapa kau pergi begitu cepaaat?! Peri roselsaaaaa…!!” kata aku sembari menangis habis habisan.. Selamat tinggal peri roselsa.

Cerpen Karangan: Reva Ardina
Follow my instagram: @Revardna2306
sebenarnya berawal dari hanya hobby saja dalam mengarang cerita dan berbagai cerpen, jangan lupa dicomment dan like yaa! tunggu cerpen karya aku selanjutnya yaa teman!!

Cerpen Peri Roselsa merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Luki Mencuri Jambu

Oleh:
Hari itu hari minggu. Langit mendung dan hujan mulai turun. Semakin lama, hujan turun semakin deras. Luki yang sedari tadi hendak pergi bersama teman-temannya terlihat kesal. Ia memajukan bibir

Aku Kecewa

Oleh:
Sejak kelas empat SD, Aku sudah bersahabat dengan Liana. Liana orangnya baik, cantik dan humoris. Setiap hari, Aku dan Liana berangkat ke sekolah bareng, istirahat bareng, dan pulang sekolah

Buku Dunia Peri

Oleh:
Siang itu, Luna sedang membaca buku di perpustakaan. Perpustakaan pribadi milik Ibunya, yang kemudian diberikan kepada Luna. Luna selalu mengunci pintu perpustakaan kalau dia sedang membaca. Karena Luna tak

Pemilihan Ketua Kelas

Oleh:
Di kelas tiga akan diadakan pemilihan ketua kelas. Pemilihan dipimpin oleh ibu Guru. Calon ketua kelas ada tiga orang. Yaitu anddry, mira dan anton. “Bagaimana anak anak kalian setuju

Hujan dan Kebencian

Oleh:
Hari ini, ayah pergi pagi-pagi sekali. Entah apa yang akan dibuatnya di petakan sawah milik orang yang ia garap. Apakah ia akan mencangkul tanah yang tandus karena kemarau sepanjang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *