Personality

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 16 April 2018

Mungkin yang diketahui mereka tentangku adalah PEMALAS. Tapi percayalah .. Aku juga tidak menginginkan pilihan ini. Aku ingin bebas melakukan apapun seperti layaknya orang sehat. Disebut malas gerak sudah biasa malah terbiasa.

Penyakit yang bahkan belum kuketahui ini, menghambat diriku bergerak semauku. Penyakit ini selalu datang saat aku terlalu lelah. Darah merah pekat itu keluar dari hidung ini. Ya, benar. Mimisan.

Biarlah aku dianggap seorang tak bergairah seperti ini. Daripada harus dikelilingi tatapan-tatapan kasihan dan simpati. Aku cenderung pendiam dan tak banyak bicara.

Aku tidak mau membuat ibu dan ayah khawatir terhadapku. Aku tidak mau mereka cemas karena karena kenekatanku melakukan aktivitas berat yang begitu melelahkan bagiku. Sebagai akibatnya adalah MIMISAN.

Melihat orang lain bebas beraktivitas itu menimbulkan senyum sedihku keluar kembali. Bahkan aku sendiri tidak tahu mengapa dan kapan bisa seperti itu.
Aku sering mengurung diri di dalam kamar. Dan yang kulakukan tentu saja ialah menulis, kegiatan favoritku. Sering ku berandai menjadi seorang penulis. Lalu ketika sudah bosan aku tidur.

Menyebalkan memang. Tapi selagi itu tidak menggangguku untuk berkaya, itu tidak akan menjadikan masalah. Akan tetapi.. Ah .. Hidupku selalu dengan kata tapi. Aku terkadang takut. Bagaimana jika itu benar? Maksudku, aku benar-benar memiliki penyakit. Dan mereka tahu semuanya bagaimana? Apa yang harus kuperbuat? Menjelaskan? Huh .. Rasanya tidak mungkin. Siapa yang di sampingku dan menemaniku nanti?

Ibu … Erli takut.

Cerpen Karangan: Syifa589
Facebook: Lufanis Melif Syifa
Hanya pendatang baru di sini ^,^
Jika ada yang salah, tolong kasih tau ya~ Terimakasih

Cerpen Personality merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Je T’aime (Part 3)

Oleh:
“Dek cepetan ke sini sekarang!! Emergency!!” teriak kak Cello tiba-tiba setelah Chika mengangkat telponnya. Chika menjawab dengan bingung, “Kemana kak? Apa yang emergency?”. “Pokoknya sekarang kamu ke rumah sakit,

Radio

Oleh:
Rasa sayang pada benda yang selalu menemani kesedihan dan kesendirian kita memanglah sulit untuk dipisah. Rasa sayang bisa berubah menjadi kesetiaan. Keduanya akan sulit bagi kita untuk tinggalkan, apalagi

Derita Anak Jalanan

Oleh:
Pada sebuah malam menjelang Idul fitri. Malam begitu ramai di jalan-jalan kota besar, yang hiruk pikuk dengan kendaraan yang hendak mudik ke kampung halaman. Ada seorang anak laki-laki yang

Di Balik Doa

Oleh:
Hari ini mulai ku tulis sebuah alur hidupku yang banyak melibatkan air mata. Tentang pahitnya menghadapi kenyataan yang sebenarnya harus selalu aku lewati, Memohon agar dapat diberikan umur yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *