Pesan Terakhir

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 28 March 2013

Namaku Lea Maureen Zafira. Panggilanku Lea. Aku berumur 9 tahun. Aku bersekolah di SD Green Village National School. Kelas 4 SD. Aku adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Kakakku bernama Shafirre Zafira. Dipanggil Shafirre atau kak Shafirre. Berumur 14 tahun. Bersekolah di Vilanio Junior High School. Kelas 2 SMP. Serta adikku bernama Florence Gia Zafira. Dipanggil Florence. Berumur 7 tahun di SD Mentari Elementary National School. Kelas 1 SD.

Pagi itu, aku ingin bangun, namun tak bisa. Tubuhku terasa lemas. Kak Shafirre membangunkanku sudah 3 kali. Namun tubuhku tetap saja lemas.
“Kak Shafirre, badan Lea kok sakit dan lemas ya?” ucapku lemas.
“Mana kakak tahu, Lea,” ucap kakakku lembut.
“Kamu tidak usah sekolah aja ya? Nanti kakak telpon Mom and Dad. Sekarang, lebih baik kita ke rumah sakit aja yuk?” ajak kakakku lebih lembut. Aku hanya mengangguk dan mengganti bajuku.

Sampai di Rumah Sakit Emas Bangsa, aku diperiksa oleh dokter yang bernama dr. Melia Panga. Menurut penelitian dokter, aku harus dirawat di rumah sakit. Mom and Dad terkejut, dan langsung minta cuti dan segera menuju rumah sakit.
“Sus, kamar Lea Maureen Zafira dimana ya?” tanya Mom.
“Di kamar nomor 413 Bu,” balas sang suster.
“Baiklah Sus,” kata Mom dan langsung mengajak Dad ke kamar tempat aku dirawat.
“Lea? Kamu tidak apa apa?” tanya Mom khawatir.
“Aku nggak apa apa kok Mom,” balasku menenangkan Mom and Dad.
“Kak Shafirre, tanya dokter dong, apa penyakitku,” pintaku.
“Baiklah Lea,” balas kakakku lembut. Kakakku yang ini memang baik.

Setelah kurang lebih 10 menit, kak Shafirre kembali ke kamarku.
“Lea, Mom, Dad, Florence, maafkan kakak. Kata dokter, Lea terkena kanker otak, dan umurnya tak akan lama,” ucap kak Shafire sedih. Keluargaku semua sangat sedih dan menangis. Saat mereka tak menyadari, aku menulis sebuah surat dan pesan. Lalu, aku memberikannya ke keluargaku. Sedetik kemudian, aku sudah tiada. Keluargaku menangis sejadi jadinya, terutama Mom. Isi pesanku adalah, “Mom, Dad, Kak Shafirre dan Florence yang baik, maafkan aku bila aku punya salah, aku berterimakasih pada kalian semua, inilah pesan terakhirku. Kalau kalian rindu akan aku, lihatlah bintang paling terang di angkasa, itulah aku. Selamat tinggal, dan terimakasih…” “Lea Maureen Zafira”

Semuanya terharu bercampur sedih. Malamnya, mereka semua melihat ke angkasa, dan melihat sebuah bintang paling terang. Aku tersenyum pada mereka. Merekapun tersenyum kepadaku…

TAMAT

Cerpen Karangan: Rasendriya Michelle LG
Facebook: Rasendriya Michelle Lg
Namaku Rasendriya Michelle Lg. Panggilanku Michelle. Aku senang sekali membuat cerita. Umurku 9 tahun. Aku tinggal di Depok.

Cerpen Pesan Terakhir merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pertemuan Kami

Oleh:
Hai, aku Sindy. Sebenarnya aku anak ke dua dari tiga bersaudara. Tapi, kakak, aku dan adikku terpisah sejak kecil. Namun, sekarang kami sudah bersama kembali seperti dulu.. 21 Maret

Field Trip Seru

Oleh:
“Assalamualaikum anak anak…” terdengar salam tegas yang membuat kelas yang tadinya ricuh menjadi sunyi “Waalaikum salam bu…” terlihat ada Bu Susi yang berada di pintu, Bu Susi itu termasuk

Monyet Yang Rakus

Oleh:
Di sebuah hutan hiduplah dua ekor kelinci yang baik dan seekor monyet yang rakus. Dua kelinci tersebut memiliki nama yang berbeda dan hobi yang sama yaitu kelinci pertama memiliki

Cats!

Oleh:
Banyak sesuatu yang tak terduga di dunia ini. Termasuk pertemuanku dengan dua ekor kucing kecil, di sebuah arena kolam renang. Cukup aneh, aku berpikir. Di area bermain air seperti

Aku Sayang Ayah

Oleh:
Saat aku terbangun, aku melihat ayah sedang kesakitan. Aku kira ayah hanya kesakitan biasa ternyata ayah mimisan. Akhir-akhir ini ayah selalu mimisan. Aku pernah bertanya kepadanya “mengapa ayah selalu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *