Raka, My Love My Bestfriend

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 1 August 2015

Aku mempunyai seorang Sahabat bernama Raka, Aku sangat-sangat menyayanginya.

Angin berhembus kencang, Ku buka mataku perlahan, kemudian aku bergegas wudhu dan menunaikan sholat subuh.
Selesai itu, aku mandi dan bergegas untuk ke sekolah. Aku pamit dan berangkat bersekolah bersama ayahku.

Sesampainya di sekolah, aku mengucapkan selamat ulangtahun kepada temanku yang berulang tahun hari ini.

Bel pun berbunyi, kami segera masuk kelas dan belajar seperti bisa. Aku pun bermain seperti biasa, bersama teman-temanku, termasuk Raka.
Tak terasa waktu terus berjalan, Bel pulang pun berbunyi. Ku rapikan bukuku dan bergegas pulang bersama teman-temanku.

Sesampainya di rumah aku segera makan, dan kembali mempelajari pelajaran yang diajarkan di sekolah tadi.
Aku baru ingat, hari ini Raka juga ulangtahun. Aku mengambil HPku, lalu mengirim pesan padanya. “Happy Birthday, Ka. Cie yang udah tambah tua. Nggak traktir aku nih”. isi pesanku “Kamu sih, tadi nggak mau ikut aku” jawab Raka. “Hehe… Masa aku ngeganggu acara kau sama teman-teman kamu sih…” jawabku. “nggak apa-apa kali… kamu kan juga sahabat aku” “oh iya, aku mau sholat dulu, udahan dulu yah smsnya” pintaku. “oke” jawab Raka.

Tidak terasa, magrib pun menjelang, aku segera menghadap kepada Sang Pencipta. Setelah itu, ku tatap layar hpku, karena ada pesan yang muncul. “Udah Sholatnya, Cha?”. Ternyata, itu sms dari Raka. “Udah, ada apa Ka?” tanyaku. “Jalan Yuk. Aku traktir deh. Buruan siap-siap.” jawabnya. “Kemana? Tadi aku cuma bercanda kali…” isi pesanku. “Udah, jangan banyak bacot, Aku ke rumah kamu yah sekarang” pesan dari Raka.

Aku kan cuma bercanda tadi, tapi Raka nganggepnya serius. Ya sudahlah, tuh anak kalau bilang mau datang pasti langsung datang ke rumahku. Aku pun bersiap-siap. Tak lama kemudian terdengar bunyi bel pintu. Aku segera membukanya, ternyata itu Raka.

“mama kamu mana? aku ijin dulu yah…” kata raka. “Di dalam tuh” kataku. Raka yang sudah terbiasa dengan suasana rumahku pun masuk ke dalam dan meminta ijin kepada mamaku. Padahal mamaku kan sudah sering bilang sama dia, yang penting jangan pulang kemalaman.
“oke, jalan yuk” ajak Raka seraya mengajakku naik ke motornya. Aku pun naik ke motor kesayangannya yang berwarna merah hitam itu.

Kami pun tiba di sebuah cafe. Ternyata Raka sudah memesan tempat khusus.
“Cha, aku mau ngomong sesuatu ke kamu.” kata Raka. “Ngomong aja kali, biasanya juga kan kamu langsung ngomong tanpa minta ijin dulu.” jawabku sinis. “Tapi kamu jangan marah yah” pintanya. “Raka Pratama Ramadhan, Ngapain aku marah sama sahabat aku sendiri.” jawabku. “sebenarnya aku tidak suka melihat wajahnya yang kelihatan muram. Jadi aku mencoba untuk mengubah aura wajahnya. “Aku bakalan ninggalin kamu, jauh banget.” dengan suara lemah lembut raka pun berbicara sambil memegang pundakku. Saat itu, hatiku serasa tak berdetak secara beraturan. Ku tarik nafas dalam-dalam. Aku tak ingin Raka pergi jauh dariku. Aku memberanikan diri untuk bertanya. “Kamu mau kemana, Ka?” “Aku mau pergi ke tempat yang jauuuuh banget” jawabnya. Sekali lagi, perasaan yang tak terlukiskan menghampiri hatiku. “maksud kamu apa, Ka?” Tanyaku. Raka hanya tersenyum.

Flashback
Raka terkena serangan jantung saat kecil. Dan belakangan ini penyakitnya sering kambuh
Flash back end

Aku masih tidak mengerti apa yang Raka katakan. Ku cerna baik-baik kata yang Raka ucapkan. Apa penyakitnya sudah separah itu. Aku kembali bertanya kepada Raka. “Ka, please, jawab aku, maksud kamu itu apa?” tanyaku. “Udah, kamu lanjutin aja makannya” kata Raka. Bagaimana bisa aku makan, aku terus memikirkan kata yang tadi dia ucapkan. Aku takut, dia akan pergi untuk selamanya. Aku pun menunduk dan terdiam. Raka pun segera menarik tanganku. “Kamu nggak apa-apa?” tanya Raka padaku. Aku hanya terdiam. Aku masih memikirkan kata-katanya.

Beberapa menit kemudian aku pun mengajaknya pulang, dan kami segera pulang. Sesampainya di rumah, aku masih memikirkan perkataan Raka. Maksudnya apa? Aku masih tidak mengerti.

Tiba-tiba HPku pun berbunyi. Itu telefon dari bundanya Raka. Aku pun segera mengangkatnya. “assalamu’alaikum…” ucapku, seraya memberikan salam. “Wa’alaikumsalam. bisa bicara dengan Icha?” tanya bunda Raka padaku. “Ini dengan Icha, Bunda. kalau saya boleh tau, ada apa yah?” tanyaku penasaran. “Begini Cha, tadi sehabis mengantar kamu, Raka mengalami kecelakaan, dan sekarang dia sedang koma di rumah sakit.” jawab bunda Raka. Tanpa sadar aku terdiam seperti patung tanpa menutup telefon dari bundanya Raka. Apakah ini maksud dari perkataan Raka saat di cafe tadi? Aku tidak ingin dia pergi secepat ini. Aku pun bergegas ke rumah sakit.

Dari jauh, kulihat bunda Raka duduk di sebuah kursi. Hatiku pun semakin takut, takut kehilangan sahabat yang paling aku sayangi selamanya. Aku segera menuju ke tempat dimana bunda Raka duduk. “Eh Icha…” sahut bunda Raka “Bunda, Raka nggak bakal kenapa-napa kan?” tanyaku. Aku sangat takut, kalau dia benar-benar pergi. Tetapi senyum dan kata-kata bunda Raka dapat menghilangkan rasa ketakutanku. “Raka pasti baik-baik saja kok, Allah pasti masih menyayanginya” bunda Raka berusaha menyemangatiku karena dari tadi aku memasang wajah ketakutan. Aku berdoa sepanjang penantianku. Aku berharap Raka akan baik-baik saja.

Tak lama kemudian, Dokter pun keluar, dia mengatakan kalau Raka sudah melewati masa kritisnya. Alhamdulillah, terimakasih Ya Allah aku masih bisa berada di samping Raka. Aku segera masuk dan duduk di samping Raka, akan tetapi kulihat Raka masih saja menutup matanya, aku menunggu dan terus menunggu, tapi tak ada tanda-tanda dia akan sadar. Aku pun meminta bunda Raka untuk beristirahat di rumah, karena aku lihat bunda Raka sangat kelelahan.

Aku masih terus menunggu Raka, Ya Allah tolong selamatkan sahabatku ini.
Tak lama kemudian, Raka pun sadar. Aku segera memeluknya dan menangis bahagia. Terimakasih Ya Allah, Engkau telah mengabulkan doaku.

Cerpen Karangan: Nur Isro’ Jannatullah
Facebook: Https://www.facebook.com/nur.isro.jannatullah
Hello 🙂 terimakasih udah mau baca cerpen aku 🙂 Sebenarnya aku udah lama pengen posting cerpen aku, tapi selalu nggak sempat. Tapi Alhamdulillah kali ini aku bisa mostingin cerpen aku 🙂

Cerpen Raka, My Love My Bestfriend merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hujan Deras Dikala Senja

Oleh:
Suasana hening, angin deras dan burung-burung berterbangan kesana-kemari. Dan diatas bukit belakang kampusku, menjadi saksi, kesedihanku dimulai. Saat aku ingin menyusul Merry (Sahabatku) di bukit kampusku. Karena udah aku

Sayangi Aku Ibu

Oleh:
TENG… TENG… suara bel berbunyi cukup keras hingga sampai di telinga murid murid SMP Negeri 03 DOKO. Siang itu fara tidak langsung pulang ke rumah namun ia pergi ke

Salam Perpisahan Untuk Sahabat

Oleh:
“Mulai sekarang kita bukan teman lagi…” “Tapi vin…” “Nggak ada tapi-tapian, kamu tahu kan haru harusnya aku yang berdiri di sana bukan kamu” kata vina dengan angkuhnya, padahal selama

Mata Najwa

Oleh:
“Baiklah anak-anak. Hari ini kita akan bermain olahraga kasti! Setuju?”, tanya pak guru. “Setujuu!”, “Pak, kasti itu melelahkan!”, “Nanti ketek saya tambah bau, pak”. Langsung saja berbagai respon dan

Ketiga Temanku

Oleh:
Jam yang ada di tanganku sudah menunjukan pukul 11.30 ini waktu yang sudah sangat larut malam, aku hanya menari nari kan jari jemariku di keyboard laptopku ini. Ya, hanya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *