Rindu Sahabatku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 7 October 2016

Dulu kita selalu bersama-sama, menghabiskan waktu bersama. Kita selalu lupa waktu jika sedang bersama. Kadang itu yang membuat Ibuku tak suka denganmu karena dikira jika aku bersamamu aku jadi suka kelayapan dan lupa waktu. Tapi bagiku itu tak masalah buatku, aku selalu saja ingin terus bersamamu.

Saat kita bersama, kau selalu berandai-andai tentang masa depan kita. Kamu selalu berkata ingin selalu bersamaku hingga kita tua nanti. Kamu juga pernah bilang padaku bahwa kamu tidak akan pernah meninggalkan aku apapun yang akan terjadi sekalipun badai yang akan memisahkan kita tapi kamu akan tetap memegang erat tanganku.
Valen, valen kamu sangat lucu sekali, kamu selalu membuat hari-hari ku berwarna, kamu selalu menemaniku dikala kesepian tengah menghampiriku. Aku bersyukur sekali bisa kenal denganmu.

Suatu hari yang sangat cerah, aku dan Valen bersepeda ria pergi ke tempat yang biasa kita datangi. Tempatnya sejuk dan sangat rindang. Di bawah pohon, aku dan Valen duduk sembari bercerita-cerita.
Valen berkata padaku “Ayu, zodiakmu cancer kan? Terus aku aquarius. Cancer itu kepiting lalu aquarius itu air. Jadi kamu nggak bakal bisa hidup tanpa aku.” lalu aku menjawabnya “Iya aku akan lemah tanpa kamu.” lalu Valen menjawab lagi “Tenang, aku tidak akan pernah meninggalkan kamu kok. Seperti bulan yang tak akan pernah meninggalkan langit. Aku janji”

Detik demi detik, hari demi hari, bulan demi bulan telah aku lalui bersama Valen. Suka duka telah kita rasakan bersama. Banyak sekali hal-hal yang telah aku lalui bersamanya, mulai dari yang menyenangkan, menyedihkan, hingga memalukan. Tapi tiba-tiba semuanya berubah, Valen tiba-tiba pergi begitu saja meninggalkan aku tanpa sepatah apapun kepadaku. Dia memilih untuk bersahabatan dengan orang lain daripada aku, entah apa yang ada di pikirannya. Mengapa dia tak memenuhi janjinya padaku. Mungkin mereka lebih asyik dari aku. Tapi aku yakin mereka hanya memberikan energi negatif pada Valen.

Ah, mungkinkah aku sejahat itu menilai mereka? Aku yakin Valen tak sejahat itu padaku. Aku yakin Valen masih menganggapku sahabat. Yang berbeda hanyalah sekarang waktu Valen bukan hanya untuk aku tapi juga untuk mereka.

Sejak saat itu aku merasa sedih, aku merasa kehilangan sesosok yang sangat berarti dalam hidupku. Sosok yang selalu mewarnai hari-hariku. Kini hariku kelabu tanpamu Valen. Kita jadi jarang bertemu, dan hanya menyapa via sosmed.

Sejak saat itu juga, lama-lama kamu tak pernah memberiku kabar. Kamu benar-benar menghilang seperti ditelan bumi. Apakah badai membawamu pergi? Dimana janjimu, katamu kamu tak akan meninggalkanku? Aku sudah tak berdaya lagi, aku kehilangan kekuatanku untuk bertahan hidup. Aku tak tau harus bagaimana agar kamu kembali lagi seperti dulu yang selalu ada buat aku.

Cerpen Karangan: Sukma Ayu Mutia W
Facebook: Sukma Ayu Mutia W
Nama: Sukma Ayu Mutia Wardani
Umur: 16th
Sekolah: SMKN 1 PONOROGO (MULTIMEDIA)
Twitter: @SukmaMutia

Cerpen Rindu Sahabatku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Alasan

Oleh:
Pahit begitu terasa di pengkal tenggorokannya setiap kali ia menelan air ludah. Suara bergemuruh selalu muncul dari arah perutnya memprotes kepada sang pemilik yang tidak kunjung memberikan haknya. Entah

Titik Api

Oleh:
Dulu, Kalimantan ditajuk sebagai paru-paru dunia. Barangkali, “dulu” tinggallah menjadi mozaik-mozaik masa silam. Dan kini, lihatlah, para penguasa, konglomerat, pembisnis, atau setara dengan itu mengeksploitasi hutan besar-besaran. Maka kemarau

Teman Atau Sahabat

Oleh:
Ketika hari mulai mendung, aku dan teman teman akan menuju sebuah perjalanan yang pernah kami lewati bersama. mungkin, perjalanan yang indah dulu akan terungkit kembali. Satu persatu teman temanku

Kebiasaan Baik

Oleh:
Hai! Namaku Cassandra Clarissa. Aku anak yang baik, rajin, pintar dan tidak pelit. Berbeda dengan Clarissa Cassandra, temanku. Dia anaknya pelit, sok pintar, malas dan sedikit licik. Itulah kata

Tak Lekang Oleh Waktu (Part 3)

Oleh:
“Berapa biayanya, Dokter Lim?” tanya Rain. “50 ribu,” jawab Dr Limbad sambil tersenyum. Joe mengangkat alisnya. Rain kemudian mengeluarkan seluruh uang hasil yang mereka dapatkan tadi, dan menyerahkannya kepada

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Rindu Sahabatku”

  1. Aleta mage says:

    I like story you

  2. Lola amanda says:

    Maaf mau nanya mba
    Ini itu cerpen atau curhatan ya?

    Ceritanya mendalam banget ya, saya jadi ikutan sedih. Pertamanya saya kira curhatan penulis eh ternyata cerpen ya, haha
    Good job

Leave a Reply to Lola amanda Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *