Saat Senja Berlabuh Di Atas Awan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 21 November 2018

Aku Rani, kadang aku berfikir hidup ini sangat membosankan. Kenapa?, karena aku kesepian, tak seorang pun peduli padaku, apakah mungkin aku memang ditakdirkan selamanya seperti ini?, hidup yang penuh dengan penderitaan. Ini kisahku…

“Rani, ayo makan sayang, nanti kalau kamu sakit bagaimana?”. Kalimat itu adalah kalimat terakhir yang aku dengar dari ibuku, setelah kepergian ibu untuk selamanya aku sendiri, lalu ayah?, semenjak ibuku meninggal, ayah pergi entah ke mana, dan sekarang aku hanya seorang diri yang setiap hari meratapi kepergian ibuku.

Hingga suatu hari, aku bertemu seorang remaja perempuan yang seumuran denganku, dia mengajarkan aku menjalani kehidupan yang penuh lika-liku ini. “Rani, kamu tahu tidak, hidup ini bagaikan roda yang berputar, kadang kamu di atas dan kadang kamu di bawah, dan yang paling penting jangan pernah berputus asa terhadap sesuatu yang menimpa dirimu” Olive, ya itulah sebutan nama orang yang paling peduli padaku sepeninggal ibu.
“Olive, aku sudah lelah menjalani kehidupan ini, apa lebih baik aku mati saja, daripada terus-menerus tersiksa seperti ini?” butiran kristal air mataku tak terbendung saat harus kukatakan itu pada Olive.
“Tidak Rani, kamu tidak pantas mengatakan hal seperti itu, seharusnya kamu bersyukur masih diberikan kesempatan untuk hidup, dibanding orang di luar sana yang ingin hidup namun tuhan tak mengizinkan”.
Saat itu aku sadar akan satu hal, hidup ini untuk dijalani bukan untuk dikeluhkan.

Saat hariku kembali normal, hal yang tak kusangka terjadi padaku, aku mengidap kanker ganas, yang membuat umurku tak lama lagi.
“Rani kesabaran akan menolongmu, aku yakin itu”. Mungkin itu adalah kalimat Olive untuk terakhir kalinya, saat senja berlabuh, saat dimana untuk terakhir kalinya aku menatap dunia, menyesali semua kehidupan yang kujalani untuk selamanya.

Cerpen Karangan: Arifah Mutawaffika
Blog / Facebook: Arifah Mutawaffika

Cerpen Saat Senja Berlabuh Di Atas Awan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


The Ghost of Elizha

Oleh:
Sabtu, 1 April 2016 Hari ini Marsha, Felisha dan Mia akan berlibur ke kampung halaman Marsha. Mereka akan naik bus sampai ke jawa tengah. “Marsha, aku enggak sabar deh

Goodbye Aura

Oleh:
Hai namaku Salicha Azzhara. Aku bersekolah di SDIT BINA INSANI. Aku memiliki 2 orang sahabat, yaitu Elvyra dan Aura. Suatu hari yang indah.. “Hai, Ichaa!” sapa Elvyra ceria. “Hai

Anak Mas ku

Oleh:
Terdengar suara isak tangis malam itu, aku bergegas menuju kamar belakang, “klek” aku nyalakan lampu kamar untuk mengetahui lebih jelas yang terjadi, ku hampiri tubuh kecil berselimut sarung yang

Selamat Berbuka Kak Roby!

Oleh:
Bulan ramadhan kali ini sama seperti sebelumnya, jauh dari keluarga memang sangat tidak menyenangkan, apalagi di saat mengingat momen dimana kami sedang berbuka dan sahur bersama. Aku Hanna umurku

Ibu Apa Aku Anugerah Untukmu?

Oleh:
Pagi, namaku Nina, aku tinggal di Desa sukaraja bersama ibuku. Ibuku bekerja sebagai Desaigner baju, ibu juga sangat sibuk bekerja di sebuah griya butique Melati, karena kesibukan ibuku tersebut

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *