Sahabat Setia

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 26 March 2014

Hai.. kenalkan nama aku Agatha Chelsea Terriyanto, aku biasa di panggil Chelsea, aku tinggal di jakarta, sekarang usia ku 11 tahun, aku kelas VII, orang kebanyakan usia 11 tahun baru kelas 6 SD namun tidak demikian denganku, aku bisa cepat masuk SMP di karenakan kepintaran dan bakatku.

Aku memiliki sahabat dari kecil yang terpaut usia 2 tahun denganku jadi kalau dihitung-hitung usia dia 13 tahun, aku 1 sekolah dengannya, nama dia Bagas Rahman Dwi Saputra, dan sering dipanggil Bagas, namun aku memanggilnya dengan sebutan kak Bagas, aku mulai berteman dengan dia semenjak umur aku 5 tahun, dia keturunan palembang sedangkan aku keturunan sunda, aku memiliki sebuah penyakit yang bisa dibilang cukup ganas bagi anak seusiaku, aku memiliki penyakit kanker otak yang membuatku gampang kelelahan dan sedikit-sedikit merasakan pusing berlebih bahkan sampai tak sadarkan diri, penyakit itu sudah ada pada diriku semenjak 1 tahun yang lalu, kak Bagas tidak mengetahui penyakitku, aku tak ingin memberi tahunya karena aku takut dia akan sangat khawatir denganku dan akan mengganggu konsentrasi belajarnya di sekolah, dokter telah memvonis waktuku tinggal 1 tahun lagi, dan sekarang waktu itu hanya tersisa 1 minggu.

“chelsea” ucap bagas sambil berlari mengejarku yang sudah masuk gerbang sekolah
“iya ada apa kak..?” tanya ku seraya membalikkan badanku ke hadapan bagas
“tungguin aku dong.. tdai aku ke rumah kamu buat berangkat bareng tapi kata mama kamu, kamu sudah berangkat duluan” jawab bagas sambil mengatur nafasnya akibat tadi mengejarku
“ohh gitu.. hehehe maaf yaa” ucapku sambil cengengesan
“Chelsea, Muka kamu pucat banget..?” tanya bagas yang heran karena selama aku terserang penyakit ini muka ku terlihat lebih pucat
“ahh nggak papa kok kak.. cuma kecapean doang” ucapku berbohong
“kamu yakin..?” ucap bagas lagi
“iyaa kakak baweel” jawabku sambil memencet hidung bagas dan berlari ke kelas
“aaawww.. sakit” teriak bagas seraya memegang hidungnnya yang kesakitan dan mengejarku
“wek wek wek kejar aku kalau bisa” tantangku sambil menjulurkan lidah dan berlari
“awas kamu yaaa.. sampai aku dapat nggak akan aku lepasin lagi” ucap bagas dan langsung mengejarku

“ayo kita pulang” ajak bagas
“emm gimaana ya kak.. aku mau jalan sama mama” ucap ku berbohong padahal aku ingin kemoterapi karena sudah jadwalku untuk terapi
“kamu kok sekarang kalau diajak pulang bareng selalu nolak..?” ucap bagas heran karena perubahan sikapku
“bukan gitu kak.. aku lagi ada janji aja sama mama.. hemm gimana kalau nanti sore kita ke taman” ucapku mengalihkan pembicaraan
“aku jemput yah” jawab bagas
“nggak usah aku bisa sendiri.. aku tunggu di tepi danau ya kak” jawabku seraya berlari karena jemputan sudah datang
“oke” jawab bagas antusias

“assalamu’alaikum” ucap bagas sambil membuka pintu rumahnya
“walaikum salam” ucap kak adit yang tak lain adalah kakak bagas
“mama sama papa mana..?” tanya bagas
“masih kerja laahh” jawab kak adit santai
“kalau cindy” tanya bagas akan keberadaan adik perempuannya
“ahhh kok lo kepo banget sih” ucap ka adit yang mulai kesal akan ke KEPO-an bagas
“ya elahh.. lo mahh gitu banget sama adik” ucap bagas dan meninggalkan kak adit untuk ke kamar
“huuuu” ejek kak adit ke bagas

“dok.. apa gunanya kemoterapi lagi kalau tak ada perubahan sedikit pun” ucap ku kepada dokter terapi
“setidaknya harapan hidupmu bisa lebih panjang” ucap dokter menyemangatiku
“dok.. aku lebih baik mati dari pada aku harus melihat orang yang ku sayang selalu bersedih” ucapku mulai menangis
“kamu tidak boleh bicara begitu, orang-orang di sekitar kamu akan sangat senang bila melihat kamu sembuh seperti dulu”
“tapi aku sudah tak tahan.. dok mulai sekarang dan seterusnya saya tidak ingin kemotrapi lagi.. saya akan menunggu keajaiban dari tuhan.. dan bila suatu saat nanti aku telah dipanggil.. itu lah yang terbaik” ucapku kepada dokter dan langsung pergi dari ruangan itu

“chelsea mana ya” kata bagas sambil mencari-cariku di tepi danau
“hai kak” ucap ku mengagetkan bagas
“nah ini dia orang yang ku tunggu” ucap bagas senang
“hehehehehe” ucapku cengengesan
“kita kesana yukk” ajak bagas untuk mendatangi ayunan yang ada di taman dekat kolam ikan
“yuk” jawabku
“eetttss tungguuu” ucap bagas langsung berhenti mendadak
“apa lagi sih kak..?” tanyaku heran
“kejar aku duluuu” ujar bagas memencet hidungku dan langsung lari
“aww..” ucapku kesakitan dan langsung mengejar bagas
“huh huh huh” bagas mengatur nafas karena kelelahan
“shh” ucap ku kesakitan sambil memegang kepala ku dan tiba tiba…

“aku di mana” ucapku heran karena aku ada di sebuah ruangan
“syukurlah kamu sudah sadar, kamu ada di rumah sakit” jawab bagas yang telihat agak lega
“kenapa aku bisa ada di sini kak..?” tanyaku kembali ke bagas
“tadi kamu pingsan, terus aku bawa kamu pulang dan mama kamu langsung membawamu ke rumah sakit” jawab bagas panjang lebar
“sebenarnya kamu sakit apa sihh..?” tanya bagas lagi
“aku nggak sakit kok kak.. aku Cuma kecapean aja mungkin” jawabku berbohong
“sekarang kamu jujur sama kakak. Sudah setahun keceriaanmu hilang, kenapa, apa ada yang kamu sembunyikan dari kakak?” ucap bagas seraya memaksaku untuk berterus terang
“kak aku minta maaf sebelumnya sebenarnya aku ini terkenaa…” ucapku sambil menggantungkan pembicaraanku
“terkena apa chel?” jawab bagas antusias
“aku terkena kanker otak kak” jawabku dan mulai merasakan sakit yang teramat sakit
“aargghhh” erangku sambil memegang kepalaku yang terasa sangat sakit
“chelsea, chelsea kamu kenapa, aku panggil dokter dulu ya” ucap bagas yang mulai panik dan ingin pergi
“kak…” ucapku sambil menarik tangan kiri bagas
“kakak disini aja ya temani aku untuk waktuku yang sudah tak lama lagi” ucapku kembali
“ngga, kamu nggak boleh pergi, kamu harus kuat chel” ucap bagas sambil menggenggam tanganku erat erat
“bila nanti aku sudah tiada aku harap kakak tidak terlalu larut dalam kesedihan, jalan kakak masih panjang” ucapku untuk menyemangati bagas
“aku nggak akan sedih, karena kamu harus selalu ada di sini, chel aku sayang sama kamu aku cinta sama kamu, kita memang sudah lama bersahabat namun rasa ini sudah tak tahan lagi untuk di pendam, aku ingin kamu menjadi orang spesial dalam hidupku, bukan sekedar sahabat, namun seorang yang bisa ku percaya untuk ku berikan hatiku, kamu mau kan jadi pacarku” ucap bagas dengan maksud ingin menjadikanku kekasihnya
“kak…” ucap ku tersenyum dan mengelus tangan bagas
“makasih yaa kak, aku juga sayang sama kakak, aku juga cinta sama kakak, aku juga ingin jadi kekasih kakak, tapi maaf sepertinya kakak harus mencari orang yang lain, waktu ku sudah tak lama lagi, tapi ketahui lah kak, di sana aku akan selalu mengingat namamu, nama kakak tak akan pernah ku lupakan, mungkin di dunia kita tidak akan bersatu, tapi mudahan kelak di alam yang berbeda kita dapat bersatu, terima kasih atas semua waktu yang pernah kakak luangkan buat ku, aku sayang kakak” ucapku mencium tangan bagas dan langsung pergi, pergi untuk selamanya
“chelsea, chelsea bangun…” ucap bagas panik

“dokter… dokter” teriak bagas memanggil dokter
“iya ada apa dek” jawab dokter yang panik akan teriakan bagas
“chelsea kenapa bagas” tanya mama chelsea yang kemudian masuk juga
“chelsea tante.. chelsea dokter… chelsea sudah pergi” jawab bagas
“baiklah kalau begitu kamu bawa ibu ini keluar biar saya tangani dulu bersama suster” jawab dokter sambil menyuruh bagas membawa mamaku pergi untuk menunggu di luar

“chelseaa, aku janji aku akan selalu mengingatmu, walau kau telah tiada namun kau akan selalu ada di hatiku” ucap bagas sambil memeluk batu nisan yang bertuliskan namaku
“nak bagas, sudaah ya ikhlaskan chelsea, chelsea pasti sudah tenang di sana” ucap mama chelsea sambil mengelus punggung bagas
“tapi kenapa secepat ini tante, bagas belum siap buat kehilangan chelsea, bagas masih butuh chelsea” jawab bagas dan menangis
“ini ada titipan chelsea buat kamu, chelsea titip ini sebelum dia pergi ke taman untuk menemuimu dan dia berpesan agar kamu harus terus semangat menjalani hidup tanpa dia” ucap mamaku kepada bagas dan memberikan kotak kecil yang terbungkus kertas kado yang berwarna merah maroon dan dihiasi pita berwarna biru
“tante pamit pulang duluan ya” ucap mamaku kembali kepada bagas dan pergi

“apa isi kotak ini” jawab bagas heran atas isi kado yang ku berikan
“apa aku buka saja” ucap bagas dalam hati sambil membuka pelan kado tersebut agar tidak rusak

Dear, kak Bagas

Hallo kakak, senyum dong masa cowok nangis, kak maafin aku yaa aku belum sempat ngasih tau penyakit aku sebelumnya, sebenarnya aku terkena penyakit ini 1 tahun yang lalu, aku juga minta maaf kalau setiap pulang sekolah aku selalu menolak ajakan kakak buat pulang bareng, sebenernya aku itu mau Kemoterapi, dan aku ingin jujur sama kakak, sebenarnya aku sayang sama kakak, dari dulu aku nunggu kakak buat menyatakan cinta, tapi sayang harapan itu hilang, mungkin saat kakak membaca pesan ini aku telah tiada.
Kak aku berpesan agar kakak bisa mencari orang yang pas, semoga hidup kakak di hari kemudian bisa menjadi lebih baik dan semoga kakak tidak sedih berkelanjutan, dan 1 lagi, terima kasih sudah mau menjadi sahabatku selama 6 tahun, mungkin 6 tahun waktu yang singkat tapi waktu 6 tahun itu adalah waktu yang paling berkesan dalam hidupku, semoga kakak bisa cepat dapat penggantinya yaaa…

Salam manis
Agatha Chelsea Terriyanto

“chelsea, maaf sudah membuatmu menunggu, tapi ketahui lahh, aku akan menyusulmu kelak dan menjadi pasanganmu di akhirat nanti, kaulah SAHABAT SETIAku” ucap bagas sambil menyimpan surat yangku berikan kepada bagas

Chelsea pun tenang di alam sana sedangkan bagas juga sudah menjalani aktifitasnya seperti semula dan tanpak tidak ada beban namun di hatinya masih berduka

END

Cerpen Karangan: Alfina Munawwarah
Facebook: Alfina.sunda[-at-]facebook.com

Cerpen Sahabat Setia merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ada Mei Di Bulan Juni

Oleh:
Senin pagi di awal bulan juni, ku mulai perjalanan menuju sekolah yang berada di desa tetangga. Namaku Kara Febrian, aku duduk di bangku kelas 3 SMA. Seperti biasa aku

Rene Maafkan Aku

Oleh:
Hari ini hari selesai UN hari ini pula aku dan sahabatku melepas tegang dengan berjalan-jalan ke puncak bersama teman teman kami yang lain. Aku, Renata, Sindy, Chika, Aldy, ROY

Hadiah Istimewa Dari Ibu

Oleh:
23 Januari 2010 Hari ini hari ulang tahunku yang ke 8 tahun.. yeyy! aku gak sabar untuk membuka kado dari ibu dan bapak.. “papa, mama.. mana kadoku?” tanyaku, tapi

Antara Sahabat dan Pacar

Oleh:
Di hari minggu Syila, Azmi, Nufi, Zain, Jihan dan Iran seperti biasanya keenam sahabat itu berkumpul, mereka tidak pernah bermain di hari-hari sekolah karena itu waktunya untuk belajar. Mereka

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Sahabat Setia”

  1. Rara says:

    Perasaan ini nama Agatha Chelsea Terriyanto, kayak nama idola cilik deh.. Sama kaya bagas rahman dwi saputra, mereka kan pemenang idola cilik 3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *