Sahabat Yang Harus Pergi

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 16 March 2016

Namaku Naila Putri Aurora panggil aku Naila. Aku punya sahabat namanya Andriana Novilia panggilanya Vilia.
Di rumahku. “Mama… Mama masak apa?” kataku.
“Mama masak soto ayam dan minumnya vanila milkshake.. cepat turun dan segera makan sayang..!” kata Mama.
“iya Maa..” kataku.

Di ruang makan.
“Kak..tadi waktu Kakak tidur Kak Vilia telepon,” kata Killa adikku.
“Terus Kak Vilia ngomong apaan?” kataku.
“Kak Vilia ngomong Kakak bisa ke rumah Kak Vilia jam 3?” kata Killa.
“Oh..” kataku.

Selesai makan aku segera ke rumah sahabatku yaitu, Vilia.
Di rumah Vilia.
“Assalamualaikum..” kataku.
“Waalaikum salam wr.wb..” kata bunda Vilia.
“Bunda.. Vilianya ada?” kataku.
Aku biasa memanggil bunda Vilia dengan sebutan ‘Bunda’.
“Ada di dalam kamarnya.. kamu ke sana aja sayang..” kata bunda Vilia.
“Iya bunda..” kataku.

Di kamar Vilia..
“Assalamualaikum..Vilia..” panggilku.
“Waalaikum salam..” jawab Vilia.
“Ada apa Vil kamu tadi telepon aku?” tanyaku.
“Aku cuma ingin ngerjakan tugas kesenian bareng kamu Naila..” kata Vilia.
“Boleh… tapi aku gak bawa apa-apa..” kataku.
“Aku udah siapin kok..” kata Vilia.
“Makasih banyak ya..” kataku.
Setelah selesai aku pulang ke rumahku. Setelah sampai rumah aku makan malam dan langsung tidur.

Keesokan harinya…
“Hoamm.. udah pagi ya?” kataku.
“Kakak, bangun cepatt..!!” kata Killa.
“Iya iya..” kataku.
“Kak jangan lupa salat subuh..” kata Killa.
Setelah salat dan mandi aku sarapan lalu pergi ke sekolah..

Di sekolah..
“Naila, Naila..!!” panggil Tasya.
“Ada apa?” tanyaku.
“Vilia pingsan..” kata Tasya.
“What?!” kataku kaget.
“Sekarang dia ada di UKS.” kata Tasya.
“Oke aku ke sana.” kataku.

Di UKS.
“Vilia… kamu sakit apa?” kataku.
“Kamu jangan bilang siapa-siapa kalau aku ini sakit. Kanker otak,” kata Vilia.
“Apa?! hiks, hiks.” kataku.
“Kamu gak boleh nangis.. aku tahu hidupku uda gak lama lagi.. kamu harus jadi anak yang bermanfaat untuk semua orang.. sekali lagi makasih sudah mau jadi sahabatku..” kata Vilia.

“Vilia kamu gak boleh pergi.” kataku.
“Kalau aku uda gak ada kamu buka kertas warna pink yang di meja itu ya. Assalamualaikum.. aku pergi dulu..” kata Vilia. “Vilia…” kataku.
“Kamu yang sabar ya sayang..” kata Bu Nisa.
“Iya Bu..” kataku.
Lalu ku buka kertas pink yang dimaksud Vilia.

“Dear Naila. Makasih udah mau jadi sahabatku.. aku sebenarnya punya penyakit kanker otak tapi aku gak mau kasih tahu kamu karena aku gak mau bikin kamu sedih my best friend.. maaf kalau aku gak kasih tahu kamu.. semoga kamu gak lupain aku ya Naila.”

Selesai

Cerpen Karangan: Callista Velma
Facebook: Callista Velma Elliora

Cerpen Sahabat Yang Harus Pergi merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Beginikah Keluarga?

Oleh:
Sulit untuk dipahami, bagaimana aku bisa menerima semua ini, bagaimana bisa aku harus memilih. Aku benar-benar gerah dengan semua ini, aku tidak tau harus mengungkapkan kata-kata apa. Kenapa? kenapa

A Broken Glass

Oleh:
Matahari mulai mencium bumi bagian tengah dengan sinar ultra violet yang selalu mengiringinya dalam setiap sorot cahaya yang dia sorotkan ke arah bumi. Sayang sekali, sepertinya sang mentari terlalu

Hari Minggu

Oleh:
Kalau kamu tanya hari apa yang paling menyenangkan, aku akan bilang itu hari minggu. Hari dimana aku terbebas dari tugas tugas, keluar bersama teman teman, dan yang terpenting adalah

Perbedaan Itu Manis

Oleh:
Siapa yang tidak kenal Lily ketua Osis sekolah Mawar merah. Perempuan ini memiliki perawakan tubuh bak putri bangsawan. Sebagaimana putri bangsawan dia terkesan arogan. Memang putri ini adalah anak

Dunia Lamaku

Oleh:
Langit yang berawan melindungi kami dari terik matahari saat upacara bendera dilaksanakan. Seluruh peserta upacara menatap lurus sambil memberi hormat kepada sang merah putih. Aku bersiap untuk menyanyi. Perlahan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *