Sahabat Yang Mengkhianati

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 4 February 2016

Tesa duduk di bangku sekolah SMP yang tak jauh dari rumahnya. Tesa juga memiliki sahabat yang baik dan bisa dibilang sahabat karib, ke mana-mana selalu bersama. Sahabatnya bernama Sari. Tesa selalu curhat tentang hal pribadi yang dialaminya dalam keluarga. Tesa selalu mengajak Sari ke rumahnya bahkan Sari selalu menginap di rumahnya. Saat pulang sekolah Tesa mengajak Sari ke rumahnya karena di rumah Tesa sedang tidak ada orang.

“Sar, kamu nanti pulang sekolah ke rumah aku yuk karena di rumahku sedang tidak ada orang, orangtuaku sedang pergi ke luar kota karena nenek sedang sakit.” ajak Tesa.
“Baiklah aku akan ke rumahmu tetapi nanti karena aku harus pulang dulu.” jawab Sari.
“Baiklah kalau begitu bagaimana kalau aku mengantarmu pulang.” kata Tesa.
“Oke kalau begitu.” jawab Tesa. Tesa dan Sari pun pergi ke rumah Sari, setelah itu Sari ke rumah Tesa. Di rumah Tesa, Sari dan Tesa seperti biasa membagi pengalaman pribadi masing-masing. Tak lama kemudian Sari pun pamit pulang kepada Tesa karena hari mulai gelap.

Pagi-pagi di sekolah entah kenapa semua teman-teman Tesa mengejek Tesa dan ketika Tesa sampai di depan mading sekolah Tesa melihat bahwa ada foto pribadi Tesa yang sedang memakai pakaian minim. Tesa pun menangis sambil berlari pulang karena Tesa tak tahan akan rasa malu yang hari ini ia dapatkan. Semenjak kejadian itu Tesa menjadi murung dan tak ingin ke luar kamarnya. Pembantunya pun menghubungi orangtua Tesa dan mengabarkan tentang keadaan Tesa, orangtua Tesa pun pulang dan menghibur Tesa dan membujuk Tesa untuk makan. Tesa pun akhirnya makan karena bujukan mamahnya.

Beberapa hari Tesa tak masuk sekolah karena ia tak sanggup menahan malu. Tetapi Tesa masih kebingungan siapa yang telah menyebarkan foto-foto pribadinya dan Tesa pun bingung mengapa sahabatnya tidak ke rumahnya untuk menjenguknya dan mencari tahu siapa yang menyebarkan foto-foto pribadinya. Sesampainya di sekolah Tesa merasa heran karena tidak ada yang bertanya mengapa Tesa tidak masuk sekolah minggu lalu. Tesa pun tak melihat sahabatnya yaitu Sari. Beberapa waktu kemudian ada teman kelas Tesa yang menanyakan keadaan Tesa ia bernama Yanto.

“Tes, mengapa minggu lalu kamu tidak masuk sekolah? apa kamu sakit?” tanya Yanto.
“Ah tidak aku hanya tak sanggup menahan malu karena beredarnya foto-foto pribadiku di mading sekolah.” jawab Tesa. “Memang siapa yang mengedarkan foto-foto pribadimu?” Tanya Yanto. “Entahlah!” jawab Tesa.
“Tes, ada yang mau aku bicarakan sesuatu pada kamu!” jujur Yanto.
“Iya silahkan.” jawab Tesa.

“Waktu kamu tidak masuk sekolah, hmm Sari menceritakan yang tidak-tidak tentang kamu bahkan aku curiga kalau Sari pun yang mengedarkan foto-foto pribadimu, sebelumnya aku minta maaf bukan aku berprasangka yang buruk terhadap sahabatmu, tetapi memang itu kenyataannya.” kata Yanto
“Sudahlah itu kan belum ada buktinya.” jawab Tesa. Saat istirahat tiba Tesa memergoki Sari sedang ngobrol dengan Wina temannya. “Eh Win, tahu gak orangtuanya Tesa mau berpisah, buktinya saat aku main ke rumah Tesa tidak ada orangtuanya dan aku yakin kalau Tesa sudah tidak diinginkan lagi sama orangtuanya.” kata Sari kepada Wina.

“Ah masa iya!!” tanggap Wina. “Benar coba saja kamu main ke rumah si Tesa, ya aku bilang seperti ini karena memang Tesa sering curhat tentang hal pribadinya sama aku.” kata Sari.
“Terus kenapa kamu menceritakan hal ini sama aku, bukankah itu hal yang penting dan sangat pribadi?” Tanya Wina.
“Yah karena aku tidak suka padanya.” jawab Sari. “Terus untuk apa kamu mendekatinya selama ini.” Tanya Wina penasaran. “Aku kan hanya mencari keuntungan saja kan enak setiap makan di kantin Tesa yang selalu menraktirku.” jawab Sari. “Jadi maksud kamu, kamu hanya memanfaatkan Tesa?” tanya Wina lagi.

Sebelum menjawab pertanyaan Wina Sari langsung pergi meninggalkan Wina yang masih penasaran. Sementara Tesa yang dari awal mendengar obrolan Sari dengan Wina merasa dirinya dimanfaatkan dan hatinya hancur karena sahabat dekatnya dengan tega memanfaatkannya karena selama ini Tesa menganggap Sari tulus ingin bersahabat baik dengan Tesa. Tesa pun tidak menyangka kalau Sari sahabatnya mengkhianati persahabatan yang sudah lama dibangun mereka berdua. Sari dan Tesa pun hubungannya kian memburuk sampai mereka berdua lulus sekolah SMP dan berpisah. Namun sebenarnya dalam hati Tesa telah memaafkan perbuatan Sari padanya dan Tesa berharap bisa berjumpa dengan Sari.

Cerpen Karangan: Pipit Triwahyuni
Facebook: Phit’z
Nama: Pipit Triwahyuni
Tempat Tanggal Lahir: Ciamis, 12 Nopember 1998

Cerpen Sahabat Yang Mengkhianati merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Azam dan Hari Sial

Oleh:
Mataku masih setengah terbuka, aku segara melihat ke arah jam di samping tempat tidur ku, disana menunjukan pukul 05.26 hari ini hari rabu meskipun masih terlalu pagi aku harus

Venice, Hari Untuk Selamanya

Oleh:
Semilir angin sore berhembus membawa kesejukan serta kedamaian. Dengan langkah perlahan, seorang laki-laki tengah berjalan menyusuri jalan setapak melewati deretan makam-makam yang dingin. Di pemakaman kecil inilah tempat semua

Random

Oleh:
Aku melihat perempuan dan berharap untuk memilikinya, tapi dia tidak mungkin bisa kumiliki. Ya, sahabat saat aku di bangku sekolah. Namanya Bella, aku dan dia selalu bersama sejak kecil.

Kak Romeo

Oleh:
Hai, kenalin namaku keisya, sekarang aku kelas viii smp. Aku punya sahabat, namanya zoe dia selalu ada di sampingku suka maupun duka, tapi dia juga sedikit lebay orangnya. Pagi

Gila Ramalan

Oleh:
Menurut kalian salah gak sih kalau gue itu tergila-gila sama ramalan? Ehm engga kan ya? Perkenalkan gue cika si ratu ramalan. Temen-temen gue ngasih julukan tersebut ke gue karena

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *