Sahabat Yang Meninggalkanku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 4 October 2016

Namaku santi, usiaku sekarang 15 tahun. kisahku ini dimulai saat aku berusia 13 tahun yang pada saat itu duduk di bangku smp kelas 1. Di kelasku, aku mempunyai banyak teman salah satunya Rizal. Dia adalah sahabatku, kami sering kali menghabiskan waktu bersama di sekolah dia adalah orang pertama yang mengetahui setiap rahasiaku, dia baik hati dan dia selalu meluangkan waktunya untukku. Sampai pada akhirnya masalah mulai menimpa kami berdua, sejak saat itu kami sudah tak saling bicara bahkan dia selalu menghindar dariku.

Aku tak mengerti kenapa ia melakukannya dia tak menjelaskan apapun padaku. Waktu pun berlalu dan kulalui dengan penuh kesedihan. Dan sampai pada suatu hari saat kami telah menduduki bangku kelas 3 Aku memberanikan diri untuk bertanya padanya melalui salah satu social media facebook. aku mengawali pesanku

“Rizal kenapa kamu berubah? Apa salahku? Jika aku pernah melakukan kesalahan tolong maafkan aku”
Tak lama kemudian dia membalas “Tidak san kamu tidak punya salah apapun, aku begini karena aku tak ingin kamu sakit hati olehku”.
“kalau kamu tidak ingin aku sakit hati, kamu jangan menjauhiku seperti ini, kamu bilang padaku biar kita selesaikan masalah ini bersama”.
“lalu sekarang aku harus bagaimana?”.
“berhentilah menjauhiku zal”.
Percakapan pun berakhir, dia tak kunjung membalas pesanku itu hingga saat ini. Mungkin dia begitu membenciku dan sekarang aku kehilangan sahabatku. Aku kehilangan orang yang sangat kusayangi. Aku berharap suatu hari nanti aku bisa bertemu dengannya dan kembali memperbaiki persahabatanku dengannya.

TAMAT

Cerpen Karangan: Santi
Facebook: https://m.facebook.com/ayang.santi395

Cerpen Sahabat Yang Meninggalkanku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ibu, Aku Mencintaimu

Oleh:
“Kaulah ibuku cinta kasihku, terima kasihku takkan pernah terhenti, kau bagai matahari yang selalu bersinar, sinari hidupku dengan kehangatanmu.” Aku tak sanggup lagi bersuara, lagu yang berjudul ‘Ibu’ benar-benar

Sahabatku Arsa

Oleh:
Di taman, ku berlari kesana-kemari dengan bebasnya, sambil menikmati indahnya senyuman mentari, hijaunya taman, ditemani warna-warni permainan di sana. Aku tak sendiri. Aku bermain bersama Arsa, sahabatku. Begitulah, gadis

Bidadari Dalam Gerobak

Oleh:
Suara gerobak kayu tuaku terdengar sangat fasih, mengukir setiap jejak di tanah pemakaman, aku menatap langit yang mulai gelap, nampaknya hujan akan turun. Aku menatap batu nisan yang bertuliskan

Aaaissshh.. Hari Yang Menyebalkan

Oleh:
Kriinggg… Kringg… Aissshh… Heeey, ayolah, kurasa ini bukan saat yang tepat untuk HP yang telah ku pasang alarm berbunyi. Sekarang benda itu masih sanggup bernyanyi dengan rasa tak berdosa,

Vitamin C++ (Part 1)

Oleh:
Aku menulis cerpen ini dalam keadaan sangat galau. Akhir-akhir ini aku menjadi seseorang yang sangat pendiam, murung, dan sangat tidak bersemangat. Awalnya, aku juga tak tahu mengapa aku menjadi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *