Sahabat Yang Terlupakan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Persahabatan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 19 January 2015

Sewaktu SD aku dan temanku selalu bersam tertawa bersama. Kita bermain bersam kita berbagi suka duka bersama. SD ku tempat aku bergembira sahabatku alasan aku bahagia, sahabatku orang yang bisa membuat senyuman di saat aku menangis, sahabatku selalu membuat aku percaya diri. Sahabatku orang yang mau bercerita denganku sahabatku alasan aku menangis ketika perpisahan sekolah walau aku mencoba bertahan tetap saja airmata membasahi pipiku.

Seiring berjalannya waktu aku menjadi anak SMP aku menemukan sahabat baru yang baik. Aku dan sahabatku berpisah karena di SD ku hanya aku yang masuk SMP itu. Seiring berjalannya waktu aku merindukan sahabat SD ku. Aku mencoba mengirim pesan dengannya tapi dia tidak membalasnya. Aku berkata mengapa bisa dia melupakannya aku selalu mengingat kejadian saat SD dengannya, bahkan aku mengingat kejadian yang biasa saja. Aku mengingat sewaktu sahabatku bercerita kepadaku cerita yang luar biasa tentang perasaannya.

Sahabatku tak mengingatku sama sekali mungkin karena dia kini memiliki sahabat baru. Aku tetap menyayangi sahabatku. Walau kini sahabatku itu telah melupakanku aku tetap tidak akan melupakannya. Aku berharap kini kita akan seperti dulu. Sahabatku aku berharap kau membaca ini agar kau tau aku tak akan melupakan itu. Bukan hanya 1 sahabatku yang melakukuan ini ada banyak sahabatku yang menjauh tak ingat aku. Bukan aku berlebihan.

Cerpen Karangan: Mega
Facebook: risanda mega s

Cerpen Sahabat Yang Terlupakan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Temanku Yang Setia

Oleh:
Aku melihatnya. Aku melihat seekor kucing atau mungkin seekor anak anjing, sepulang bermain ternyata aku melihat seekor anak anjing yang sedang duduk dan aku melihat tidak ada seekor anjing

Putri Lumpuh dan Datuk Kaya

Oleh:
Namaku Fatimah, hari ini aku sangat sedih. Sedih sekali. Entah kenapa perasaan ini begitu menghantuiku. Tidurku menjadi tak lelap, makan tak kenyang, mandi pun serasa tak basah. Aku memikirkan

Ana Cinta Bunda Karena Alloh

Oleh:
Sore ini terasa begitu melelahkan. Di tengah hiruk pikuknya kota Jakarta di sore hari, seorang wanita berusia 40 tahunan nampak sedang berjalan menuju rumah kecilnya di pinggiran kota. Ia

Miggy

Oleh:
Suatu hari, Miza, Ayah, Ibu pergi ke warung. Setelah selesai makan, mereka nongkrong di warung sebentar. Kebetulan hari itu hujan. “Meong.. Meong..” terdengar suara kucing mengaungkecil. Tampaknya ia kedinginan.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *