Sahabatku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Bahasa Inggris, Cerpen Persahabatan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 23 January 2018

Namaku Alya Vanissa. Cukup panggil Alya saja. Aku tinggal di London enam bulan terakhir ini. Setahun penuh, Aku akan menempuh pendidikan di negeri big ben ini.

“Morning Farah!!” sapaku. “Morning Alya” balasnya. “What is it that you look so cheerful today?” tanya Farah. “Not, not. But, smile is right worship” candaku. “Okay. You’re so funny Alya, lets go!, we could late later today” seru Farah.

Aku sudah bersahabat dengan Farah sejak pertama kali datang ke sini. Farah sangaaat.. perhatian denganku. Farah selalu mengingatkan, saatnya makan, saatnya istirahat, dan menjadi penghibur saat Aku bete. Farah siap membantu kapanpun dan di manapun Aku butuh bantuan.

“The homework for today is to make a science project. Each group consisting of three people” jelas Mr. Alfred. Para siswa dan siswi mulai gaduh menentukan kelompok masing-masing. “Shut up!, I make the decision!” bentak Mr. Alfred. Semuanya diam.

Yay!!, Aku bersorak girang di dalam hatiku ketika mendengar Aku sekelompok dengan Farah. Juga satu temanku yang lain yang berasal dari Jepang, namanya Yura.

Saat waktu istirahat tiba..
“Farah, lets go to canteen!” ajakku. “Sure. But, I go to locker too” katanya. “Okay, I’ll wait” ujarku lalu berlalu.

“Bibi Chely, Aku pesan!” teriakku. “Pesan apa Alya?” tanya Bibi Chely. Bibi Chely adalah adik ipar Ayahku. Bibi Chely bekerja di sini. “Satu burger pedas dan jus jeruk” ucapku. “Oke, ditunggu!” balas Bibi Chely.

Lama Farah tak datang, sampai pesananku datang pun, Farah tak juga datang. Tapi, Aku tetap sabar menunggu. Tiba-tiba Queen datang dengan tergopoh-gopoh.

“Alya!, Alya!, Alya!”
“Whats the Queen?”
“Farah.. Farah.. Farah..”

“What happens to Farah?”
“She nosebleeds and fainting”
“Then come us to Farah!, thanks for the info”

Farah belum siuman dari pingsannya. Aku sedih melihat Farah terbaring lemah di rumah sakit. Ternyata selama ini, Farah menyembunyikan penyakitnya dariku. Farah mengidap kanker otak stadium akhir. Perlahan-lahan, butiran bening menetes membasahi pipiku.

“Al.. ” lirih Farah. “You awake Farah!” seruku. “Alya, why are you crying?” tanya Farah parau. “No, I am not crying” bujukku seraya mengusap air mata yang membasahi pipiku. “Are you okay?” tanyaku berusaha mengalihkan topik pembicaraan. “Yes. I’m okay” jawab Farah meski keadaannya masih lemah.

“Sorry, the patient will rest now. You don’t look she’s now” ucap suster yang memakai pakaian serba putih. “Oh, yes. Farah, I’m going out now” ucapku. Farah mengangguk lemas.

Hari-hariku berlalu dengan sepi tanpa Farah yang biasa menemaniku, menghiburku di kala bete, dan membuatkanku cokelat panas biasanya. Hari ini, Aku akan menjenguk Farah.

“Where you go Al?, our project doesn’t finished now” tanya Yura. “Mm.., No Yura. We both look in Farah yuk Yura!” ajakku. Yura memang bisa sedikit-sedikit bahasa Indonesia. “Your idea are good, I follow too” ujar Yura lalu menenteng tas selempang warna merah bata miliknya.

“Hi Farah!, how are you?” sapa Yura. “I’m fine. I fell better, ” jawab Farah yang memang nampak agak baikan. “We bring apple and milkshake. Your favourite” kata Yura. “Hey friend!, you daydreaming?” tanya Farah padaku. Aku membuyarkan lamnunanku. “Eh, no. I’m not Daydreaming. Have you eaten?” tanyaku. “Yes. You?” Farah balik bertanya. “Mm.. yes” Aku berbohong. Padahal, Aku belum makan.

“Apa?!, nggak mungkin!!, dia habis ngobrol sama Aku kemarin!”
“Iya Al, Farah benar-benar udah nggak ada. Ikhlasin aja”
“Nggak mungkin Yura!!, nggak mungkin!!”

“Farah!!!!” teriakku. Huh!, syukurlah. Itu hanya mimpi. Keringat dingin membasahi tubuhku. Aku langsung meminum air dingin yang ku ambil dari kulkas.

Tutt.. Tutt.. Tutt..
Ada sms dari Mama Farah isinya..
Alya.., fast here!!, this is serious!!

Dengan segera Aku pergi ke rumah sakit. Perasaan was-was dan cemas menghantui diriku. Tapi, Aku tetap positive thinking saja.

Aku membuka pintu kamar tempat Farah dirawat. Tapi, semuanya gelap. Lampu kamar pun mati. Lalu tiba-tiba, lampu menyala.

“Happy Bhirtday Alya!!, Happy Bhirtday Alya!!, Happy Bhirtday, Happy Bhirtday, Happy Bhirtday Alya!!” nyanyian lagu itu terdengar sangat riang. Ada Farah, Yura, Keluarga Farah, dan yang mengejutkan, ada Keluargaku!!.

Sebuah kue blackforest kesukaanku siap dipotong. Lalu Aku membagikan kue itu pada semuanya. Aku sangat bahagia. Farah memberiku kado yang sangat istimewa katanya. Tapi jangan dibuka sekarang. Thank you semua..

Aku akan membuka kado special dari Farah. Isinya adalah.., diary milik Farah, Jam tangan yang selama ini kuimpikan dan sepucuk surat bertinta biru, warna kesukaanku dan kesukaan Farah.

Dear Alya..
Mungkin saat kau membaca surat ini, Aku sudah tak ada lagi di dunia ini. Maafkan segala kesalahanku Alya. Apakah kamu tau, untuk menulis surat ini, Aku menggunakan google translate lho.., ha.. ha.. ha… Mungkin terdengar konyol. Tapi memang begitu kok. Alya, sampai jumpa lagi. Kutunggu kamu di dunia yang lebih indah, tuhan lebih menyayangiku. Muuaacchh…

Yang mencintaimu,
Farah Caroline J.

Aku menangis. Hari ulang tahunku bertepatan dengan hari kematian sahabatku sendiri. Allah lebih menyayangi Farah. Selamat tinggal Farah, Aku tetap menyayangimu.

END

Cerpen Karangan: Arifah Kaifah Yasak
Facebook: Arifahyasak Arifahyasak
Hi, maaf kalau cerpennya kurang jelas dan agak nggak nyambung ya, soalnya masih tahap pemula.

Cerpen Sahabatku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cerita Mas Danu

Oleh:
“Udah dapet belum yang di cari. Hampir sore ntar dicariin ayah di rumah!” kataku sembari menepuk bahu seorang anak laki-laki disampingku. Aku melihat ke seberang rak buku. Anak perempuan

My Best Friend

Oleh:
Pada pukul 04:30 jam bekerkui berbunyi. KRIING!! KRIING!! Itu sangat membuat telingaku sakit, Aku segera beranjak bangun dari tempat tidur, dan segera turun ke bawah untuk mengambil air wudu

Aku dan Dokter

Oleh:
Senyum tulusnya menandakan kebaikan hatinya, dia berkulit putih dan berambut cokelat, sebut saja namanya Dokter Reihan, dia adalah dokter anak di Rumah Sakit Smile Kids “Naura, yuk kita ke

Salah Nomor

Oleh:
Di sebuah Group WhatsApp komunitas peng-hobby otomotif roda dua, terdapat salah satu anggota bernama Jack Daniel. Meski namanya sama persis dengan salah satu brand minuman beralkohol, namun sejatinya ia

Impian Kecilku

Oleh:
‘Dimana ada Dina, disitu ada Amel’, itulah yang selalu dikatakan teman-teman kami. Ya, aku dan Amel memang sudah berteman sejak TK sampai sekarang, kelas 8 SMP. Kami sudah seperti

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *