Sahabatku Berubah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Persahabatan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 18 September 2013

“hai zid” panggilku kepada sahabatku yang bernama zidny
“hai juga lala” jawabnya kepadaku
“zidny nggak kerasa ya dikit lagi kita berpisah” aku yang tampak sedih karena tidak bisa ketemu dia setiap hari aku hampir meneteskan air mata namun aku menahannya.
“iya aku juga la” jawabnya padaku

Akhirnya hari perpisahan itu datang, para kelas 6 maju untuk menyanyikan lagu terakhir untuk guru-guru aku dan teman sangat terharu dan akhirnya meneteskan air mata. Akhirnya selesai acara perpisahan kita berfoto-foto lama kelamaan satu persatu teman-temanku pergi tinggal aku dengan sahabatku. Ia berkata kepada “la jangan lupakan aku ya” katanya kepadaku
“iya sama kamu jangan lupakan aku ya” jawabku kepada ia hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Dan itulah senyumannya yang terakhir aku lihat

Pada suatu saat teman-teman mengajaknya untuk reonian sambil berbuka puasa bareng namun dia lebih memilih untuk berbuka bersama teman smpnya, aku sudah membujuknya namun apadaya aku malah dimarahinya habis-habisan oleh aku hanya bisa terdiam dan terdiam, tapi aku masih beruntung mempunyai teman yang baik yaitu opi hanya dia yang bisa menenangkan hatiku.

Sampai akhirnya aku memberanikan diri untuk mengajaknya main akhirnya aku menyampar dia aku tunggu dia di lapangan namun apa aku liat dia lagi bermain bersama teman-teman dan pacarnya aku memanggil dia namun apa dia tidak mau menganggapku aku mencoba memanggilnya namun dia tetap asik bermain akhirnya aku pulang. Aku mengurung diriku di kamar aku tidak mau makan, minum, dan keluar dari kamar mamaku sangat bingung akhirnya mamaku memanggil opi untuk menyuruhku untuk keluar, dan dia berkata
“lala ayo keluar”dia memanggilku namun aku hanya terdiam tanpa menjawab.
“lala ayo keluar ngapain sih kamu memikirkan zidny yang memang tidak pernah menganggapmu ada” deg… Hatiku sakit sekali ketika opi mengatakan bahwa zidny tidak pernah menganggapku ada.
Aku berfikir mungkin benar kata opi buat apa aku memikirkan dia sedangkan dia pun tidak pernah manganggapku ada, akhirnya aku pun keluar kamar untuk menemui opi untuk bilang terima kasih atas nasihatnya.

Aku pun berhubungan baik dengan opi kita sering jalan-jalan, bermain, dan bercanda. Dan aku bisa melupakan zidny dari fikiran aku anggap zidny sebagai masa laluku yang pahit

Walaupun aku sangat sakit hati dengan sikap dia tapi kau selalu berdoa supaya dia tidak melukai sahabat dia yang baru.

Dan aku bisa melupakan zidny

Cerpen Karangan: Putri Nabillah
Facebook: Nabillah Lala

Cerpen Sahabatku Berubah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Teman Dadakan

Oleh:
“Hujan lagi, hujan lagi” Keluhku saat sedang bersantai di teras rumah. “Kakak… Kakak lihat ini, aku punya brosur seputar Fashion Show” Kata Maya, adikku yang tiba-tiba datang. “Waah… Kayaknya

Temuilah, Hanya Untuk Bertemu

Oleh:
“Kamu dari mana?” “Dari sana, bu.” “Dari mana Nak? Ibu tidak pernah mengajari kamu berbohong.” “Hm, aku dari rumah Ayah.” Suasana menjadi hening. Sebelum akhirnya ibu menunduk dan terisak.

Kontes Memasak Endemmo

Oleh:
“Selamat pagi, Itzel! Aku punya kabar baik untukmu!” ujar Silvana di pagi yang cerah itu. Ia datang ke toko roti Itzel dengan semangat hari ini. “Nanti saja, sedang banyak

Seragam Perawat Istimewa

Oleh:
Pagi-pagi begini saja di kelas sudah berisik, apalagi nanti siang? Eh, tapi bukan berisik yang negatif. Melainkan berisik karena sedang berdiskusi dengan teman sebangku masing-masing tentang pendaftaran karnaval. Ah,

Bunga Persahabatan Dari Hawa

Oleh:
“Hm…. disini saja simpannya.” kataku Kring.. kring… ponselku bergetar. Aku pun mengambilnya. “Hawa?” kataku sambil membuka pola kunci ponselku. ‘Assalamualaikum, Asiah kamu suka bunga dariku tidak?’ itulah yang Hawa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *