Sayap Sayap Malaikatku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 31 July 2018

Senin, 19 oktober 2015
Kulihat dia terbaring lemah dengan banyak alat medis di sekitarnya. Ya dia fia, gadis cantik berkulit langsat yang memberi semua tawa untukku dan menghapus sedihku, tapi dibalik itu semua tersimpan banyak kesedihan dan semua itu dariku. Dia malaikat yang selalu di sampingku tapi ku tak pernah sadari dan ketika sayap-sayap malaikat itu dikepakkan dan pergi, baru kusadari dia begitu berarti… sangat berarti…

Lima minggu sebelumnya…
Senin, 14 september 2015
Aku mendapat juara 2 dan jangan tanya siapa yang mendapat juara 1, tentu saja Fia. Dan aku sangat membencinya.

Selasa, 15 september 2015
Fia fia dan fia aku membencinya karena dia selalu mengalahkan semua nilaiku dan akan selalu begitu.

Kamis, 17 september 2015
Aku melihatnya lagi ya siapa lagi kalau bukan Fia, gadis yang sangat berbeda denganku. Dia gadis miskin yang sangat sederhana dan masuk melalui beasiswa di sekolah elite ini, sedangkan aku gadis dengan semua keinginan yang mudah tercapai dan masuk SMA kelas 1A melalui jalur prestasi tertinggi dan sekelas dengannya.

Jum’at, 18 september 2015
Aku akui di pintar dalam pelajaran tapi dia bodoh dalam memilih sekolah. Karena tidak seharusnya dia sekolah di sini.

Sabtu, 19 september 2015
Haha, aku sangat senang hari ini, dia diejek seluruh siswa di kelas karena latar belakangnya.

Senin, 21 september 2015
Dia diejek lagi tapi hari ini lebih parah sampai dia menangis, tapi tak ada yang bersimpati padanya. Kasihan tapi jujur aku sangat senang.

Selasa, 22 septembet 2015
Ya Tuhan… cobaan apa ini, ayahku ditipu miliaran dan terancam bangkrut, oh Tuhan tolong kami…

Rabu, 23 september 2015
Mereka jahat, mereka menyita mobilku, rumahku dan semua isinya.

Kamis, 24 september 2015
Rumah sederhana beralas semen dengan empat ruangan kecil sangat berbeda sekali dengan rumahku dulu, yaitu rumah mewah tiga lantai dengan empat ruangan di setiap lantai.

Sabtu, 25 september 2015
Kaenapa mereka menjauhiku? apa salahku?

Senin, 26 september 2015
Tidak ada yang mau berteman denganku, tapi Fia selalu mendekatiku tapi bukankah dia sudah banyak teman sekarang?

Selasa, 27 september 2015
Fia datang padaku dan selalu berkata dengan lembut “semua akan kembali seperti dulu, jangan kawatir”.

Rabu, 28 september 2015
Aku sudah mulai akrab dengannya, ternyata dia tidak membosankan seperti yang aku kira

Kamis, 29 september 2015
Kenapa fia masih berteman padaku padahal semua teman membicarakan semua hal burukku padanya.

Jum’at, 30 september 2015
Orang yang menipu ayah telah ditangkap, dan semua barangku dikembalikan.

Senin, 1 oktober 2015
Hah, mereka mengajakku berteman kembali. Tapi tidak, aku tidak mau berteman dengan mereka lagi. Temanku hanyalah Fia.

Selasa, 2 oktober 2015
Aku mungkin teman yang jahat, aku tau Fia nenyukai Reno lebih dariku dan begitu juga Reno, tapi ketika Reno ingin menyatakannya aku membuat mereka berselisih dan Reno menjadi milikku.

Rabu, 3 oktober 2015
Aku bosan karena Reno selalu mengaturku, jadi aku putus darinya.

Kamis, 4 oktober 2015
Ketika aku dan Fia ke kantin kami bertemu kakak kelas 2A, oh dia tampan sekali dan dia tersenyum, manis sekali.

Jum’at, 5 oktober 2015
Kakak itu bernama Aldi dan kurasa aku mencintainya…

Sabtu, 6 oktober 2015
Hatiku rasanya sangat hancur, karena kak Aldi mencintai Fia.

Minggu, 7 oktober 2015
Mereka jadian di depanku, dan aku harus tetap tersenyum walaupun sakit.

Selasa, 8 oktober 2015
Aldi memelukku dari belakang karena dia mengira aku Fia, dan Fia melihatnya aku pun melihat Fia tapi bukannya kulepas tapi ku berbalik lalu mencium pipi kanan Aldi, tapi Aldi hanya diam. Kulihat Fia dengan pipi yang basah karena air mata, dia berlari dan pergi.

Rabu, 9 oktober 2015
Kubertemu Fia dan menjelaskan bahwa aku mencintai Kak Aldi dan tanpa bersalah aku pun berkata untuk melepaskan Aldi.

Kamis, 10 oktober 2015
Tak kusangka Fia benar melepas Aldi. Tapi Aldi tak perbah menganggapku ada, dia masih marah padaku.

Jum’at, 11 oktober 2015
Ku marah pada Fia karena menurutku dialah yang bertanggung jawab atas semua ini dan memintanya pergi dari kehidupan kami selamanya. dia berlalu pergi dan aku melihatnya datang membawa sayap malaikat mainan lalu dia memakainya dan turun dari balkon, terbang.. dan semua berakhir. Badanku masih kaku berdiam di tempat tadi melihat semua.

Sabtu, 12 oktober 2015
Tuhan… aku mohon selamatkan teman terbaikku, malaikat utusanmu yang kau utus untuk menjagaku dengan kasih sayang dan ketulusan seorang sahabat sejati, aku mohon bukalah matanya..

“Ulfa, kamu belum makan dari tadi pagi nanti kamu sakit” ucap Kak Aldi
“Gak Kak, aku gak laper” balasku dengan nada serak

Tangannya, ya tangannya bergerak, tangan Fia gerak. Langsung saja aku memanggil dokter, tapi Fia melarangku pergi jadi Kak Aldi yang pergi. Dengan nada lemah Fia bilang “Fa kalo aku udah pergi kamu gak boleh nangis, tetap semangat belajar ya…” dan dokter datang lalu menyuruhku pergi.

Dokter pun keluar dengan wajah lemas, kulihat ibu Fia bertanya dengan penuh harap, kesembuahan anak ketiganya itu. Tapi apa ini kenapa dokter itu malah mengucapkan kata “Fia telah pergi” sangat pelan tapi menusuh hati. Seketika semua diam, air mata mulai menetes dan… Fia telah pergi…

Rabu, 15 september 2015
Digundukan tanah merah kusendiri karena semua orang telah pergi, menatap nisan bertulis FIA AGUSTIN, aku dipeluk Aldi, kekasihku.
Malaikatku… pergilah aku ikhlas pergi lah… MAAF dan TRIMAKASIH.

Cerpen Karangan: Harin legestyan
Blog / Facebook: Harin legesytan

Cerpen Sayap Sayap Malaikatku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hello Cordoba (Part 2)

Oleh:
Setelah berkeliling memutari areal masjid, kemudian, Syabil selanjutnya mengajakku kembali menuju ke tempat sejarah yang kedua di Cordoba. Tempat tersebut, berlokasi di kota Zaragosa, dan bersebelahan dengan bukit sejuk

Jangan Berhenti Mencintaiku

Oleh:
Sebegitu besarnya cintamu buatnya, sampai-sampai kamu tidak bisa melihat besarnya cintaku padamu. Kamu tidak bisa melihat kalau ada aku disini, aku yang akan selalu mencintaimu saat tiada lagi orang

Sahabatku Takkan Kembali Lagi

Oleh:
“Zar…” panggilku kepada seorang sahabatku bernama Azar. Dia menoleh kearahku dan memanggilku juga “Zahwa..” Azar adalah sahabatku dari kecil dan kita bertemu kembali di SMP. Setelah lulus dari SMP

Surat Terakhir Viona

Oleh:
Hari ini angela dan viona pergi ke sekolah bersama, mereka berdua adalah sahabat yang tak terpisahkan, hari ini hari senin dan hari ini angela menjadi petugas bendera tetapi viona

Teman Perjalanan

Oleh:
Jarum jam di tangannya masih menunjukkan pukul 6 pagi ketika Keira menginjakkan kaki di terminal kota. Udara pagi yang dingin menusuk-nusuk tulangnya tanpa ampun. Keira merapatkan jaket denim yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *