Sayonara My BFF

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Persahabatan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 18 September 2016

Hai, aku Rachela Oktavia Amelia! Biasa dipanggil Via, Umurku sebelas tahun, tepatnya sekarang aku kelas lima SD! Aku tak mengkhawatirkan nilaiku, walaupun selalu di rangking 10/9/7 hehehe, aku mempunyai sahabat bernama Nayla, dia cantik, tapi kurang mampu gitu, tapi bukannya sombong lho, dia selalu dapat rangking 3 besar, aku? Rangking 5 saja tak pernah, dengarkan kisahku ini ya kawan.

Kriiing, terdengar bel tanda istirahat berbunyi, aku bersama Nayla ke luar kelas, “Nay, mau makan apa?” Tanyaku,
“hmm…, aku.., gak mau makan” ucapnya menolak
“kenapa? Kan biasanya kamu suka bakso, tumben” ucapku
“iiih! Jahat! Aku lagi puasa tauu!” Ucapnya
“ah! Sorry, sekarang lagi bulan puasa ya! Aku nggak nih, soalnya lagi batuk” ucapku, lalu meminta segelas teh hangat dan bubur, setelah itu kami kembali ke kelas

“nanti pelajaran matematika yaa, ajarin aku soal yang ini dooong!” Ucapku memelas
“Via.., Via…, kamu belajar satu soal sendiri dulu baru aku mau ajarin kamu” canda Nayla, aku kaget, dan langsung mengerjaikan soal matematika, setelah selesai Nayla memeriksanya, “hmmm, ok, i will teach you!” Ucap Nayla, Setelah itu bell, tanda masuk, lalu tanda pulang!

“Aaah… akhirnya pulang sekolah juga” ucapku setelah bekerja keras di ulangan harian mtk tadi
“hihi, gimana kalau besok kita ke mall? Liat liat aja!” Ucap Nayla
“jangan besok, lusa aja, besok aku sendirian di rumah gak ada siapa siapa!!!” Ucapku
“aaah… ya udah lusa aja, sore jam empat yaaa!!” Ucap Nayla, lalu ia menghilang saat turun dari bukit, aku pergi ke rumahku

“ma, lusa Via boleh ke mall nggak sama Nayla?” Tanyaku memelas
“boleh aja sayang, tapi hati hati ya” ucap mamaku, setelah itu aku tidur
Yuk, intip rumah Nayla, “Umi.., Nayla bakal ke mall.., liat liat doang kok, boleh ya” ucap Nayla dengan wajah imutnya
“kapan?” Tanya Uminya Nayla
“lusa mi” ucap Nayla
“ya udah, boleh aja kok” ucap Umi Nayla, lalu mereka segera tidur, sebenarnya Umi Nayla mempunyai firasat buruk, tapi dia tidak menghiraukannya.

Esoknya, Nayla sarapan dengan wajah pucat pasi, dia bergemetar seperti sedang ketakutan, “Nayla kenapa?” Tanya Uminya
“nggak mi, cuma Nayla mimpi buruk aja!” Ucap Nayla, sementara aku mimpinya tentang semua yang menyenangkan bagiku, saat di kelas, aku mulai mengkhawatirkan Nayla, dia was was dan wajahnya pucat
“Nayla” panggilku
“Aaaah!” Dia berteriak kecil
“maaf, aku nggak papa kok! Cuma nggak enak badan” ucap Nayla
“Hhmm, kayaknya kamu sakit deh” ucapku yang mengkhawatirkan sahabatku
“ngg, aku gak papa!!” Ucapnya dengan lantang, untungnya tidak ada orang di sana, sekarang waktu istirahat
“ya udah, besok jadi kan ke mall?” Tanyaku antusias, Nayla mengangguk, lalu pelajaran dimulai, setelah itu, aku pulang dan juga Nayla.

Besoknya, jam 4 sore sudah kutunggu Nayla di tempat perjanjian, setelah tak lama Nayla datang, “haii, sori lama” ucap Nayla, aku mengangguk dan kami segera pergi, setelah selesai, kami pulang naik angkot, aku sedang bermain hp di depan dan Nayla sedang melihat pemandangan di belakang, dengan cepat, sebuah bus melaju berlawanan arah, seketika terjadi tabrakan, setelah itu, aku tak bisa merasakan apa apa, dan juga semua yang kulihat hanyalah warna hitam.

Samar samar aku mendengar tangisan Nayla, “Viiaaa!! Jangan pergiii!!!” Tangis Nayla, satu satunya yang kurasakan saat itu hanyalah Nayla yang memegang tangan kiriku, aku berusaha membuka mata, “aku nggak papa kok!” Ucapku, kulihat Nayla memakai kursi roda dengan kepala diperban, nggak sampai mata, “Viaaaa! Bertahan!!!” Ucap Nayla, aku tersenyum, dan tiba tiba aku tak merasakan apa apa lagi, samar samar aku mendengar tangisan Nayla, “VIIIIAAA!!! Bertahan, Viaaa, hiks hiks, Vi…” Setelah itu aku tak bisa mendengar Tangisannya, ya nyawaku sudah dicabut oleh malaikat maut, SAYONARA, MY BFF.

Kita lihat Nayla yuk. Nayla masih menangis menatap wajah sahabatnya yang pucat pasi dan tak bernyawa, datanglah mama dan papa Via, “Viia!” Ucap mama Via
“tante lama! Via udah tiada 5 menit yang lalu!!!” Teriak Nayla
“apa!!? Ya ampun nak…” Ucap mama Via, tetapi tak setetes air mata pun keluar dari matanya
“tante pergi aja!! Tante nggak sayang sama Via kaaan!! Tante cuma ibu tiri!!!” Ucap Nayla yang tidak terima, lalu mama Via pergi dengan muka masam
“seandainya, aku tak mengajakmu ke mall, ini semua salahku” ucap Nayla lalu tertidur.
Di mimpi Nayla, ia melihat sebuah anak yang naik ayunan, tampak seperti Via, “Viia!!!” Ucap Nayla, sambil berlari
“hai my BFF” ucap Via sambil tersenyum
“kamu tau kan aku sudah tiada? Kenapa kau masih menangis? Relakan saja aku” ucap Via
“Via, kamu berusaha tersenyum di depanku saat kau sedang menderita karena ibu tirimu, kau sahabat baikku, jangan pernah lupakan aku, dan aku tak akan melupakanmu, aku akan merelakanmu” ucap Nayla, Via tersenyum manis “terima kasih, ini kata kata terakhirku,” ucap Via dia membuat Nayla bingung
“SAYONARA, MY BFF.” Ucap Via, lalu ia lenyap dan yang ia tinggalkan hanyalah album foto kenangan dan diakhirnya dituliskan kata ‘SAYONARA, MY BFF’ Nayla akan berusaha merelakan Via, dia memeluk Via untuk terakhir kalinya.

THE END

Nah kawan, intinya walaupun orang yang kita sayangi tiada karena kita mengajak jalan jalan dan ter tabrak seperti kisah di atas, kita tak boleh menyalahkan diri sendiri, karena ini sudah kehendakan Allah.

Cerpen Karangan: Farah Faizah Putri Amelia
Facebook: Farah Faizah

Cerpen Sayonara My BFF merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


When I Die?

Oleh:
Enam tahun silam aku mengalami kejadian yang aku sendiri tak sanggup menceritakannya kepada orang lain, sekalipun orangtuaku sendiri. Dan aku tak bisa mengungkapkannya kepada siapapun karena trauma yang sangat

Restoran Tak Berpenghuni

Oleh:
Aku dan sekeluarga saat ini sedang liburan. Kami berkeliling di sebuah Desa. Di sana kami berfoto di sebuah sawah yang asri dan indah. Karena kepanasan, kami mencoba untuk beristirahat

Handphone Ajaib Tata

Oleh:
Hai! namaku Tita. Aku kakaknya Tata. Tata adalah saudara kembarku. Kami berdua selalu bersama. Tata anak yang pandai. Sayang, sifatnya yang membuat dirinya jelek. Ya.. benar. Tata anak yang

Remember When I Know You

Oleh:
“Ngeliatin dia lagi?” Suara khas sahabatku, menyadarkan lamunanku yang sejak tadi terfokus pada seorang laki-laki yang sedang serius memainkan bola basket. “Apaan sih Re.. nggak kok” “Haduuhh.. udah deh

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *