Sebuah Pertemanan Putus Hanya Karna Kucing

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Persahabatan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 14 March 2017

Pagi hari kulalui dengan senyuman di bibir. Kubangunkan Zulfan, kucingku itu. Dia sepertinya lapar. “Oh ya! aku kan masih punya Whiskas buat Zulfan, aku ambil dulu ah!” pikirku lalu ke meja makan untuk membawa makanannya Zulfan. Ku kembali ke kamarku lagi, dan menaruh makanan itu di sebuah tempat untuk dimakan Zulfan. Dia pun memakannya dengan lahap. “Dia lapar sekali yah!” pikirku.

Hai! kenalin, nama aku Farenollia Noelle Feronnic, kalian panggil aku Nollia.

Suatu Hari
Aku melihat Zulfan jalan-jalan di sekitar halaman rumahku. Tiba-tiba, aku melihat ada anak (umurnya sekitar 11 tahunan sih) mencobanya untuk membawa dia. Aku pun kaget, segera ku berlari menuju ke Zulfan.
“Siapa kau ini! mengapa kau mencoba membawa kucingku kabur!” bentaku.
“E, namaku Zidan, dan, aku ingin sekali mempunyai kucing, kukira, ini kucing liar, ternyata, ini kucingmu, maaf ya!” ucap Zidan lalu meletakkan kucingnya lagi.
“Oh, nggak apa-apa kok! hehehehehe!” ucapku diikuti tertawaan.
“Oh ya! namamu siapa?” tanya Zidan.
“Namaku Farenollia Noelle Feronnic, kamu cukup panggil aku Nollia!” ucapku.
“Oh, gitu ya Nollia! main yuk sama aku di lapangan spesial Childhreen!” ajak Zidan.
“Okay!” ucapku.

Di Lapangan Spesial Childhreen
“Oh ya! boleh aku nanya! kucingmu nggak apa-apakan ditinggal di rumah sendirian!” ucap Zidan.
“Oh iya ya! keseruan gini sampai lupa sama Zulfan! pulang yuk! kayaknya aku cemas deh sama Si Zulfan!” ucapku cemas lalu buru-buru menarik tangan Zidan untuk ke rumahku.

Di Rumahku
“Dimana Zulfan? Zulfaaaaaan, Zulfaaaaaan!” teriakku cemas ketika Zulfan hilang dari rumah.
“Zulfaaaaaan, Zulfaaaaan!” Teriak Zidan juga.
“Telilit… telilit…” bunyi hpku.
“Oh ya! ini dari siapa ya!” tanyaku.
“Oh ini aku! Francis Adam Horowits! teman masa kecilmu dulu!” ucap Adam.
“Mau apa kau meneleponku!” ucapku.
“Aku hanya ingin menawarkan, bahwa kucingmu itu ada di markasku! jika kau ingin kucingmu selamat, putuskan hubungan temanmu itu pada Zidan, dia itu temanku dulu, semenjak mendengar kabar bahwa anak baru masuk sekolah kami, Zidan tertarik untuk menjadi temanmu, jadi, kalau tidak! kucingmu nyawanya akan melayang!” ucap Adam.
“Oh jangan! baiklah aku akan putuskan hubungan temanku pada Zidan! tapi, kau harus janji, setelah itu, kembalikan kucingku!” ucapku dengan diikuti mutiara bening yang jatuh di pipiku yang mulus ini.
“Okay! kita bertemu di lapangan Spesial, okay!” ucap Adam.
“Okay!” ucapku.
“Tiiiit… tiiit…” bunyi hpku mati.

“Maafin aku ya Zidan! kalau hubungan pertemanan kita putus hanya karena kucing!” ucapku.
“Ya!” Zidan menghela napas.

Di Lapangan Spesial
“Oh! rupanya kau sudah datang!” ucapku ketika melihat Adam duduk di bangku lapangan.
“Oh ya! kau sudah putus kan! ini kucingmu!” dia pun memberiku kucingku.
“Makasih!” ucapku.
“Iya! sama-sama” ucapnya.

Cerpen Karangan: Sabila Salwa Putri Wahyuhadi
Facebook: Salsabila Eva Putri

Cerpen Sebuah Pertemanan Putus Hanya Karna Kucing merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Nggak Beli Lotre Pa?

Oleh:
“Nggak beli lotre Pa?” tanya Juariah ketika Joko suaminya baru pulang dari kantor. Joko memandang Juariah dengan tatapan yang sama seperti kemarin dan seperti kemarin lagi dan seperti yang

Sahabat yang Tak Kusadari

Oleh:
Namaku Putri, umurku 14 tahun. Aku menduduki bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) tepatnya kelas 9. Aku dikenal seorang pendiam di sekolah, anak yang tak mau bergaul dan cupu! Sebenarnya,

Butiran Dandelion

Oleh:
“Faizal, bunganya sudah Ibu siapkan di meja!” “Iya! Makasih, Bu!” segera pemuda itu melangkahkan kakinya dengan cepat ke luar kamar, lengannya menyambar sebuket bunga berkelopak mungil warna kuning cerah

Surat Dari Bapak

Oleh:
“Budi tolong kau ambilkan emak kayu di belakang.” Teriak seorang wanita yang asyik berkutat dengan tungku arangnya. “Iya emak, sebentarlah aku sedang merapikan mainan Adik yang berantakan,” Teriak Budi

Puisi Cinta Untuk Bunda

Oleh:
Bisa bermain dengan teman-teman di taman, berlari, bercanda tawa bersama pasti sangat mengasyikkan bagi anak-anak, teruntuk Dira. Impiannya sangat sederhana, bisa bermain, berlari ria bersama teman-teman seusianya di taman.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *