Sebuah surat terakhir sahabat ku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 14 February 2016

Aku hanya melamun saat berjalan menuju kelasku. Dengan tiba-tiba aku melihat Angel sedang merundukkan kepalanya, sepertinya dia sedih. “Angel, kamu kenapa?” tanyaku.
“Gak apa-apa Kak, aku cuma sedih menunggu Kak Nisfa sadar dari komanya,” jawabnya.
Nisfa kan sahabatku, dia sakit apa? “Dia sakit apa Nisfa?” dia mengangkat kepalanya.
“Astaga. Kak Raya,” Ujarnya, dia mungkin terkejut.
“Kenapa, ada yang aneh denganku? Lagi pula Kakakmu Nisfa sakit apa?” Dia hanya menggeleng.
“Dia gak sakit apa-apa kok Kak Raya,” Aku menarik napas lega. Tapi mengapa tadi dia bilang Nisfa sakit.
“Maaf Kak, aku tadi salah ngomong, tapi bukan Kakak Nisfa, sahabatku kok Kak.”

Angel itu sangat aneh, aku bertanya mengapa Nisfa kakaknya tidak masuk sekolah. Namun dia hanya pura-pura tidak mendengar. Aku merasa sangat khawatir, apa yang terjadi pada Nisfa. “Nisfa, sudah satu minggu tidak masuk sekolah, kenapa ya?” Ujarku dalam hati. Aku membuka Handphone-ku, biasanya, jika Nisfa ada urusan dan hingga tidak masuk sekolah dia mengirim SMS padaku, namun kenapa sekarang tidak pernah lagi masuk sekolah bahkan meng-SMS-ku lagi, dia kenapa.

Aku diajak Angel ke sebuah pemakaman, tapi mau melihat makam siapa. Dia berhenti di pemakaman seorang yang bertuliskan Nisfa Syerina. “Ni.. Ni.. Nisfa?” tiba-tiba saja angin berhembus, dengan derasnya butiran-butiran dari ujung mataku mengalir. “Kakak Raya, ini surat terakhir dari kakak Nisfa.” Aku mengambil sebuah kertas di tangannya Angel.

“Dari Nisfa. Untuk Raya. Raya sahabatku, aku mau bilang, maaf jika selama ini aku ada salah denganmu, aku sangat merasa bersalah karena tidak memberitahumu, jika aku memiliki penyakit kanker Paru-paru. Hingga nanti, jika aku pergi jangan pernah khawatir, aku ingin kamu selalu tersenyum untukku dan yang lainnya juga. Kamu harus tahu, bahwa aku ini sangat sayang padamu. Dan jangan pernah khawatir, aku pasti tenang di alam baruku nanti. Maaf jika aku selalu menyakiti hatimu dulu, saat pertama kali kamu bicara denganku, saat itu aku tidak terlalu senang bicara dengan orang lain.

“Tapi kamu sangat berbeda, aku ingat kamu bicara denganku, jangan pernah sendirian, suatu saat kamu akan membutuhkan teman di sisimu. Aku jadi senang denganmu yang sangat ceria, hidupku jadi penuh warna. Jika aku susah, selalu ada kamu di sisiku. Walaupun aku sempat iri padamu, kamu menjadi murid terbaik di sekolah kita. Tapi, aku ingat, kekalahan awal untuk kemenangan. Aku sangat mendukung kamu dari belakang, walaupun, sebelumnya aku sangat tidak suka denganmu. Tapi, sebenarnya, aku sangat mengagumimu. Terima kasih, aku sangat bangga padamu. Sampai jumpa di alam sana ya.” Aku sangat sedih sekali, sekarang aku harus bisa mengikhlaskan semuanya, dan apa yang sudah terjadi.

TAMAT

Cerpen Karangan: Maitsa Garini Lestari
Nama Maitsa Garini Lestari. Tanggal lahir 12 Desember 2005. Tempat lahir Samarinda. Sekarang kelas IV-b sekolah di SDN 001.

Cerpen Sebuah surat terakhir sahabat ku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Icha

Oleh:
Aku tidak mengerti akan kejadian ini. Dalam sekejap dia pergi. Aku hampir tak percaya sepupu sekaligus teman kecilku meninggalkanku tanpa sempat aku meminta maaf kepadanya. Suatu hari terdengar kabar

Kanaria dan Putih

Oleh:
Kalimat itu pendek saja, namun artinya terasa amat panjang bagi hidupku. Sekilas saja pernah diucapkan, namun sepanjang hari aku telah mengingatnya. Waktu itu, entah kesekian kali dalam tahun di

Rahasia di Balik Rintik Hujan

Oleh:
Langit mendung sore itu. Gumpalan abu-abu gelap seperti sudah mewanti-wanti semua yang dinaunginya bahwa sebentar lagi ia akan menumpahkan bawaannya. Eros bukannya tidak menyadari itu semua. Ia tahu jelas.

Kisah Sendal Jepit

Oleh:
Iin berjalan sendirian. Dari kedua matanya tampak bekas air mata yang sudah mengering. Di tangannya memegang sebuah bungkusan tas plastik warna hitam, entah apa isinya. Hari sudah siang, matahari

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *