Selamat Jalan, Ra

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 3 March 2021

Alkisah. Ketika seorang gadis duduk sendirian di kursi panjang berwarna putih, tepat dibawah pohon beringin. Diterangi dengan lampu jalanan yang remang-remang, angin malam yang berhembus pelan membuat rambut gadis tersebut terkibas acak. Malam itu terasa sepi, angin malam yang tadi berhembus seketika menghilang, membuat suasana menjadi sunyi. Sangat sunyi.

Tiba-tiba dari kejauhan, terdengar suara langkah kaki yang terseok-seok, lalu duduk, tepat disamping gadis tersebut. Gadis itu belum menyadari ada seorang pria seumurannya duduk di sebelahnya, ia masih sibuk dengan lamunannya. Pria itu menangis ketika melihat foto perempuan yang dibawanya, sembari berkata.
“Selamat jalan, Ra.” ucap pria itu sambil menangis, air matanya membasahi foto. “Kamu sudah sembuh, Ra. Tidak akan sakit lagi.. dan tidak akan menderita lagi. Semoga kamu tenang disana, Ra.” seketika tangis pria itu pecah, tak tertahan.

Beberapa menit kemudian, hanya terdengar tangisan dari sang pria.

“Terimakasih, Dim.” ucap sang gadis lirih. “Terimakasih buat semuanya, buat usaha yang sudah kamu lakukan buat aku.” lanjut gadis itu.
“Semoga.. kamu selalu bahagia, walau.. t-ta-tanpa aku di hidupmu.” ucap gadis itu terbata-bata. Lalu, gadis itu menoleh menghadap pria di sebelahnya sambil meneteskan air mata. Berkata untuk yang terakhir kalinya. “Selamat tinggal, Dim. Aku akan selalu ada di hatimu. Ini benar-benar perpisahan yang menyedihkan!” gadis itu berdiri, lalu pergi meninggalkan pria bernama Dimas itu sendirian.

Setelah beberapa langkah, gadis itu menghilang ditelan gelapnya malam.

THE END

Cerpen Karangan: Sella Andre Fateha
Blog / Facebook: Andrye D’garaz II
Follow my instagram @_andresf11
Happy reading 🙂

Cerpen Selamat Jalan, Ra merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Gadis Renta

Oleh:
Tak terasa, ternyata sudah satu pekan aku berbaring di tempat tidur ini. Kaku, sakit, ngilu. Ya Tuhan apa sebenarnya yang terjadi padaku? apa ini pertanda? tapi kapan waktunya? cepat

Kolecer Jejen

Oleh:
Sudah dua hari anak itu menangis dan bersembunyi dari peradaban. Matanya sudah sayu dan kulitnya seolah mulai menempel dengan tulang. Ya, semenjak matanya mengeluarkan air mata, anak itu menghentikan

Derita Anak Jalanan

Oleh:
Pada sebuah malam menjelang Idul fitri. Malam begitu ramai di jalan-jalan kota besar, yang hiruk pikuk dengan kendaraan yang hendak mudik ke kampung halaman. Ada seorang anak laki-laki yang

Sapu Tangan Merah

Oleh:
Pagi hari yang cerah ini, serasa begitu indah disambut dengan embun pagi yang menetes pelan–pelan di dedaunan. Hari ini serasa sejuk dengan angin yang berhembus pelan menghampiriku. Lizzi memulai

Sahabat Sejati

Oleh:
Pagi pun datang menyinari dunia.Tampak seorang gadis perempuan berpakaian seragam sekolah SMP sedang berjalan kaki. Dengan senyuman yang indah ia pun berjalan dengan wajah yang riang, gadis itu bernama

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *