Senja Yang Menyimpan Kenangan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 7 December 2013

Berarak awan menghiasi langit yang mulai kemerahan. Senja itu, ku lewati bersama sahabat setiaku Reinita di rumah pohon. “indah sekali langit di atas sana, ya?” Tanya ku.
“ya, sangat indah bahkan lebih indah dari bintang yang berkelip di malam hari”. Jawab nya dengan rasa kagum.
Aku senang bisa melihat sunset di sore hari bersama dengan nya. Kami memang menyukai senja di sore hari. Sejak dulu kami memang suka duduk di dalam rumah pohon kenangan ini hanya untuk melihat lembayung yang berhias mentari sore dan awan jingga.

Kulihat Reinita sedang asyik berimajinasi sembari melihat langit. Tiba-tiba ia memanggilku. “Rita!” tengoknya ke arah ku.
“Ada apa?” tanyaku.
“Tidak, aku hanya ingin di saat nanti jika aku sudah tidak bersamamu lagi, aku harap kamu tidak akan melupakan tempat dan kenangan terindah ini”. Jawabnya.
“Ya sahabatku. Aku berjanji tidak akan melupakannya”. Ini saat bahagia yang aku rasakan. Walaupun ini sudah terjadi dan sudah berulang kali Reinita mengucapkan itu padaku, bagiku ini adalah yang paling indah.

Hari sudah mulai gelap. Aku dan Reinita hendak pulang. Akan tetapi, disaat aku sedang menyebrang jalanan, terlihat olehku sebuah mini-bus akan menyerempet ku hingga akhirnya Reinita mendorongku ke arah sebrang sehingga ia yang tertabrak oleh kendaraan itu. Aku merasa bersalah, ya tuhan aku mohon maaf atas kepergian sahabatku. Aku janji akan menepati janji ku, wahai sahabat!

Cerpen Karangan: Ruhbi Citra Okke Muthia
Facebook: chichi.muthia[-at-]yahoo.com

Cerpen Senja Yang Menyimpan Kenangan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dear Silvi

Oleh:
Pagi ini cuaca agak mendung. Seperti biasa aku pergi ke sekolah menggunakan angkot. Tiba di sekolah aku langsung melanjutkan tugas yang bahasa indonesia yang semalam belum sempat kuselesaikan. Tiba

Jalan Tak Berujung

Oleh:
Tumpukan Masalah itu memberi kamu dua pilihan To be someone better Atau To be someone broke Pilihan ada di tangan kalian. Sejak kecil, aku hanya dapat merasakan kasih sayang

Sumur di Halaman

Oleh:
Dulu, saat aku masih kecil, seorang anak perempuan memberitahuku bahwa di bawah sumurnya terdapat istana. Dia memberitahuku dengan wajah yang berseri-seri, senyum yang sangat cerah, di bawah kelabunya langit

Diary Seorang Gadis

Oleh:
Inilah kisah gadis itu… Gadis namanya, cantik… nyaris menyentuh garis kesempurnaan! Usia nya baru menginjak 17 tahun. Putri sematawayang dari keluarga konglomerat.. dia dimanjakan oleh orangtuanya. Hidupnya sangat royal..

One Heart

Oleh:
“Apa?” tanyaku pada Adit, cowok keren yang sekarang berdiri di depanku. “Iya, Lisa, maafin aku ya,” kata Adit lesu. “Jadi, kita harus bener-bener berakhir sampai di sini,” kataku lesu,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *