Sepasang Merpati

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fabel (Hewan), Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 6 February 2016

Alkisah sepasang merpati nan elok terbang di angkasa menikmati cinta mereka yang murni. Bulu putih mereka menyinarkan warna biru cerah saat terkena sinar matahari. Saat sedang asyik terbang tiba-tiba angin kencang menerpa mereka. Akhirnya mereka terbang tanpa arah hingga tanpa sadar mereka menabrak pohon besar dan tersangkut. Angin kencang akhinya merda. Sang Merpati Betina selamat dan terbang mengitari pohon besar yang ia tabrak untuk mencari Sang Merpati Jantan kekasihnya.

Setelah beberapa kali berputar mengitari pohon itu akhirnya merpati betina menemukan pasangannya. Sang Merpati Jantan tersangkut di antara dua ranting pohon yang berdempetan. Lehernya terjerat di tengah ranting itu dan tubuhnya menggantung di atas pohon yang cukup tinggi dari tanah. Sang Merpati Jantan terus mengkepak-kepakkan sayapnya dan berusaha menarik lehernya yang terjerat. Melihat Sang Merpati Jantan sedang kewalahan Sang Merpati Betina langsung terbang mendekati Sang Merpati Jantan dan berusaha membantunya ke luar dari himpitan batang pohon.

Lima hari berlalu dan Sang Merpati Jantan masih tetap terjerat dan semakin terjepit karena seiring berjalannya waktu. Dahan pohon itu pun selalu berkembang semakin besar. Sayap Sang Merpati Jantan yang putih mulus kini berwarna merah legam karena setiap waktu sayapnya terus terkepak tanpa henti. Lehernya semakin terhimpit dan Sang Merpati Jantan semakin sulit untuk menghirup oksigen. Sayapnya kini berhenti berkepak dan tak mampu berkepak lagi. Tubuhnya kini tergantung sepenuhnya dan itu membuat lehernya semakin tercekik. Setiap hari Sang Merpati Betina selalu setia menemani Sang Merpati Jantan. Setiap pagi dan sore merpati betina selalu terbang mencari makan untuk Sang Merpati Jantan.

Bukan hanya itu. Setiap saat Sang Merpati Betina selalu mematuk-matukkan paruh kecilnya pada dahan pohon yang menghimpit kekasihnya. Berharap dahan pohon itu akan patah. Semakin hari paruh indah merpati betina semakin rusak dan hampir patah dan selalu mengalir darah segar dari paruhnya. Matanya pun sembab dan semakin cekung ke dalam dikelilingi warna hitam gelap di sekeliling matanya karena merpati betina selalu bergadang menjaga merpati jantan. Merpati betina juga selalu menangis karena tidak tega melihat kekasihnya semakin tersiksa. Sang Merpati Jantan pun sedih dan merasa bersalah kepada Sang Merpati Betina yang semakin hari semakin kurus dan terlihat begitu letih.

Satu minggu berlalu. Keadaan sepasang merpati itu semakin mengkhawatirkan. Sang Merpati Jantan akhirnya meminta kepada kekasihnya merpati betina untuk membunuhnya. Awalnya merpati betina tidak mau karena ia masih sangat sayang kepada merpati jantan. Tapi melihat mepati jantan sudah sangat sulit bernapas apalagi menelan makanan. Akhirnya Sang Merpati Betina mau melakukannya meskipun itu menyakitkan. Sang Merpati Betina menancapkan sisa paruhnya tepat di bagian jantung merpati jantan. Hingga akhirnya merpati jantan tewas. Sisa paruh Sang Merpati Betina patah dan tetap tertancap di dada merpati jantan. Dengan deraian air mata. Merpati betina terbang tinggi dan pergi sajauh mungkin meninggalkan kekasihnya merpati jantan yang sudah tak bernyawa.

Cerpen Karangan: Wahyu Mustika
Facebook: Wahyu Ajha

Cerpen Sepasang Merpati merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kenangan Yang Tak Terlupakan

Oleh:
Namaku Nita ryaningsih. Aku mempunyai sahabat bernama Tania daniarti, sudah cukup lama aku bersahabat dengannya. Hari demi hari kami lewatkan bersama dengan penuh canda. Kami sangatlah akrab, bahkan kami

Tiga Cacing

Oleh:
Di suatu halaman rumah hiduplah tiga Cacing. Di pagi itu tiga Cacing mendengar kabar bahwa sang pemilik rumah akan memelihara ayam. Tiga Cacing tersebut segera berencana untuk menggali lubang

You’re Mom

Oleh:
Amerika, 6 November 2012 Sunyi, senyap dalam kegundahan, kesepian dan kemuraman layaknya malam yang tak bertabur bintang. Tanpa terhias sang putri bulan menggantung di atas awan, seperti malam yang

Senyum Terakhir Kalinya Dari Bunda

Oleh:
Hai teman, namaku Ririn Diratna, panggilanku Ririn. Aku adalah anak tunggal. Ayah dan bundaku telah lama cerai. Aku di ambil hak asuh oleh bunda. Bagiku, bunda dan ayah sama-sama

The Melody Twilight Rain

Oleh:
Aku memandang sendu setiap tetes air mata langit yang jatuh menimpa pijakan sang bumi. Jutaan tetes itu terus menyerang gravitasi seolah hal itu akan membuat sang bumi takluk. Ku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *