Sulit Memaafkan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 3 May 2013

Kenangan pahit itu kembali berputar di otakku ketika aku melihat salah satu teman smpku di pernikahan saudara sepupuku, dia menghampiriku sambil menyapaku “Mayumi kan, apa kabar, aku Rina teman sekelas smp 12, aku ngga nyangka kita bisa bertemu lagi sejak kau pindah sekolah dulu”.
“maaf aku ngga mengenal kamu, mungkin kamu salah orang” kataku tanpa senyum sambil meninggalkannya.
“Mayumi, benar kau tak mengenalnya, tapi dia sangat yakin sekali tadi” Sakura sahabatku yg menemaniku bertanya padaku.
“aku benar-benar tak mengenalnya, siapa sih dia sok kenal” jawabku lagi.
Tapi ternyata Rina mengejarku “aku tahu mungkin kau masih dendam pada kami termasuk aku, tapi aku mewakili mereka untuk minta maaf atas perlakuan kami dulu padamu”. dia meminta maaf dengan mengulurkan tangannya padaku.
Aku hanya tersenyum kecut padanya “jangan memegang tanganku nanti tanganmu terkena najis lagi, aneh dulu kau dan hampir seluruh teman-teman di sekolah jijik memegang tanganku, kenapa sekarang malah kau ingin berjabat tangan denganku”. aku menolak berjabat tangan dengannya.
Sakura yang melihat menjadi bingung dia terus bertanya “sebenarnya ada apa, apa dia benar teman smpmu?”.
Rina lalu berkata lagi “memang perbuatan aku dan teman-teman smp agak keterlaluan kita kan masih smp saat itu masih anak-anak, jadi dianggap wajar saja”.
Melihat Rina berkata dengan entengnya membuat emosiku mulai naik “agak keterlaluan? kalian itu jahat tahu! mendiskriminasikanku, menjauhiku, berkata sesuatu di belakangku, jijik padaku, menganggapku sebagai najis, tanpa alasan yang jelas, bagaimana bisa kalian berbuat seperti itu pada seorang gadis berumur 13 tahun, apa salahku hingga kalian berbuat seperti itu padaku, aku memang jelek, gendut, bodoh mungkin itu yang ada dipikiran kalian semua waktu itu, dan sekarang dengan mudahnya kau meminta maaf, menurutmu kau pantas di maafkan?”. aku berkata agak keras sehingga orang-orang mendengarnya termasuk saudara sepupuku, orang-orang memandangiku dengan tatapan aneh.
“a.. aku tahu sulit bagimu memaafkanku dan teman-teman smp, tapi asal kau tahu saja semenjak kau pindah hampir separuh teman sekelasmu terkena batunya, Firly mengalami kecelakaan sehingga kehilangan satu kakinya, Ory bapaknya meninggal, kau masih mengingat Wisna keluarganya yang kaya itu mengalami kebangkrutan, sedangkan aku sendiri.. aku… ”Rina menahan perkataannya sambil menahan tangis, ya ampun ngapain pake nangis segala udah ngga mempan buat aku.
“kau apa?” aku yang bertanya karena kesal menunggunya.
Rina mulai meneruskan “aku… aku… aku mempunyai anak di luar nikah, kami bertemu lagi setelah reuni kemarin dan mereka juga menyesal telah berbuat jahat padamu dulu, mereka ingin sekali bertemu dan meminta maaf secara langsung padamu kebetulan Syra sepupumu menikah dengan teman kerjaku jadi kita bisa bertemu di sini, percayalah mereka sudah menyesal, kumohon maafkan kami” dan dia mulai menangis.

Sakura yg tadinya seperti marah padanya ikut-ikutan menangis, bahkan orang-orang juga mulai terpengaruh mereka malah membujukku untuk memaafkannya.
“Mayumi maafkan saja dia, tak baik menyimpan dendam lama-lama, lagi pula dia dan teman-temannya sudah terkena hukumannya” Sakura membujukku.
“iya mbak mbok ya di maafkan itu kasihan mbak itu dia sudah menyesal”. orang-orang membujukku.
“Cuma itu hukumannya, itu mah ngga sebanding dengan rasa sakit yg kalian buat dulu di hatiku, harusnya kalian di hukum lebih berat, percuma aja deh kamu nangis sampai menganak sungai aku ngga bisa memaafkan kalian, maaf memang mudah diucapkan tapi rasa sakit di hatiku ini terus berbekas takkan pernah hilang, jadi kau dan teman-temanmu tak usah buang-buang energimu untuk meminta maaf padaku”.
Rina menjawabnya “aku mengerti, kau benar kesalahan kami padamu terlalu berat sehingga sulit untuk dimaafkan, aku bisa melihat kau menyimpan luka yang pedih karena aku dan teman-teman, tapi aku merasa senang bisa bertemu lagi dan menyampaikan maaf padamu, terima kasih karena sudah mendengarkanku”, lalu dia berkata pada orang-orang dan Syira, ”terima kasih karena kalian sudah mendukungku, Syira dan Anton selamat atas pernikahan kalian semoga kalian menjadi pasangan suami istri yang selalu dilindungi oleh tuhan (agama Rina katolik).
“amin, makasih doanya” Syira menjawabnya.

Rina pulang, Syira dan Sakura memarahiku saat kami sedang beres-beres setelah acara selesai.
“kenapa kau tak mau memaafkannya, kasihan, dia sudah benar-benar menyesal” Syira memarahiku.
“iya tuh, eh kau tahu orang yang tak mau memaafkan orang lain itu dosanya besar bisa masuk neraka jahanam” Sakura ikut menimpali sambil mengambil puding di meja.
“kalian berdua tak pernah merasakan apa yang kurasakan waktu itu kalian tahu gara-gara dia aku jadi korban bullying di sekolah bahkan sampai kakak kelas dan guru-guru, kalian tak tahu apa-apa”. film masa laluku di putar aku masih ingat dengan jelas saat mereka tak mau memegangku karena najis, bisikan-bisikan tak jelas, menertawaiku tanpa sebab, tak ada yang mau berteman, duduk 1 meja dan berkelompok denganku, guru-guru menghina dan menertawaiku, aku masih ingat dengan jelas walau aku berusaha menghapusnya kenangan itu selalu ada bagai mimpi buruk yang selalu menghantuiku.
Aku melanjutkan “kalian tak pernah tahu betapa susahnya aku melewati itu semua, kalau aku masuk lingkungan baru aku selalu bersembunyi takut kejadian waktu smp terulang kembali, aku menutup diri dari pergaulan, membatasi teman, kalian takkan pernah tahu rasanya itu sangat sakit, sakit sekali”.
“tapi itu semua sudah berlalu, itu adalah masa lalu, sekarang kau sudah dewasa berumur 21 tahun sudah tak mengalaminya lagi dan kau berhasil melalui itu semua, itu semua masa lalu yang harus kau kubur dalam-dalam” Sakura menghiburku.
“itu semua karena kau, kau mengenalkanku arti dari persahabatan sejati, kau yang membuatku mau membuka diri dan mengubur masa laluku yang buruk, aku sudah menguburnya tapi Rina kembali datang dan membuka kenangan pahitku, itu semua salahnya, salah dia sendiri meminta maaf padaku, itu sudah sia-sia”.
“Mayumi” Sakura memandangku prihatin.
“Mayumi, Syira, Sakura kita harus ke rumah sakit sekarang, Rina ketabrak mobil barusan”. mas Anton datang dan mengabari kami.
“Hah” kami bertiga kaget dan langsung menuju rumah sakit, jujur aku memang kaget bisa-bisanya dia kecelakaan apa itu hukuman lagi buat dia mudah-mudahan sih begitu.
Sakura berkata “mudah-mudahan Rina tak apa-apa”.
Tapi harapan Sakura salah setibanya kami di rumah sakit, kami hanya bisa melihat tubuh Rina sudah terbujur kaku, Syira menangis di pelukan Anton yang juga bersedih, Sakura juga menitikkan air matanya sambil berkata padaku “seharusnya kau memaafkannya karena maut akan menjemputnya, apa kau menyesal sekarang?”.
Aku tertawa lalu berkata “tidak sedikitpun aku menyesal, itulah yang terbaik untuk orang seperti dia yang selalu meremehkan orang lain, aku sangat puas akhirnya dia yang mati duluan daripada aku, ha… ha… ha…” iya dendam ini telah membekukan perasaan dan mata hatiku, tapi aku tak peduli aku sangat senang akhirnya aku takkan pernah melihatnya lagi, dengan begitu dendamku sedikit berkurang, aku sangat bahagia. (1-5-2013).

Cerpen Karangan: Krisnhu Gita Pradini
Email: krisnhugita@yahoo.com
Facebook: gita krisnhu luna

Cerpen Sulit Memaafkan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Speak Your Dream

Oleh:
“Ibu, ada apa dengan Ariel?” tanya Dalisha perlahan seraya menarik ujung baju Ibu. Tangan kanannya sibuk menunjuk-nunjuk Ariel yang menangis di sudut ruang tamu. Ayah segera memeluk Ariel, membuat

Kisah Sederhana

Oleh:
Manusia dengan manusia menikah, kemudian hidup bersama. Tapi kau adalah wanita yang menikahi hujan, maksudnya, kau seperti suami istri dengan hujan, saking dekatnya. –pagi itu cuaca sedang tidak menjadi

Ketika Genggaman Telah Terlepas

Oleh:
“Ra pagi ini langit terasa indah dan cerah ya…” melalui telefon “Ia cha”, balasku. “Mungkin karena hari akhir UAN kali ya?” Ujarku menambahi. “Ra terus tersenyum untukku di akhir

Fi Sabilillah

Oleh:
Malam yang sunyi bersama angin yang menari-nari memeluk diriku. Sentuhan angin yang kian menembus kulitku sampai tulang belulangku. Aku termangu menatap lurus, diam membisu tanpa suara, aku tak tau

Dari Verona Untuk Feny

Oleh:
Medan, November 24, 2013. Bau tanah sehabis hujan pagi itu masih bercampur dengan harum bunga yang mengantarnya pergi beberapa waktu yang lalu. Rasa tak percaya masih begitu kuat ku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *