Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Maafkan Aku Ayah

Perlahan kuarahkan badan yang dari tadi memintaku ke tempat ini. Tempat dimana terdapat sepetak ruangan yang terhiasi foto sesosok perempuan berhijab putih. Senyumnya yang menawan terlihat begitu mempesona dibaluti wajah...

Alunan Gitar Kenangan

Di pagi hari yang cerah, dan sinar matahari yang mulai masuk ke celah-celah jendela kamarku. Aku pun terbangun karena cahaya itu. Dan tepat sekali orang yang tidak lain adalah ibuku sudah berteriak memanggil-manggil namaku....

Tak Lekang Oleh Waktu (Part 2)

“Kalau kalian mau, kalian bisa bantu-bantu berdagang bersama kami, dari pada kalian menjadi gelandangan di luar sana,” sahut Ibu Rain lagi. Joe tersenyum. “Terima kasih, anda baik sekali,” katanya. “Nah sekarang...

Ciuman Pertama Dan Terakhir Dari Mama

Hai! Namaku Kissel Renata Sari Devi, panggil aku Kissel. Aku tinggal di sebuah rumah yang kumuh dan tidak terawat. Aku hidup bersama Ayah, Mama, dan Adikku. Suatu hari Ayah mengajakku untuk pergi ke kota, tapi aku menolak...

Dari Verona Untuk Feny

Medan, November 24, 2013. Bau tanah sehabis hujan pagi itu masih bercampur dengan harum bunga yang mengantarnya pergi beberapa waktu yang lalu. Rasa tak percaya masih begitu kuat ku rasakan mengingat beberapa waktu yang lalu...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

2 Responses to Surat Untuk Idolaku

  1. Annisa Nur Fitriani 21 August, 2013 at 4:19 am | | Reply

    =’) aku bangga punya temen kayak kamu.. love you vinna =* =)

  2. Dwina 9 April, 2014 at 3:43 pm | | Reply

    Bagus bgt

Leave a Reply