Surat Untuk Idolaku


Share

Cerpen Karangan:
Lolos moderasi pada: 12 August 2013

Ini adalah kisah hidup gadis sederhana yang mengakui bahwa dirinya adalah pecinta BoyBand, terutama SMASH. Vindy namanya, dia adalah gadis yang periang. walaupun dia berada dalam keadaan yang memprihatinkan. 5 bulan lagi Vindy berulang tahun, tepatnya yang ke-17. Vindy sangat ingin bisa bertamu dengan SMASH tepat di hari itu. Hingga akhirnya Vino membantu Vindy dengan cara selalu mengirim surat yang sudah Vindy buat.
“Vindy, apa surat pertama kamu sudah siap?” tanya Vino menghampiri Vindy yang duduk di teras rumahnya.
“sudah kok, tapi aku gak yakin surat ini akan mereka baca” jawabnya lesu tak berdaya.
“Vindy, kamu harus yakin! kamu gak pernah seperti ini, mana Vindy yang aku kenal?” ucap Vino lirih seraya mengenggam tangan Vindy.
“hayoo… pada ngomongin apa?” tanya seorang gadis yang ternyata Anika. Anika membawakan segelas air putih untuk Vindy yang sedang tidak sehat.
“soal harapan Vindy menjelang hari jadinya” jawab Vino mengambil air putih yang Anika pegang.
“owh soal surat ya?” tanya Anika duduk di samping Vindy.
“kak?” panggil Vindy menyentuh punggung tangan kakaknya.
“kakak ambilakan ya dik.” ujar Anika lembut.

Anika memberikan surat pertama itu pada Vino untuk diberikan lagi pada idola Vindy, yaitu SMASH. Vino pun berlalu pergi dengan perasaan yang sedikit hancur kerena keadaan Vindy yang semakin memburuk. Vino sangat menyayangi Vindy, walau Vindy hanya mengaggapnya sahabat.

Awalnya Vino ingin menyanpaikan surat itu lewat pos, namun Vino membatalkannya. Vino lebih memilih mengantarkannya langsung ke basecamp SMASH. saat Vino sampai disana, Vino sempat diusir oleh penjaga, namun Vino tetap menunggu disitu. Hingga tiba sebuah mobil yang berisikan MS, Vino pun langsung menghampiri mobil itu. namun langkahnya terhenti karena penjaga yang menghalanginya.
“please pak!” mohon Vino pada penjaga itu.
“maaf gak bisa mas” ujar penjaga itu. melihat kerusuhan itu salah satu MS menghampirinya.
“kenapa si pak?” tanya Member SMASH yang bernama Rafael
“dari tadi dia nekat masuk mas” tegas penjaga itu. Member SMASH yang lain pun menghampiri keramaian itu.
“kenapa gak diizinkan masuk?” tanya Rangga menarik tangan Vino.
“tapi mas…” ujar si penjaga.
“udah tak apa pak, biarkan orang ini bersama kita” ujar Morgan lirih menatap si penjaga, penjaga pun pergi.
“kamu siapa?” tanya Dicky. “aku Vino” jawabnya.
“ada perlu apa, kamu smashblast?” tanya Ilham yang dijahili Reza.
“aku hanya ingin memberikan surat ini, hingga waktu terakhir” jawab Vino memberikan surat yang diterima oleh Bisma.
“untuk siapa?” tanya Rafael, tapi Vino hanya tersenyum dan berlalu pergi.

Bulan terus berganti surat demi surat Vino titipkan lewat penjaga disitu, syukurlah penjaga menyampaikannya.
hingga bulan yang ditunggu Vindy pun tiba, namun belum ada tanda-tanda SMASH merespon surat itu. karena MS belum sempat membacanya, bukan karena tidak ingin, tapi karena belum ada waktu senggang untuk membacanya. tapi surat itu disimpan oleh Om Kunto, di tempat yang aman.

“kak, kan udah aku bilang rencana Vino gak akan berhasil” ujar Vindy lirih yang lemah duduk di kursi roda.
“de, kok kamu ngomong gitu? mereka pasti baca surat kamu” jawab Anika menjongkok menatap Vindy.

Dari kejauhan terlihat Vino sedang memotret setiap aktifitas yang dilakukan Vindy, mulai dari jalan-jalan di taman, minum obat, beinteraksi, sampai kemoterapi Vino potret. entah untuk apa, tapi Vino ingin melihat Vindy bahagia walau itu akan jadi yang terakhir. Vino pun mencetak foto-foto itu, lalu mengirimnya bersamaan dengan surat terakhir dari Vindy. kebetulan saat itu MS mempunyai waktu luang.

“permisi pak, ini ada surat lagi. pengirimnya sama” ujar seorang penjaga pada Om Kunto.

di rumah sakit.
“kak Vindy capek!” ujar Vindy lirih yang tiba-tiba keadaannya drop. Anika panik, dia pun memanggil dokter. Anika dan Vino menunggu cukup lama di ruang tunggu, Vino terlihat sangat kesal karena tak ada tanda-tanda kedatangan MS

“oiya, surat yang dari Vino mana?” tanya Reza tiba-tiba yang masih mengingat Vino.
“mumpung lagi free om!” lanjut Reza menjahili Dicky yang memeinkan BB-nya.
“iya om” susul Ilham, Om Kunto pun mengambil surat itu, dan memberikannya pada MS. ini adalah hak MS untuk mengetahui isi surat dari SB yang bernama Vindy.
Para MS yang lain membiarkan Rafael menbuka surat yang pertama, yang berisi:

“Dear SMASH
aku adalah Vindy. aku ingin bertemu kalian, tapi.. aku gak bisa. aku sedih mendengar bullyan yang tertuju pasda kalian, aku sakit. namun aku bahagia masih diberi waktu untuk melihat setiap prestasi yang kalian torehkan. mungkin aku gak akan merasakan sakit itu, dan kebahagiaan itu lagi ketika aku pergi nanti.
Salam Sayang dari smashblast”

MS merasa terharu membacanya. kemudian Rangga membuka surat ke-2 yang dibuat tanggal 18/06, yang berisi:

“Dear SMASH
aku mengagumi kalian bukan karena tampang, tapi karena prestasi kalian. aku mengidolakan kalian bukan karena musiman, karna bagiku ini adalah musim terakhir yang aku rasakan. aku benar-benar bangga jadi bagian dari SMASH dan Smashblast, karena bersama kalian aku selalu senyum dan semangat dalam menjalani sisa hidupku.
Salam Sayang dari smashblast”

Rafael sedih membacanya, begitupun Rangga yang menjatuhkan sebutir airmata. Morgan membuka surat ke-3 yg dibuat tanggal 22/07, yang berisi:

“Dear SMASH
detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, dan hari demi hari sudah ku lalui dengan harapan aku bisa bertemu dengan kalian. tapi mungkin takdir berkata lain, mungkin aku menang tidak bisa bertemu kalian. namun aku ingin kalian tau ada aku yang mengagumi kalian lebih dari aku mengagumi diriku.
Salam Sayang dari Smashblast”

Dicky terpaku membacannya. Bisma pun membuka surat berikutnya yang dibuat tanggal 29/09, yang berisi:

“Dear SMASH
aku belajar banyak dari kalian, aku belajar tetap tersenyum dari Rangga, aku belajar sabar dari Bisma, aku belajar semangat dari Reza, aku belajar tenang dari Morgan, aku belajar dewasa dari Rafael, aku belajar ceria dari Dicky, dan aku belajar percaya diri dari Ilham.
Salam Sayang dari Smashblast.”

Bisma meneteskan airmata, ya dia menangis karena terharu. dia merasa SMASH sangat memberi motivasi bagi orang banyak. Dicky pun membuk surat yng terakhir yang dibuat tanggal 15/09, yang berisi:

“Dear SMASH
tiga hari lagi adalah hari ulang tahun ku, munkin itu adalah hari terakhir aku menanti kalian. aku sudah lelah, tapi kalian selalu membuat aku tersenyum, walau sakit rasanya. kalian membuat aku gak malu dalam menjalani hidup ini.
Salam Sayang dari Smashblast.”

all Member SMASH binggung, dan bertanya-tanya. namun tiba-tiba Reza menyadari sesuatu yang aneh.

“kalau amplop ini untuk apa? warnanya coklat dan cukup besar” ujar Reza memegang amplop itu. Morgan langsung mengambil amplop itu dan membaliknya, terlihat sebuah tulisan yang terukir rapih, yang berkalimatkan “ini adalah aktifitas Vindy”. Morgan pun membukanya, dia melihat ada foto dan terdapat penjelasan di setiap foto tersebut. setiap penjelasan itu membuat MS merasa shok, terlebih setelah melihat foto terakhir dengan penjelasan “saat Vindy kemo, dia selalu tersenyum.”

Rafael pun berinisiatif untuk menjenguk Vindy yang dirawat.
“Raf, surat terakhir tanggal 15, terus ultahnya 3 hari lagi?” tanya Reza berbelit-belit.
“iya” jawab Rafael. “masih 3 hari lagi” sahut Dicky. Ilham berfikir sejenak, hingga akhirnya dia menggerti maksud Reza.
“eh, abang gue bener.” lirih Ilham. 5 MS lain merasa binggung. “jelasin dek!” ketus Reza.
“waktu itu tanggal 15 sekarang tanggal 18, udah berapa hari?” jelas Ilham. “3 hari” jawab Morgan tenang.
Morgan dan yang lainpun tersentak dan langsung pergi ke rumah sakti.

Saat tiba di rumah saktit MS menemui Anika, kakak Vindy. Anika merasa seneng, sedih, campur aduk. MS menatap Anika, namun Anika hanya bisa menatap ruangan yang ada di sampingnya. MS masuk dan melihat Vino yang mengenggam tangan Vindy. Bisma menepuk bahu Vino lembut, Vino hanya tersenyum.

“Vindy, mereka sudah datang. mereka ingin bertemu kamu.” bisik lembut Vino di telinga Vindy. respon Vindy cukup lama, hingga akhirnya Vindy membuka matanya.
“maaf kita terlambat datang!” ujar Bisma menahan airmatanya. Vindy hanya bisa tersenyum dan berbaring. kondisinya sangat lemah bagai tak ada harapan.
“terimakasih kalian sudah datang” ujar Vindy lirih terbatah-batah. MS tak ada yang sanggup menjawab, hingga Rafael yang menjawab.
“iya, sama-sama Vindy.” Rafael tersenyum.

Tak lama setelah Rafael menjawab, alat pendeteksi jantung itu tak mampu mendeteksi detak jantung Vindy lagi. sontak suasana haru pun pecah, Anika menangis tak kuasa menahan dukanya, begitupun MS. mereka menyesal tak menggunakan waktu dengan baik untuk SMASHBLAST. namun mereka terharu dan bahagia punya SB yang sayang pada mereka.
Vino tak kuasa menahan airmatanya lagi, dia mencium punggung tangan Vindy. “aku harap kamu tenang dan bahagia” ucap Vino mengelus rambut Vindy yang sudah tak bernyawa lagi..

Maaf kalau jelek, saya hanya penulis amatir yang mencoba maju untuk percaya diri
Sekian terima kasih atas perhatiannya :D
semoga dapat diterima ya

Cerpen Karangan: Vinna Dwi Yanti
Facebook: vinna.dwie[-at-]yahoo.com
aku Vinna Dwi Yanti, biasa dipanggil Vinna.
aku itu sederhana, penyayang dan apa adanya, karena inilah aku.
aku masih mengngelilingi dunia untuk mencari teman, walau sudah ada Annisa Nur Fitriana dan Atika Nurcahya, tapi apa salahnya aku mencari lagi?
Venny Dwi Yanie adalah rekan berbagi ku.. *apa ini? :)

Ini merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya di: untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatan penulis, jangan lupa juga untuk menandai Penulis cerpen Favoritmu di Cerpenmu.com!
Cerpen ini masuk dalam kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi) Cerpen Sedih

Baca Juga Cerpen Lainnya!



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 Responses to “Surat Untuk Idolaku”

  1. Annisa Nur Fitriani says:

    =’) aku bangga punya temen kayak kamu.. love you vinna =* =)

  2. Dwina says:

    Bagus bgt

Leave a Reply