Taman Yang Kurindukan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Lingkungan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 28 February 2017

Sudah 10 tahun berlalu dan kota tempat ku dilahirkan ini sudah banyak berubah. Teknologi telah berkembang pesat di sini, gedung-gedung tinggi menjalar di seluruh kota.

Senja itu, di umurku yang ke 20 tahun, aku memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar mengelilingi komplek perumahanku. Ketika melewati taman depan komplek, aku memutuskan duduk di bangku sana.

Taman itu mengingatkanku akan banyak hal. Terutama mengenai memori masa kecilku. Sejak kecil, aku suka sekali bermain di sana bersama teman-teman dan memainkan banyak permainan yang menyenangkan.

Aku sangat ingat, dulu taman ini sangat luas dan menjadi milik semua orang, ketika pagi atau sore hari selalu ramai oleh anak-anak kecil.
Tapi sekarang, taman itu sudah tak seluas sebelumnya.
Kepergianku selama 10 tahun untuk mengenyam pendidikan di luar negeri itu, sungguh tak terasa lamanya ketika aku dapat kembali ke tempat ini.

Langit oranye bak lukisan mulai terlihat di angkasa, dan aku berdiri. Hembusan angin lembut yang menghembus rambut panjangku, terasa mengelus kulit.
Kesunyian taman itu mulai terasa menyedihkan ketika tanpa sadar aku sudah meneteskan air mata.
Sebuah tiket penerbangan untuk hari ini tergenggam erat di tangan kiriku. Aku mulai memegang tas koperku dan menariknya perlahan lalu mulai berjalan.
Dalam hati aku berkata, “Ini mungkin bukan pilihan terbaik, tapi kumohon tunggu sampai aku kembali 10 tahun lagi..”

Cerpen Karangan: Salsabila Nur Aulia

Cerpen Taman Yang Kurindukan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Surat Terakhir

Oleh:
Hai, aku Varina Eka Angelic. Aku memiliki 2 kakak dan adik. Kakakku yang pertama bernama Cyntia Eli Angelica, kakakku yang kedua bernama Fari Nadya Nindya, dan adikku Alya Foura

Mengapa Aku Berbeda

Oleh:
Hari-hari yang kulalui semenjak menginjak bangku Tsanwiyah lumayan menyibukkan. Tugas demi tugas yang harus kuselesaikan di setiap pertemuan. Tak jarang aku memiliki waktu untuk sekedar holiday. Bahkan untuk sarapan

Sahabat Atau Penyakit

Oleh:
“Kamu mau apa?” Tanya Gina, “Mau cari makan, laper..” balasku. Aku membuka payungku dan memakai jaketku, namaku Adillamira Nuristyana. “Hujan, di dalam aja.” Kata Gina, “Tapi, aku laper.” Kataku

Bintang di Langit

Oleh:
Suatu malam, dua sahabat sedang makan malam di Sheila Resto. Nama kedua sahabat itu Bintang dan Langit. Makan malam mereka dipenuhi canda tawa. Hingga pernyataan dari Bintang yang membuat

Aku Bukan Anak Haram

Oleh:
Namaku Khanza Ainia Az-zahra, teman-temanku biasa memanggilku Nia, sekarang aku menempati bangku kuliah di sebuah Universitas ternama di Malang. Aku di lahirkan di Jakarta tepat pada saat hari Kartini

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *